Home Nusantara

Polri Tegaskan Tidak Ada Pelanggaran Hukum di Kunjungan Presiden Jokowi ke NTT

Karo penmas Polri
Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Rusdi Hartono. F: humas polri

Barakata.id, Jakarta-  Polri membantah menolak laporan terkait kerumunan massa dalam kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu.

Laporan itu diketahui dibuat oleh Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI). Selain Jokowi, mereka juga turut melaporkan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat.

“Sebenarnya bukan menolak laporan,” jelas Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Rusdi Hartono seperti dikutip Barakata.id di website resmi Polri, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: 

Brigjen Rusdi mengatakan, berdasarkan hasil konsultasi dengan pihak pelapor, dinyatakan bahwa laporan itu tak bisa dilanjutkan. Sebab, tak ditemukan pelanggaran hukum.

“Kepala SPKT Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa tidak ada pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut, sehingga tidak di lanjutkan dengan membuat sebuah laporan polisi,” tuturnya.

Dikutip dari bisnis.com, Guru Besar Universitas Indonesia Profesor Zubairi Djoerban buka suara ihwal kerumunan warga yang terjadi saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pengurus Besar IDI (Satgas Covid-19 PB IDI), via akun Twitternya, @ProfesorZubairi, Kamis (25/2/2021) 05.47 WIB, mengaku baru saja menonton video kunjungan presiden ke NTT.

Dia mengakui bahwa kerumunan akan selalu menjadi perhatian utama, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, jangan sampai ada anggapan bahwa ada kerumunan yang boleh dan ada yang tidak boleh.

“Saya baru saja nonton video presiden. Intinya. Kerumunan akan selalu jadi sorotan. Apalagi menyangkut situasi saat ini. Anak-anak belajar daring dan usaha kecil menderita. Mereka akan bertanya-tanya, kenapa kerumunan itu boleh dan kenapa kerumunan yang lain tidak boleh.

Baca juga: 

Sejumlah tokoh turut mengomentari kerumunan warga yang terjadi saat kunjungan Presiden Jokowi ke Maumere, NTT. Salah satunya adalah Politisi Partai Demokrat Benny K. Harman.

Jokowi
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meresmikan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (23/2/2021). F: Sekretariat Presiden

Melalui akun Twitter resminya, @BennyHarmanID, Rabu (23/2/2021) pukul 21.20 WIB, Wakil Ketua Komisi III DPR ini mengaku akibat peristiwa itu ingat dengan kerumunan yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta untuk menyambut Habib Rizieq Shihab.

Seperti diketahui, Rizieq Shihab terlibat dalam tiga perkara tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan akibat kerumunan yang tercipta. Locus delicti peristiwa tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan itu terjadi di wilayah Petamburan Jakarta Pusat, Megamendung Puncak Bogor, dan di RS Ummi, Bogor.

“Luar biasa rakyat Maumere Flores sambut Presiden Jokowi. Mereka tumpah ruah ke jalan, rela terpapar Covid hanya utk melihat langsung wajah Presiden. Teringat saya dgn masyarakat sambut Habib Riziek di Bandara Soetta saat pulang dari LN. Seolah tdk percaya bahaya Covid. Monitor!” demikian tulis legislator asal NTT ini di Twitter.

Baca juga: 

Sebelumnya, pihak Istana juga telah memberikan klarifikasi ihwal kerumunan warga yang menyambut Presiden Jokowi di NTT. Komentar itu dirilis setelah video kerumunan warga itu tersebar di media sosial.

Dalam video itu, Jokowi muncul dari jendela atas mobil yang ditungganginya. Masyarakat beramai-ramai mendekat ke mobil Presiden. Setelah muncul, Eks Gubernur DKI Jakarta itu memberi aba-aba kepada warga sambil memegang masker yang dikenakan.

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin membenarkan video tersebut saat Jokowi di Maumere. Dia menyebutkan saat dalam perjalanan, masyarakat sudah menunggu rangkaian di pinggir jalan.

“Saat rangkaian melambat, masyarakat maju ke tengah jalan, sehingga membuat iring-iringan berhenti,” katanya, Selasa (23/2/2021).
Menurutnya, saat itu merupakan sebuah spontanitas dan antusiasme masyarakat Maumere saat menyambut kedatangan presiden. Lantaran atap mobil Jokowi dapat dibuka, Jokowi kemudian menyapa masyarakat sekaligus mengingatkan untuk menggunakan masker.

“Karena kalau diperhatikan, dalam video tampak saat menyapa pun Presiden mengingatkan warga untuk menggunakan masker dengan menunjukkan masker yang digunakannya,” terangnya.

Baca juga: 

Terkait pemberian souvenir kepada warga, Bey menyebut hal itu merupakan spontanitas Presiden untuk menghargai antusiasme masyarakat. Souvernir yang diberikan berupa buku, kaos dan masker.

*****
Editor: Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin