Home Catatan Peta Jalan dan Arah Konfigurasi Baru Polri: Pengabdian bagi Indonesia Maju

Peta Jalan dan Arah Konfigurasi Baru Polri: Pengabdian bagi Indonesia Maju

357
Himbauan Pemprov Kepri
Presiden RI Jokowi didampingi Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia) ketika menghadiri Upacara Perayaan HUT Bhayangkara ( Polri) di Jakarta, Indonesia.

Referensi ini, antara lain : ada Irjen Pol. Anton Setiadji (Adhi Makayasa 1983), pernah menjadi Kapolda Bangka Belitung, Kepala Divisi Hukum Mabes Polri, Kapolda Sulawesi Selatan Dan Sulawesi Barat, jabatan tertinggi dan terakhir sebagai Kapolda Jawa Timur dengan pangkat Irjen, sudah mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri. Ada Irjen Pol. Purn. Wahyu Indra Pramugari (Adhi Makayasa 1984), pernah menjadi Kapolda Sumatera Barat, saat itu Polda masih bertipe B, jabatan tertinggi dan terakhir sebagai Kepala Sespim Lembaga Diklat Mabes Polri dengan pangkat Irjen, sudah mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri. Ada Irjen Pol. Purn. Sigit Sudarmanto (Adhi Makayasa 1985), pernah menjadi Kapolda Sulawesi
Tenggara, jabatan tertinggi dan terakhir sebagai Wakil Kepala Lembaga Diklat Mabes Polri dengan pangkat Irjen, sudah mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri.

Kemudian ada lulusan Akpol tahun 1986, yaitu : Komjen Pol. Moechgiyarto (Adhi Makayasa 1986), kini menjabat Irwasum Mabes Polri, pernah menjadi Wakil Kapolda Jawa Timur, Kapolda Nusa Tenggara Barat, saat itu Polda masih bertipe B, Kepala Divisi Hukum Mabes Polri, Kapolda Jawa Barat, Kapolda Metro Jaya, Kepala Lembaga Diklat Mabes Polri, Kepala Badan Harkam Mabes Polri, lahir Mei 1962, usia 57 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Mei 2020.

Selanjutnya ada Jenderal Pol. Tito Karnavian (Adhi Makayasa 1987), kini menjabat Menteri Dalam Negeri RI Kabinet Indonesia Maju, pernah menjadi Kepala Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Deputi Bidang Penindakan Dan Pembinaan Kemampuan BNPT-RI, Kapolda Papua, Asisten Perencanaan Dan Anggatan Kapolri, Kapolda Metro Jaya, Kepala BNPT-RI, dan Kapolri, lahir Oktober 1964, usia 55 tahun.

Adapun beberapa perwira tinggi pejabat Polri lulusan terbaik Akpol peraih penghargaan Adhi Makayasa, yang potensial menempati komposisi dan mengisi formasi kepemimpinan terpenting dan strategis Polri untuk masa kini dan masa depan, antara lain : ada Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel (Adhi Makayasa 1988 B), kini menjabat Kapolda Jawa Tengah, pernah menjadi Wakil Kapolda Jawa Barat, Kepala STIK/Gubernur PTIK Lembaga Diklat Mabes Polri, Kapolda Sumatera Utara, Gubernur Akpol Lembaga Diklat Mabes Polri, lahir Agustus 1966, usia 53 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Agustus 2024. Ada Irjen Pol. Ahmad Dofiri (Adhi Makayasa 1989), kini menjabat Asisten Logistik Kapolri, pernah menjadi Kapolda Banten, saat itu Polda masih bertipe B, Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta, lahir Juni 1967, usia 52 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juni 2025.

Kemudian ada Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak (Adhi Makayasa 1990), kini menjabat Asisten Operasi Kapolri, pernah menjadi Kapolda Papua Barat, lahir Agustus 1968, usia 51 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Agustus 2026. Ada Brigjen Pol. Wahyu Widada (Adhi Makayasa 1991), kini Kapolda Gorontalo, pernah menjadi Wakil Kapolda Riau, lahir September 1969, usia 50 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, September 2027.

Selanjutnya ada Brigjen Pol. Suharyono (Adhi Makayasa 1992), kini menjabat Pejabat Struktural di BIN-RI, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri agak relatif lebih cepat karena memiliki NRP agak relatif tidak muda. Ada Brigjen Pol. Rudi Darmoko (Adhi Makayasa 1993), kini menjabat Kepala Biro Kurikulum STIK/PTIK Lemdiklat Mabes Polri, lahir Desember 1971, usia 48 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Desember 2029.

Baca Juga :
Polri, Negara Hukum Pancasila dan Tantangan Indonesia Maju

Berikutnya ada Kombes Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar (Adhi Makayasa 1994), kini menjabat Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, lahir November 1971, usia 48 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, November 2029. Ada Kombes Pol. Sandi Nugroho (Adhi Makayasa 1995), kini menjabat Kepala Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur, lahir Juli 1973, usia 46 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juli 2031. Ada Kombes Pol. Johnny Eddizon Isir (Adhi Makayasa 1996), kini menjabat Kepala Polrestabes Medan Polda Sumatera Utara, lahir Juni 1975, usia 44 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juni 2033.

Konfigurasi kepemimpinan dan formasi kehadiran para perwira menengah dan perwira tinggi Polri, pada dasarnya juga mengandung sistem nilai meritokrasi. Demikian halnya terhadap lulusan Akpol dari sisi bobot jabatan ; tingkatan kepangkatan ; tahun kelulusan dan kelahiran masing-masing.

Ada sejumlah perwira tinggi pejabat Polri lulusan Akpol tahun 1987, Akpol tahun 1988 A, Akpol tahun 1988 B, yang potensial menempati komposisi dan mengisi formasi kepemimpinan terpenting dan strategis Polri dari sisi perspektif ini untuk masa kini dan masa depan.

Lulusan dari Akpol tahun 1987, antara lain : Komjen Pol. Arief Sulistyanto, kini menjabat Kepala Lembaga Diklat Mabes Polri, pernah menjadi Kapolda Kalimantan Barat, saat itu Polda masih bertipe B, Staf Ahli Kapolri Bidang Menejemen, Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri, Kepala Badan Reskrim Mabes Polri, lahir Maret 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Maret 2023. Komjen Pol. Agung Budi Maryoto, kini menjabat Kepala Badan Intelkam Mabes Polri, pernah menjadi Kapolda Kalimantan Selatan, saat itu Polda masih bertipe B, Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri, Kapolda Sumatera Selatan, Kapolda Jawa Barat, lahir Februari 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Februari 2023. Irjen Pol. Luki Hermawan, kini menjabat Kapolda Jawa Timur, pernah menjadi Wakil Kepala Badan Intelkam Mabes Polri, lahir April 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, April 2023. Februari 2023. Irjen Pol. Paulus Waterpauw, kini menjabat Kapolda Papua, pernah menjadi Wakil Kapolda Papua, Kapolda Papua Barat, Wakil Kepala Badan Intelkam Mabes Polri, Kapolda Sumatera Utara, bahkan dulu pernah menjadi Kapolda Papua sebelum sekarang ini, lahir Oktober 1963, usia 56 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Oktober 2021.

Dari lulusan Akpol tahun 1988 A, untuk masa kini dan masa depan ini, ada sejumlah perwira tinggi pejabat Polri, yang berpotensi menempati komposisi dan mengisi formasi kepemimpinan terpenting dan strategis Polri.

Lulusan tersebut antara lain : Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono, kini menjabat Wakil Kapolri, pernah menjadi Wakil Kapolda Sulawesi Selatan, Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Ekonomi, Asisten Perencanaan Dan Anggaran Kapolri, Kapolda Metro Jaya, lahir Juni 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juni 2023. Irjen Pol. Nana Sujana, kini menjabat Kapolda Metro Jaya, pernah menjadi Wakil Kapolda Jambi, saat itu Polda masih bertipe B, Wakil Kapolda Jawa Barat, Kapolda Nusa Tenggara Barat, lahir Maret 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Maret 2023. Irjen Pol. Boy Rafli Amar, kini menjabat Wakil Kepala Lembaga Diklat Mabes Polri, pernah menjadi Kapolda Banten, saat itu Polda masih bertipe B, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Kapolda Papua, lahir Maret 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Maret 2023. Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose, kini menjabat Kapolda Bali, pernah menjadi Deputi Bidang Kerjasama Internasional BNPT-RI, lahir November 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, November 2023. Irjen Pol. Eko Indra Heri, kini menjabat Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri, lahir November 1964, usia 55 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, November 1922. Irjen Pol. Hendro Sugiatno, kini menjabat Asisten Perencanaan Dan Anggaran Kapolri, lahir Desember 1964, usia 55 tahun, mengakhiri masa Pengabdian sebagai Anggota Polri, Desember 2022. Komjen Pol. Dharma Pongrekun, kini menjabat Wakil Kepala BSSN-RI, pernah menjadi Deputi Bidang Identifikasi Dan Deteksi BSSN-RI, lahir Januari 1966, usia 53 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Januari 2024.

Selanjutnya untuk masa kini dan masa depan, ada beberapa perwira tinggi pejabat Polri lulusan Akpol tahun 1988 B, yang berpotensi menempati komposisi dan mengisi formasi kepemimpinan terpenting dan strategis Polri. Lulusan tersebut antara lain : Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel, kini menjabat Kapolda Jawa Tengah, pernah menjadi Wakil Kapolda Jawa Barat, Kepala STIK/Gubernur PTIK Lembaga Diklat Mabes Polri, Kapolda Sumatera Utara, Gubernur Akpol Lembaga Diklat Mabes Polri, lahir Agustus 1966, usia 53 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Agustus 2024. Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, kini menjabat Kapolda Riau, pernah menjadi Deputi Intelijen Siber BIN-RI, lahir Maret 1967, usia 52 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Maret 2025. Irjen Pol. Andap Budi Revianto, kini menjabat Kapolda Kepulauan Riau, pernah menjadi Kapolda Sulawesi Tenggara, Kapolda Maluku, lahir Juni 1966, usia 53 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juni 2024. Irjen Pol. Priyo Widyanto, kini menjabat Kapolda Sumatera Selatan, pernah menjadi Kapolda Jambi, saat itu Polda masih bertipe B, Kapolda Kalimantan Timur, lahir Oktober 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Oktober 2023. Irjen Pol. Rudy Sufahriadi, kini menjabat Kapolda Jawa Barat, pernah menjadi Kapolda Sulawesi Tengah, saat itu Polda masih bertipe B, Komandan Korps Brimob Mabes Polri, Asisten Operasi Kapolri, lahir Agustus 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Agustus 2023. Irjen Pol. Anang Revandoko, kini menjabat Komandan Korps Brimob Mabes Polri, pernah menjadi Wakil Komandan Korps Brimob Mabes Polri, Kapolda Kalimantan Tengah, lahir Oktober 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Oktober 2023. Irjen Pol. Yazid Fanani, kini menjabat Kapolda Kalimantan Selatan, pernah menjadi Kapolda Jambi, saat itu Polda masih bertipe B, Staf Ahli Kepala BIN-RI Bidang Hukum Dan HAM, lahir April 1965, usia 54 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, April 2023. Irjen Pol. Purwadi Arianto, kini menjabat Kapolda Lampung, pernah menjadi Wakil Kapolda Metro Jaya, lahir Oktober 1966, usia 53 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Oktober 2024. Irjen Pol. Rudolf Albert Rodja, kini mengabdi di Mabes Polri, pernah memjadi Wakil Kapolda Sulawesi Tengah, saat itu Polda masih bertipe B, Wakil Kapolda Papua, Kapolda Papua Barat, Kapolda Papua, lahir Mei 1966, usia 53 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Mei 2024.

Demikian juga, untuk masa kini dan masa depan, ada sejumlah perwira tinggi pejabat Polri lulusan Akpol tahun 1989, Akpol tahun 1990, Akpol tahun 1991, yang berpotensi menempati komposisi dan mengisi formasi kepemimpinan terpenting dan strategis Polri.

Lulusan Akpol tahun 1989 tersebut antara lain : Komjen Pol. Agus Andrianto, kini menjabat Kepala Baharkam Mabes Polri, pernah menjadi Wakil Kapolda Sumatera Utara, Kapolda Sumatera Utara, lahir Februari 1967, usia 52 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Februari 2025. Irjen Pol. Ahmad Dofiri, kini menjabat Asisten Logistik Kapolri, pernah menjadi Kapolda Banten, saat itu Polda masih bertipe B, Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta, lahir Juni 1967, usia 52 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juni 2025. Irjen Pol. Suntana, kini menjabat Wakil Kepala Badan Intelkam Mabes Polri, pernah menjadi Wakil Kapolda Metro Jaya, Deputi Intelijen Siber BIN-RI, Kapolda Lampung, lahir Juni 1966, usia 53 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juni 2024. Brigjen Pol. Iriyanto, kini mengabdi di Mabes Polri, pernah memjadi Wakil Kapolda Kalimantan Selatan, saat itu Polda masih bertipe B, Wakil Komandan Korps Brimob Mabes Polri, Kapolda Sulawesi Tenggara, lahir Juni 1966, usia 53 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juni 2024.

Lulusan Akpol tahun 1990, ada sejumlah perwira tinggi pejabat Polri untuk masa kini dan masa depan, yang berpotensi menempati komposisi dan mengisi formasi kepemimpinan terpenting dan strategis Polri. Lulusan tersebut antara lain : Komjen Pol. Firli Bahuri, kini menjabat Ketua KPK-RI, pernah menjadi Wakil Kapolda Jawa Tengah, Kapolda Nusa Tenggara Barat, saat itu Polda masih bertipe B, Deputi Penindakan KPK-RI, Kapolda Sumatera Selatan, Kepala Badan Harkam Mabes Polri, lahir November 1963, usia 56 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, November 2021. Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak, kini menjabat Asisten Operasi Kapolri, pernah menjadi Kapolda Papua Barat, lahir Agustus 1968, usia 51 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Agustus 2026. Irjen Pol. Tomsi Tohir Balaw, kini menjabat Kapolda Nusa Tenggara Barat, pernah menjadi Kapolda Banten, lahir Januari 1969, usia 50 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Januari 2027. Brigjen Pol. Tornagogo Sihombing, kini menjabat Kapolda Papua Barat, lahir November 1967, usia 52 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, November 2025.

Ada beberapa perwira tinggi pejabat Polri lulusan Akpol tahun 1991, yang berpotensi menempati komposisi dan mengisi formasi kepemimpinan terpenting dan strategis Polri untuk masa kini dan masa depan. Lulusan tersebut antara lain : Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo, kini menjabat Kepala Badan Reskrim Mabes Polri, pernah menjadi Kapolda Banten, saat itu Polda masih bertipe B, Kepala Divisi Propam Mabes Polri, lahir Mei 1969, usia 50 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Mei 2027. Irjen Pol. Muhammad Iqbal, kini menjabat Kepala Divisi Humas Mabes Polri, pernah menjadi Wakil Kapolda Jawa Timur, lahir Juli 1970, usia 49 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Juli 2028. Irjen Pol. Muhammad Fadil Imran, kini menjabat Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Budaya, lahir Agustus 1968, usia 51 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Agustus 2026. Brigjen Pol. Wahyu Widada, kini menjabat Kapolda Gorontalo, pernah menjadi Wakil Kapolda Riau, lahir September 1969, usia 50 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, September 2027. Brigjen Pol. Merdisyam, kini menjabat Kapolda Sulawesi Tenggara, lahir Mei 1968, usia 51 tahun, mengakhiri masa pengabdian sebagai Anggota Polri, Mei 2026.

Keberadaan beberapa jenderal di jabatan baru dalam konfigurasi baru Polri, akan menjadi berarti ; dan baru semakin bermakna ketika kepemimpinannya dan kinerjanya sungguh-sungguh berfungsi efektif, bermanfaat baik, dan bernilai positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kompetensi dan prestasi kepemimpinan mesti selalu bertumpu erat dan berbasis kuat pada integritas, kualitas, kredibilitas, kapasitas, profesionalitas, dan loyalitas. Perihal ini harus senantiasa tumbuh berkembang selain dikarenakan atas kemampuan personal, namun sekaligus juga dikarenakan atas kematangan institusional.

Gabungan utuh terpadu antara dimensi kemampuan dengan dimensi kematangan ini, mesti selalu diorganisasikan secara tertib, disiplin, dan rapi. Variabel ini tentu dengan berlandaskan atas kerjasama strategis dan teknis antar berbagai kalangan internal dan eksternal Polri secara kolektif kolegial. Kualitas keberhasilan konfigurasi kepemimpinan Polri dapat terbangun baik dan bertumbuh segar apabila dilengkapi dan dikuati dengan variabel ini.

Pengabdian Polri dengan basis tumpuan pada sistem formasi, mutasi, dan promosi perwira-perwira Polri, pada gilirannya diorientasikan bagi pemantapan tugas jabatan dan amanah tanggungjawab. Penempatan dan penugasan harus berguna luas dan bermanfaat tinggi sehingga membuahkan proses dan hasil gemilang.

Kualitas proses dan hasil ini mencerminkan dan menunjukkan bahwa keberadaan dan kepemimpinan pejabat-pejabat Polri yang dipromosikan tersebut, akan menjadi ukuran dasar bagi masyarakat, bangsa, dan negara untuk menilai dan mengapresiasi keberhasilan, kegunaan, dan kemanfaatan SDM dan institusi Polri.

Proses terbaik dan hasil terbagus dari ketepatan penempatan personalia SDM ; dan kecepatan formasi komposisi kepemimpinan ideal, akan dapat menjadi tumbuh terbangun secara bermakna apabila dikaitkan dan diabdikan demi untuk pengembangan kebajikan masyarakat, keadaban bangsa, kemajuan negara. Harus ada relasi aktif dan korelasi efektif antara dimensi institusi Polri melalui kepemimpinan dan kinerja pejabat-pejabat Polri dengan dimensi pembumian dan percepatan Indonesia Maju.

Baca Juga :
Politik Kenegaraan Berbasis Pengabdian

Hakekat konstruksi dan substansi Politik Hukum Polri mesti sesuai dan tepat dalam merumuskan strategi umum dan menerapkan kebijakan dasar mengenai kerangka dan disain besar kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan Polri. Politik Hukum ini sebaiknya dan seharusnya bersifat responsif dan adaptif terhadap prinsip nurani dan inti jantung Pembangunan Indonesia Maju.

Kualitas dan akuntabilitas kepemimpinan dan keanggotaan Polri mesti telah sampai pada tingkat sebagai institusi yang bersifat alternatif dan solutif atas pergumulan, peluang, dan tantangan bersama Negara Proklamasi 17 Agustus 1945. Polri harus sudah merupakan sebuah kelembagaan teladan dan panutan di waktu kapanpun, di level apapun, dan di ruang manapun. Peta jalan dan arah konfigurasi baru Polri harus berorientasi pengabdian yang teladan dan panutan.

Peta jalan dan arah konfigurasi baru Polri yang berintikan pada pengabdian Polri, semoga menjadikan dan menumbuhkan Polri beserta jajaran sebagai atmosfir pembangun, pengawal, pemandu, dan pelayan terdepan yang berfungsi guna sebagai pintu dan jendela jalan keluar tercepat dan terbaik. Fungsi-fungsi ini diselenggarakan dengan lompatan percepatan dan perkuatan yang unggul dan kompetitif.

Keseluruhan konstruksi dan substansi fungsi ini di atas semakin bermakna atas dukungan dan kerjasama dengan jajaran TNI dan BIN ; jajaran kelembagaan kenegaraaan dan pemerintahan ; komunitas politik, hukum, dan ekonomi ; elemen kesenian, keolahragaan, dan kebudayaan ; kalangan profesional dan strategis ; organ kemasyarakatan dan kebangsaan. Perihal ini berlangsung dengan penumbuhan dan pengukuhan semangat civil society ; dan dengan penguatan dan pemastian tekad gotong royong kewargaan.

Dengan demikian, pengabdian Polri diorganisasikan dan diselenggarakan bagi percepatan, perkuatan, dan peningkatan kualitas Indonesia Maju di dalam wadah bentuk NKRI yang berideologi dan berfalsafah Pancasila berdasarkan konstitusi UUD 1945 dengan semboyan dan etos semangat Bhinneka Tunggal Ika. Konfigurasi baru Polri adalah sebuah rangkaian kesempatan moral dan peluang profesional bagi Polri untuk meneguhkan dan mengukuhkan pengabdian terbaik, terbagus, tertinggi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Peta jalan dan arah perkembangan mesti terfokus dan berorientasi bagi Indonesia Maju.

*****

Advertisement
1
2
3
4
SebelumnyaIsdianto Minta OPD Kepri Fokus dan Jangan Lengah Hadapi Tahun 2020
SelanjutnyaWisman Pertama 2020 di Batam Disambut Silat Melayu