Home Warta Nusantara

Program Baktiku Negeri Telkomsel Raih Dua Juara Internasional

74
Program CSR Baktiku Negeri Telkomsel raih dua juara di ajang WSIS Prizes 2019 di Jenewa, Swiss. (Dok. Telkomsel)

Jakarta – Program corporate social responsibility (CSR) Telkomsel, Baktiku Negeri, meraih dua gelar juara internasional di ajang The World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2019. Baktiku Negeri berhasil menyisihkan 1.062 program inisiatif lain dari berbagai belahan dunia.

Di ajang penghargaan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang digelar oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Jenewa, Swiss itu, program CSR Telkomsel mendapat pengakuan bersama 72 program pilihan lain dari seluruh dunia. Lewat Baktiku Negeri, Telkomsel dinilai berkomitmen untuk mendukung pembangunan Indonesia melalui teknologi.

“Telkomsel dinilai konsisten menghadirkan program-program berbasis digital hingga ke wilayah pelosok Indonesia,” kata General Manager CSR Telkomsel, Tubagus Husniyullah dalam keterangan tertulisnya pada barakata.id, Rabu (8/5/19).

Tubagus mengatakan, setelag melalui tahapan seleksi ketat oleh International Telecommunication Union (ITU) – badan tertinggi PBB pada bidang teknologi dan informasi – Baktiku Negeri Telkomsel memenangi dua kategori sekaligus dari 18 kategori yang dikompetisikan.

“Yaitu kategori e-business dengan proyek Baktiku Untuk Petani dan kategori e-agriculture untuk submisi kegiatan Baktiku Negeriku,” kata dia.

Pada fase pertama tahun lalu, lanjut Tubagus, program Baktiku Negeri telah berhasil meraih gelar juara di ajang yang sama. Menurutnya, bisa mendapatkan kembali dua penghargaan sekaligus di ajang WSIS, menjadi apresiasi yang menegaskan bahwa inisiatif Telkomsel untuk mendukung terwujudnya ekosistem ‘Indonesia Digital’ melalui program edukasi teknologi kepada masyarakat hingga ke pelosok desa, telah diakui oleh dunia.

“Sebuah pengakuan yang juga menuntut kami untuk terus melakukan inovasi dalam bidang teknologi yang mampu memberi dampak besar terhadap peningkatan kehidupan masyarakat dan lingkungannya,” katanya.

Dalam kategori e-business, Telkomsel mengunggulkan inisiatif ‘Baktiku Untuk Petani’ sebagai bagian dari program Baktiku Negeriku yang mengenalkan platform dan aplikasi pemasaran melalui daring (e-commerce). Program ini sebagai solusi bagi petani untuk mengurangi ketergantungan pada perantara atau tengkulak yang biasanya bertindak sebagai jembatan antara petani dan konsumen.

Dengan aplikasi ini, petani memiliki keleluasaan dalam bertransaksi jual-beli langsung dengan konsumennya.

Sementara untuk kategori e-agriculture, Telkomsel mengusung karya pilihan program Baktiku Negeriku dengan menghadirkan platform serta aplikasi yang mendukung program edukasi kepada masyarakat desa. Edukasi yang diberikan meliputi kewirausahaan, literasi keuangan dan pemasaran secara digital melalui pemanfaatan platform aplikasi digital yang juga bernama Baktiku Negeriku.

Penganugerahan pemenang diberikan langsung oleh Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU), Houlin Zhao. Para Champion WSIS Prizes tersebut didampingi khusus oleh Direktur Jenderal Pos dan Pemberdayaan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof Ahmad M Ramli bersama dengan Hasan Kleib (Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa), WTO dan organisasi internasional lainnya bersama Delegasi RI.

Tubagus mengatakan, dalam pelaksanaan dan eksekusi sosialisasi di lapangan, Telkomsel melibatkan para karyawan dari seluruh Indonesia untuk menjadi eksekutor melalui program kerja sukarela atau Employee Volunteer. Mereka berkolaborasi dengan organisasi Serikat Pekerja Telkomsel atau SEPAKAT dalam mewujudkan kontribusi secara langsung membangun masyarakat digital Indonesia.

“Aksi ini sekaligus bertujuan untuk membangun kedekatan antara institusi dengan masyarakat sekitar tempat mereka berkarya,” kata dia.

Sekretaris Jenderal ITU, Houlin Zhao (tengah) bersama para Champion WSIS Prizes dari Indonesia di acara WSIS Prizes 2019 di Jenewa, Swiss. (Dok. Telkomsel)

Tubagus menjelaskan, program CSR Baktiku Negeriku memiliki tujuan pengembangan pada empat aspek utama, yaitu stakeholder relationship, community development, employee involvement serta industrial relationship. Program ini dikolaborasikan dengan Corporate Management melalui keterlibatan Serikat Pekerja Telkomsel.

Kegiatan utama program ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat desa yang dilakukan oleh para karyawan secara sukarela, dengan materi tentang kewirausahaan, literasi keuangan dan pemasaran secara digital melalui pemanfaatan platform aplikasi digital bernama Baktiku Negeriku. Telkomsel juga menyediakan fasilitas Pusat Digital (Digital Center) di desa yang dituju.

Baktiku Negeriku telah berjalan dalam dua periode. Fase pertama dilaksanakan pada tahun 2017-2018 dan digelar di 8 titik se-Indonesia.

Fase kedua sudah berjalan bulan Desember 2018 lalu di 7 titik yaitu di Desa Gambung – Ciwidey, Desa Salem – Purwakarta, Desa Simanindo – Samosir, Desa Kinali – Pasaman Barat, Desa Ponggok – Blitar, Desa Bontosunggu – Selayar dan Desa Labengki Kecil – Kendari. Sedangkan fase terakhir sudah teralksana di Kaimana, Papua Barat pada minggu terakhir April 2019.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin