Home Nusantara

Polda Sulteng Bongkar Praktik Prostitusi BO Anak Bawah Umur

Prostitusi anak bawah umur
Ditreskrimum Polda Sulteng berhasil bongkar praktek prostitusi di Palu, Selasa (30/3/2021). F: humas Polri

Barakata.id, Palu – Tim Subdit IV Ditreskrimum Polda Sulteng berhasil membongkar praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di Kecamatan Palu Selatan, Sulawesi Tengah pada Jumat (26/3/2021) malam.

Dirreskrimum Polda Sulteng Kombes Polisi Novia Jaya, SH,MM memimpin langsung dalam kegiatan penggerebekan, setelah mendapatkan informasi masyarakat terkait adanya praktik prostitusi di dua Home Stay lokasi berbeda.

“Berdasarkan informasi masyarakat, kami langsung bergerak ke Home Stay C di Jalan Basuki Rahmat, Palu menjadi target pertama yang kami datangi  dan dilakukan penggeledahan, pemeriksaan di dua kamar ditemukan sebanyak 15 muda-mudi dan hasil identifikasi terdapat anak di bawah umur,” ungkap Dirreskrimum Polda Sulteng, Kombes Pol Novia Jaya seperti di kutip dari laman resmi Polri, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: 

Selesai melakukan penggrebekan di Jalan Basuki Rahmat, lanjut Dirreskrimum, anggota bergeser ke  Home Stay RJ di jalan Anoa Palu. Di tempat ini, tepatnya di kamar 05 tim berhasil menemukan 7 muda-mudi yang beberapa di antaranya juga masih di bawah umur.

“Hasil penyidikan Subdit IV Ditreskrimum, terungkap adanya praktik prostitusi yang melibatkan anak-anak di bawah umur,” ungkap Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Suprano

Didik mengungkapkan hasil penggrebekan tersebut Polisi juga mengamankan beberapa alat kontrasepsi, 13 buah handphone berbagai merk, pisau, pirex, korek, sedotan, dan lain-lain.

Dari 22 muda-mudi yang diamankan, 7 orang berstatus korban masing-masing inisial AN (16 th), MR (17 th), NM (17 th), BR (14 th), EE (23 th), S (19 th) dan RS (19 th), sedangkan 4 orang ditetapkan sebagai tersangka yakni WS (22 th), HG (26 th), VR (17 th) dan MR (17 th).

Mantan Wadirreskrimum Polda Sulteng ini menjelaskan, modus yang dilakukan para pelaku adalah korban menerima Boking Order (BO) untuk pelayanan Jasa Prostitusi melalui Aplikasi Whatshap (WA) maupun “Me Chat” dengan tarif mulai dari Rp 300.000  hingga Rp1.500.000,-.

Baca juga: 

“Modus berikutnya, para tersangka mencari pelanggan yang korbanya adalah anak-anak untuk Boking Order (BO) pelayanan Seksual. Ketika mereka sudah mendapatkan pelanggan dan terjadi transaksi yang bersangkutan mendapat upah berupa uang dengan jumlah bervariasi yang telah ditentukan. Dari hasil pelayanan Jasa seksual masing-masing korban memberikan tips kepada muncikarinya mulai dari Rp50.000 sampai Rp500.000,” ungkap Kabid Humas.

Mantan Kapolres Kolaka Sultra ini juga menjelaskan, korban terpaksa melakukan prostitusi dikarenakan terhimpit permasalahan ekonomi, kurang perhatian orangtua dan ada masalah di keluarganya.

Dikatakan Kabid Humas, empat orang yang ditetapkan tersangka, dua di antaranya tidak dilakukan penahanan karena masih di bawah umur.

“Tersangka, kata  Kabid Humas, diduga melakukan tindak pidana exploitasi terhadap anak secara ekonomi dan seksual dan menjadi muncikari,” ujarnya.

Baca juga:

Para tersangka dijerat dengan Pasal 88 Jo pasal 76 huruf (i) UU N0 35 Tahun 2014 Tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHPidana, dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp 200 Juta.

“Diimbau kepada masyarakat Sulawesi Tengah khususnya orangtua untuk melakukan pengawasan terhadap pergaulan yang dilakukan anaknya. Jangan biarkan anak-anak terjerumus dalam pergaulan seks bebas, narkoba, minuman keras, siapa lagi yang mau peduli kalau bukan orang tuanya sendiri,” tutup Kabidhumas Polda Sulteng.

*****

Editor: Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin