Home Warta Dunia Per 1 Januari, Turis Inggris Dilarang Masuk ke Negara Uni Eropa

Per 1 Januari, Turis Inggris Dilarang Masuk ke Negara Uni Eropa

Ilustrasi. Mulai 1 Januari 2021, turis Inggris dilarang ke negara-negara Uni Eropa. F: detik.com
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, London – Para turis dari Inggris bisa saja dilarang masuk ke negara-negara Uni Eropa mulai 1 Januari 2021 di bawah pembatasan virus Corona (COVID-19) yang kini berlaku. Mulai tahun depan, Inggris mendapatkan perlakukan yang sama seperti negara non-Uni Eropa lainnya.

Seperti dilansir CNN, Jumat (11/12/2020), seorang pejabat Komisi Eropa yang enggan disebut namanya menuturkan bahwa mulai 1 Januari 2021, para pelancong asal Inggris akan dikenakan pembatasan perjalanan yang sama seperti semua negara non-Uni Eropa lainnya — yang karena pandemi Corona — melarang seluruh perjalanan ke Eropa, kecuali perjalanan penting atau esensial.

Baca juga: 

Diketahui juga bahwa transisi Brexit — keluarnya Inggris dari Uni Eropa — akan berakhir pada 31 Desember mendatang. Pembatasan perjalanan untuk pelancong Inggris akan tetap berlaku meskipun Inggris dan Uni Eropa mencapai kesepakatan perdagangan baru.

“Inggris bukan bagian dari wilayah Schengen dan — setelah berakhirnya masa transisi — negara itu tidak akan lagi diperlakukan sama seperti negara anggota,” tutur pejabat Komisi Eropa itu.

Ditambahkan pejabat Komisi Eropa tersebut bahwa Inggris ‘akan tunduk pada Rekomendasi Dewan (Uni Eropa) soal pembatasan perjalanan eksternal’.

Kriteria dalam rekomendasi yang ditetapkan Dewan Eropa didasarkan pada apakah situasi epidemiologi di suatu negara lebih baik atau lebih rendah daripada situasi Uni Eropa.

Disertakan juga faktor-faktor lainnya dalam rekomendasi itu, seperti ‘langkah pembatasan, termasuk jaga jarak fisik, serta pertimbangan ekonomi dan sosial.

Baca juga: 

Aturan timbal balik yang mengatur apakah warga Uni Eropa diizinkan melakukan perjalanan ke negara itu ‘juga harus dipertimbangkan secara rutin dan didasarkan kasus-per-kasus’.

Pada Oktober lalu, negara-negara anggota Uni Eropa memutuskan hanya 8 negara yang memenuhi kriteria sebagai ‘negara aman’ di tengah pandemi Corona, termasuk Australia, Jepang dan Selandia Baru.

“Dewan bertanggung jawab untuk mengkaji daftar negara ketiga yang larangan perjalanannya dicabut dan oleh karena itu, dewan perlu mempertimbangkan masuknya Inggris,” imbuh pejabat Komisi Eropa ini.

Dituturkan seorang pejabat Uni Eropa pada Dewan Eropa kepada CNN bahwa Inggris akan masuk pertimbangan bersama negara-negara non-Uni Eropa lainnya pada pengkajian berikutnya yang akan digelar pada 14 Desember mendatang.

Baca juga: 

“Daftar negara yang pembatasannya harus dicabut akan dikaji dan sebagaimana kasus, akan diperbarui secara berkala,” terang pejabat Uni Eropa itu, sembari menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk ‘mengonfirmasi saat ini soal apa status sebuah negara pada 1 Januari nanti’.

Perjalanan esensial ke Uni Eropa dikategorikan ke dalam 11 bidang, termasuk profesional medis, penumpang transit, diplomat dan orang-orang yang bepergian karena alasan keluarga yang penting.

Inggris melaporkan jumlah kematian akibat Corona terbanyak di kawasan Eropa, dengan lebih dari 63 ribu kematian dari total lebih dari 1,7 juta kasus Corona.

****

Editor: Ali Mhd

Sumber: detik.com

SebelumnyaWarga Temukan Mayat Bocah di Danau Punggur Batam
SelanjutnyaWow, Yamaha Fino 125 Tipe Premium Tampil Elegan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin