Home Warta Nusantara

PT Len Industri Segera Pasang Alat Deteksi Gempa Bumi di 39 Lokasi, Mayoritas di Indonesia Bagian Timur

17
Ilustrasi. Sileismograf manual.

Barakata.id, Jakarta- Manajer Rekayasa Sistem Unit Bisnis ICT & Navigasi PT Len Industri Yudhistira Utomo mengatakan 39 lokasi pemasangan seismograf mayoritas berada di Indonesia bagian timur.

Sekedar diketahui, Seismograf merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur gempa atau getaran yang terjadi pada permukaan bumi. Seismograf disebut juga seismometer yang dalam bahasa Yunani berarti mengukur gempa bumi.

Baca juga:

Seismograf akan mencatat getaran dalam bentuk grafik yang disebut seismogram. Seismograf juga berperan dalam menentukan lokasi episentrum.

Menurut Yudhistira, alasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membangun 39 stasiun pemantauan gempa bumi baru di wilayah Indonesia bagian timur itu, lantaran belum serapat jaringan sensor seismik di Indonesia bagian barat.

“Stasiun juga tetap menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) produksi Len Industri sebagai sumber catu dayanya,” ungkap Yudhistira dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/12/2020).

Baca juga:

Ia mengatakan, saat ini data yang diterima semakin banyak sehingga akurasi dan kecepatan informasi penentuan gempa dapat meningkat.

“Saat ini sudah di kisaran 4 hingga 5 menit untuk informasi peringatan gempa (semenjak kejadian])” tambah Yudhistira.

Diketahui, BMKG memiliki program peringatan dini tsunami yang dikenal dengan nama Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS). Sistem ini menggabungkan antara data seismik, data GPS, data Buoy, dan data Tide Gauge.

Pada sistem InaTEWS, data seismik menjadi ujung tombak observasi, karena dapat mendeteksi potensi tsunami dalam waktu 4-5 menit setelah kejadian gempa bumi.

Baca juga:

Dengan dibangunnya 39 titik stasiun miniregional monitoring gempa bumi baru yang akan dilakukan oleh BUMN bidang teknologi PT Len Industri ini, maka seismograf BMKG kini akan berjumlah 411 unit. Di 2019 lalu, sudah terpasang sebanyak 194 unit.

“Di Indonesia bagian Barat, sudah dipasang dua stasiun di selatan Pulau Jawa. Lokasinya di Yogyakarta,” kata Yudhistira.

Yudhistira mengatakan, yang membedakan tahun ini dengan tahun 2019 lalu, tahun ini menggunakan sistem posthole seismometer, dimana seismometer akan dimasukkan ke dalam lubang.

Baca juga:

“Ini untuk mengurangi environment noise terhadap data sehingga dapat melakukan improvement kualitas data,” jelasnya.

****

Editor:Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin