PHRI Batam: Singapura Libur Panjang, Hotel di Batam Penuh

38

Barakata.id, Batam – Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Mansur mengatakan, saat ini penginapan di kota ini penuh. Tingkat hunian hotel rata-rata lebih dari 90 persen, menyusul libur nasional 2 hari bagi warga Singapura.

“Mayoritas hotel di Nagoya Jodoh penuh. Untuk yang di pinggiran, seperti di wilayah Batuaji, tingkat hunian sampai 70 persen,” kata Mansur, Jumat (9/8/19).

Baca Juga : Isdianto Optimistis Kunjungan Wisman Kepri Lewati Bali

Saat ini, menurut Mansur, warga Singapura tengah menikmati akhir pekan panjang, libur mulai 9 sampai 11 Agustus 2019. Dua libur nasional itu adalah National Day pada 9 Agustus dan Hari Raya Idul Adha pada 11 Agustus 2019.

Sejak Kamis sore, kata Mansur, wisman dari Singapura mulai datang ke Batam dan menginap di hotel-hotel. Namun, puncak kedatangan mereka diperkirakan pada Jumat ini, 9 Agustus 2019.

“Ini karena Lebaran Haji juga, makanya publik holiday sudah dimulai kemarin,” kata dia

Mansur berharap, wisman dapat menikmati akhir pekan panjangnya di Batam. Untuk memenuhi kebutuhan warga yang bepergian, operator kapal menambah jadwal pelayaran Singapura-Batam.

Terpisah, Manager Operasional PT Synergy Tharada, pengelola Pelabuhan Internasional Batam Centre, Nika Astaga mengatakan, pada 9 Agustus operator menambah 7 pelayaran serta pada 11 dan 12 Agustus 2019 menambah 18 pelayaran.

Baca Juga : Ribuan Wisman Akan Hadir di Peresmian Masjid Raya Batam II

Penambahan pelayaran dilakukan seluruh operator kapal, yaitu Majestic, Batamfast dan Sindo Ferry. 

“Pada tanggal 9 Agustus, terjadi penambahan 7 ekstra trip, sedangkan yang reguler saja ada 45, jadi semuanya 52 trip PP. Untuk tanggal 11 saat hari Raya Haji, ada penambahan 18 trip, khusus ke Singapura. Itu untuk tanggal 11-12 Agustus 2019,” kata Nika.

Pergerakan wisman di Kepri

Sebelumnya, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar, Dessy Ruhati menambahkan, optimalisasi pergerakan wisman di Kepri terlihat dari empat pintu masuk yakni Kota Batam, Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Karimun.

Kemenpar mencatat, turis asing yang masuk melalui Batam sebanyak 69,54 persen atau sekitar 460.710 wisman. Sedangkan melalui Bintan mencapai 21,23 persen dengan pergerakan 142.671 wisman.

Adapun wisman yang datang melalui Tanjungpinang sebesar 5,67 persen atau 38.104 wisman, lalu 4,57 persen atau sekitar 30.692 pelancong asing masuk dari Karimun.

“Pergerakan wisman memberikan dampak positif. Kehadirannya turut menggerakkan perekonomian di Kepri. Mereka melakukan transaksi untuk membeli kuliner, beragam cenderamata, juga lainnya. Ada banyak keuntungan ekonomi yang dinikmati masyarakat Kepri,” kata Dessy.

Baca Juga : Kunjungan Wisman Tingkatkan Perekonomian Kepri

Melesatnya pergerakan wisman di Kepri didominasi wisatawan Singapura. Sepanjang triwulan I 2019, kunjungan turis asal Singapura tercatat mencapai 310.367 orang. Diikuti wisman asal Malaysia dengan 69.852 orang dan Tiongkok dengan 68.446 orang.

“Pergerakan dari wisatawan Singapura memang sangat bagus. Meski demikian, negara lain tetap memiliki potensi sama besar. Untuk itu branding besar diberikan merata. Kami yakin, pergerakan wisman di luar top 3 Kepri akan optimal hingga akhir tahun,” ujarnya.

Menurut Dessy, selama ini Kepri dianggap wisman sebagai destinasi yang eksotis lantaran alam, dan budaya di Kepri yang “luar biasa”. Tak hanya mengandalkan panorama alam, Kepri juga banyak menawarkan wisata kuliner dan belanja.

“Kombinasi pariwisata di Kepri memang sangat menggiurkan,” ujarnya.

Untuk tingkat okupansi hotel di Kepri tercatat berada di kisaran 49-50 persen. Sedangkan untuk length of stay atau lama menginap wisman rata-rata mencapai 1,92 hari.

*****

Sumber : Tempo.co

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini