Home Nusantara Pimpinan KKB Kirim Surat Melalui Pastor, Setelah Menembak Mati Warga Sipil

Pimpinan KKB Kirim Surat Melalui Pastor, Setelah Menembak Mati Warga Sipil

187
Ilustrasi. Penembakan.
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Jakarta- Aksi Kelompok kriminal Bersenjata (KKB) di Intan Jaya, terjadi belakangan ini semakin membabibuta.

Seorang warga sipil bernama Boni Bagau dilaporkan tewas tertembak KKB di sekitar perbatasan Distrik Sugapa-Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya pada Sabtu (30/1/2021).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal membenarkan adanya kasus penembakan yang dilakukan oleh KKB terhadap warga sipil di daerah tersebut.

Baca juga: 

Iya benar, ada laporan penembakan menewaskan Boni Bagau yang dilaporkan keluarga korban Wilem Bagau, ke Polsek Sugapa pada Sabtu (30/1),” kata Kabid Humas Kombes Ahmad Kamal di Jayapura dikutip dari CNN Indonesia.com, Senin (1/2/2021).

Kombes Kamal mengatakan, informasi tentang penembakan warga sipil bernama Boni Bagau itu, diperkuat dengan surat yang dibawa Pastor Yustinus Rahangiyar dari KKB pimpinan Undius Kogoya.

Surat yang dibawa rohaniwan tersebut, katanya, ditujukan ke TNI-Polri di Intan Jaya yang menyatakan melakukan penembakan terhadap warga sipil di sekitar perbatasan antara Distrik Sugapa-Distrik Homeyo.

Baca juga: 

“Isi surat dari KKB menyatakan penembakan terhadap korban karena diduga mata-mata TNI-Polri,” kata Kamal.

Kamal mengatakan, dari laporan yang diterima setelah menerima laporan tersebut kemudian dilakukan pertemuan dengan pihak keluarga korban di Polsek Sugapa, Sabtu (30/1/2021) malam.

Pertemuan dilanjutkan keesokan harinya, Minggu (31/1) bertempat di ruangan Pastoran Kampung Bilogai, Distrik Sugapa yang dihadiri TNI-Polri, para tokoh dan keluarga korban (Wilem Bagau) yang membahas rencana evakuasi jenazah Boni Bagau.

Orang tua korban, Gad Bagau, meminta agar jenazah Boni dimakamkan di kampung Agapa, karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan apabila diambil atau dibawa ke Distrik Sugapa maupun Distrik Homeyo.

Baca juga: 

“Aparat keamanan TNI – Polri sendiri masih melakukan penyelidikan terkait dengan laporan penembakan tersebut” ujar Kamal.

Sebagai informasi, Undius Kogoya dikenal sebagai pimpinan KKB wilayah Intan Jaya. Pada 6 Januari lalu, kelompok itu pun dituding sebagai pembakar pesawat milik Mission Aviation Fellowship (MAF) di Bandara Kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya.

Sebelumnya juga dilaporkan bahwa, aksi terror KKB di Papua kembali terjadi pada Jumat (22/1). Dua prajurit TNI dilaporkan gugur dalam baku tembak yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya.

“KKB di Papua kembali melakukan aksi teror dengan menembaki prajurit TNI dari Yonif R 400/BR yang mengakibatkan dua prajurit TNI gugur,” kata Kepala Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogabwilhan) III Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa dalam keterangan tertulisnya.

Peristiwa penembakan dikatakan terjadi sekitar waktu subuh pukul 06. 30 hingga pukul 12.00 WIT.

“Benar terjadi kontak tembak antara KKB dengan Satgas Pamtas di Kampung Titigi, mulai pukul 06.30 WIT. Sampai saat ini (pukul 12:00 WIT) masih terjadi kontak tembak,” tuturnya.

Prajurit TNI Pratu Roy Vebrianto ditembak usai melaksanakan shalat Subuh di Pos Titigi Yonif Raider 400/BR di Kampung Titigi, Intan Jaya, Papua.

Menurut Suriastawa, Pratu Roy ditembak dari jarak 200 meter usai melaksanakan ibadah shalat Subuh.

“Pratu Roy ditembak dari jarak 200 meter pada saat melaksanakan pembersihan usai melaksanakan ibadah shalat Subuh,” ucap dia.

Baca juga: 

Sementara itu, korban lainnya, Pratu Dedi dari Pos Hitadipa, menjadi korban penembakan saat melakukan pengejaran.

“Korban juga ditembaki secara membabi buta dari arah ketinggian di hutan yang terletak antara Kampung Sugapa Lama dan Kampung Hitadipa,” kata Suriastawa.

Menjelang petang, Suriastawa melaporkan kedua korban tersebut akan dievakuasi ke Timika menggunakan Heli Caracal.

Jauh sebelum insiden penembakan ini, dua anggota Yonif 400/BR meninggal saat kontak senjata dengan KKB, yakni Pratu Firdaus pada 7 November 2020 lalu dan Prada Agus Kurniawan pada 11 Januari.

Yonif 400 BR diketahui bermarkas di Semarang, Jawa Tengah, tergabung dalam satuan tugas pengamanan daerah rawan.

*****

Editor: Ali Mhd

 

 

 

Advertisement
SebelumnyaAbu Janda Diperiksa Penyidik, 1.000 Pengacara Siap Bantu
SelanjutnyaEmpat Pejabat Pemko Tanjungpinang Positif Covid-19, Satu Meninggal