Home Kepulauan Riau Batam Rakornas IV KAHMI Hasilkan Dua Rekomendasi Strategis

Rakornas IV KAHMI Hasilkan Dua Rekomendasi Strategis

Barakata.id, Batam- Rangkaian acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IV Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Swiss Belhotel Harbour Bay, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), resmi berakhir pada Sabtu (26/2/2022) malam.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pengarah Rakornas IV KAHMI, Fachrul Razi, menyampaikan, kegiatan menghasilkan dua rekomendasi strategis, baik secara internal maupun eksternal.

” Ini konsolidasi KAHMI, baik di tingkat nasional, wilayah, dan daerah dalam rangka membantu Republik menuju Indonesia adil dan beradab,”ungkapnya.

Fachrul menyampaikan terima kasih kepada para peserta, khususnya Majelis Wilayah (MW) dan Majelis Daerah (MD), karena tetap bersemangat berkontribusi besar, produktif, dan luar biasa. “Demi bermartabatnya rakyat Indonesia.”

Baca Juga: Terpilih Menjadi Ketua KAHMI Batam, Amsakar Siap Curahkan Waktu

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Panitia Lokal Rakornas IV hingga Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, termasuk Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, atas segala kontribusinya sehingga acara berjalan lancar dan sukses.

“Kontribusi beliau (Pak Muhammad Rudi) yang sangat luar biasa sehingga kita bisa menikmati Batam dan disambut masyarakat Batam dengan ramah,” ucap Ketua Komite I DPD RI ini.

Pada kesempatan sama, Ketua MD KAHMI Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota dan pengurusnya yang telah turut menyukseskan Rakornas IV KAHMI. Pun demikian dengan Majelis Nasional (MN) KAHMI, para peserta, dan narasumber yang berpartisipasi.

“Dan juga atas nama MD KAHMI Batam, kami haturkan mohon maaf apabila selama pelaksanaan masih ada kekurangan,” katanya.

“Kami sudah coba yang kami bisa, tapi kita belum selesai, kita semua akan selesaikan pekerjaan besar di rumah HMI dan KAHMI ini,” tambah Amsakar tang juga sebagai Wakil Wali Kota Batam ini.

Politikus Partai NasDem ini melanjutkan, dirinya bersama Wali Kota Batam Muhammad Rudi membangun Batam semenjak 2016. Selama itu pula bertujuan menjadikan Batam “Bandar Madani” sebagai etalase dan pemantik pertumbuhan ekonomi Indonesia barat.

Baca Juga: Usai Dilantik, Pengurus HMI Batam Diminta Kontribusi Bagi Pembangunan

“Infrastruktur di sini kita tata dengan baik. Kalaupun tidak bisa mengimbangi Singapura, sekurang-kurangnya jangan kalah jauh. Kalau tidak menyaingi Johor, jangan sampai kalah jauh,” tuturnya.

Amsakar menerangkan, bukan pekerjaan mudah memoles Batam. Mengingat besaran APBD hanya sekitar Rp2,8 triliun, maka diupayakan seefisien mungkin agar bisa melakukan pembangunan. Akhirnya, memutuskan untuk membangun masjid terbesar se-Sumatera, yang bakal berkapasitas 25.000 jemaah.

“Karena Batam negeri Melayu, kami jadikan [di depan] bandara itu Masjid Tanjak (Bandara Hang Nadim). Insyallah Juni sudah bisa diresmikan untuk salat berjamaah,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Batam membenahi jalan-jalan di kelurahan dengan anggaran yang naik bertahap dari Rp1 miliar/kelurahan/tahun dan akan menjadi Rp3 miliar/kelurahan/tahun pada 2023 mendatang.

“Kami ada 64 kelurahan. Memang betul-betul ‘sesak nafas’ APBD, tapi tidak masalah. Namanya kader HMI, yakin usaha sampai, tidak ada cerita tidak bisa,” tegasnya.

Program pembangunan lainnya adalah merevitalisasi Bandara Hang Nadim. Bahkan, menggandeng PT Angkasa Pura I (Persero), Incheon International Airport Corporation, dan PT Wijaya Karya (Persero).

Lalu, membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dengan membangun rumah sakit taraf internasional dan menggandeng Thumbay Medicity dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Pun tengah memperlebar akses menuju ke bandara hingga lima lajur, yang kini hanya dua lajur.

Baca Juga: Amsakar Pastikan Penerapan Prokes di Sejumlah Mal

“Inilah cara kami untuk membangun harkat martabat Republik karena kami percaya Batam adalah destinasi signifikan untuk Republik. [Pangkalnya] wisatawan mancanegara ke Batam terbanyak kedua di Indonesia setelah Baru, [posisi ketiga] baru Jakarta,” urainya.

Pada kesempatan sama, Sekretaris Jenderal MN KAHMI, Manimbang Kahariady, berpendapat, Rakornas IV KAHMI di Batam merupakan satu-satunya rakornas yang selalu dipenuhi peserta sejak hari pertama hingga penutupan.

“Biasanya hari terakhir tinggal 16-17 orang. [Ini] mungkin karena ketulusan Pak Wali Kota. Saya bertemu beliau dua kali, beliau tidak banyak bicara, tapi seluruhnya diselesaikan. Mudah-mudahan jadi amal jariah,” harapnya.

Lebih jauh, Manimbang menilai, rancang bangun prototipe kader HMI disiapkan untuk segala zaman dan situasi. “Dan contoh konkret yang otentik adalah Mas Anies (Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, red).”

“Semakin banyak kritik [kepada Anies], semakin banyak simpatik; semakin di-bully, semakin dekat dihati, dan semakin-semakin lain semakin menunjukkan kapasitasnya. Mas Anies memang tipe alumni yang sesuai kualifikasi,” imbuhnya.

Dirinya melanjutkan, rakornas secara eksplisit merupakan agenda konsolidasi menuju Musyawarah Nasional (Munas) XI KAHMI, yang dijadwalkan digelar pada November 2022. Penentuan tuan rumah akan diumumkan pekan depan.

“Saya yakin munas yang akan datang akan sukses dan penuh kekeluargaan karena terlihat dari rakornas ini,” kata Manimbang optimistis.

Dalam penutupan Rakornas IV KAHMI, Anies turut hadir dan memberikan orasi ilmiah. Dirinya mengaku bersyukur bisa kembali ke Batam untuk menghadiri acara tersebut.

“Yang di mana sekarang di Majelis Nasional adalah Pak Wakil Gubernur [Ahmad Riza Patria]. Tapi, karena Pak Wakil Gubernur yang enggak bisa [hadir], maka Gubernur yang mewakili Wakil Gubernur,” selorohnya.

Baca Juga: Corona Menggila, Anies: Jakarta PSBB Total Lagi

“Tapi, itulah KAHMI. Dan Jakarta sekarang [posisi] gubernur dan wakil gubernur adalah KAHMI. Insyallah, nanti bsia dipertahankan terus, ya,” tambah eks Presidium MN KAHMI ini.

Anies melanjutkan, HMI adalah institusi yang memproduksi, menyuplai, dan menumbuhkan potensi kepemimpinan. Hal tersebut tecermin dari banyaknya kader yang berada di berbagai institusi dan mengisi posisi strategis se-Indonesia.

“Organisasi yang sebarannya [kader] paling luas dan pengaruhnya paling banyak tidak ada yang lain selain HMI,” ucap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Menurutnya, hal ini tak lepas dari peran HMI dalam menumbuhkembangkan kapasitas intelektual para kadernya. “Saya kira, di antara semua organisasi yang hadirkan intelektual, pemikir, cendikiawan, maka HMI akan berada di depan karena tradisi berpikir paling kuat.”

Karenanya, Anies berharap, Rakornas IV KAHMI menelurkan rekomendasi dan arahan tentang perubahan yang terjadi agar tidak tertinggal perkembangan zaman. Dirinya juga menyerukan KAHMI sebagai perekat persatuan.

Anies lantas menyinggung kembali pesan yang disampaikannya saat pelantikan pengurus MW KAHMI Jaya, awal Februari lalu.

“Hari ini, kita sering kali [sibuk menyinggung] unsur pembentuk, bukan hasilnya. Kita bicara binekanya, bukan tunggalnya. Yang bineka bukan cuma kita, Hong Kong juga. Kita berharap, KAHMI menjaga ini,” pintanya.

“Selamat kepada seluruh peserta rakornas. Kita sampaikan pesan kepada Indonesia, KAHMI menjadi simpul perekat, penguat persatuan di Indonesia. KAHMI ada di semua tempat dan KAHMI mewarnai semua tempat, boleh berperan jadi apa saja. Tapi, kita jaga bendera ini tetap berkibar tinggi, warnanya hijau-hitam,” tandas Anies.

Baca Juga: Ramali Padang jadi Ketua Tim AFPI Kepri

Rakornas IV KAHMI juga turut dihadiri beberapa pengurus dan tokoh KAHMI serta undangan lainnya, di antaranya Bendahara Umum MN KAHMI, Achmad Nasir Biasane; Gubernur pertama Kepri, Ismeth Abdullah; Direktur Utama PT Insan Cita Sejahtera Mandiri, Hanifah Husein; MW KAHMI dan FORHATI se-Indonesia; MD KAHMI se-Kepri; serta pengurus HMI Badko Riau-Kepri dan HMI Cabang se-Kepri.(ali)

IKLAN BP BINTAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin