Home Warta

Polri Catat 1.300 Orang Laporkan Perusahaan EDCCash

Perusahaan EDCCash
Ilustrasi (Foto: Piqsels)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id- Bareskrim Polri catat 1.300 orang laporkan Perusahaan E-Dinar Coin Cash (EDCCash). Ribuan orang tersebut melapor sebagai saksi dan korban. Perusahaan tersebut dilaporkan atas dugaan penipuan investasi bodong dalam bentuk uang kripto.

Banyaknya jumlah laporan itu turut dipengaruhi adanya posko pengaduan yang disiapkan kepolisian untuk memudahkan para korban melapor.

“Dari jumlah tersebut yang sudah diperiksa 63 orang,” kata Dirtipidsus Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika, Minggu, (6/6/21) dikutip dari laman tribaratanews.polri.go.id.

Baca Juga:

Helmy mengatakan pihaknya akan berupaya mengembalikan kerugian para korban. Nantinya pengembalian dana akan dimaksimalkan melalui aset tersangka yang disita penyidik.

Nantinya polisi akan menyita seluruh aset para tesangka atau perusahaan EDC Cash. Setelah itu, pengembalian dana korban akan diupayakan.

Hingga saat ini sudah ada beberapa barang bukti yang disita penyidik, di antaranya sertifikat hak milik tanah, akta jual beli dan surat pemesanan kavling.

Selain itu barang bukti lainnya yang turut disita yaitu uang pecahan dengan berbagai macam mata uang, logam mulia, laptop, ponsel, komputer, buku tabungan dan ATM, 5 sepeda motor dan 21 mobil.

“Nilainya masih kami hitung. Penyidik masih mencari aset yang merupakan hasil kejahatan,” ujarnya.

Saat ini polisi telah menetapkan enam tersangka. Dua diantaranya adalah AY sebagai CEO Perusahaan EDCCash dan S istri AY yang menjadi exchanger EDCCash.

Baca Juga:

Selain keduanya, orang lain yang ditangkap adalah BA sebagai programmer sekaligus exchanger EDCCash, kemudian EK sebagai admin dan IT Support.

Lalu AW sebagai pembuat acara launching basecamp EDCCash Nanjung Sauyunan Bogor, AW ini juga upline dengan anggota terbanyak yaitu 20 ribu orang. Kemudian satu lagi MR, upline dengan anggota 78 orang.

Dilansir dari kompas.com, EDCCash ini telah memiliki 57 ribu anggota se Indonesia. 57 ribu orang itu telah berinvestasi di EDCCash dengan masing-masing membayar Rp5 juta untuk bergabung.

***

Editor: Asrul R

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin