Home Kepulauan Riau Karimun Penyelundup Rokok Tabrak Kapal Patroli BC di Laut Kepri 

Penyelundup Rokok Tabrak Kapal Patroli BC di Laut Kepri 

57
Kapal Patroli BC
Kapal penyelundup yang membawa 50 juta batang rokok ilegal diamankan DJBC Kepri, Kamis (22/10/20). (F: barakata.id/ist)

Barakata.id, Karimun – Aksi penyelundupan di perairan Kepulauan Riau (Kepri) semakin nekat. Penyelundup bahkan berani menabrakkan kapal mereka ke kapal patroli BC (Bea Cukai) saat mau ditangkap.

Peristiwa itu terjadi saat Kapal Patroli milik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri hendak menangkap kapal penyelundup di perairan Berakit, Kabupaten Bintan, Kamis (22/10/20) lalu.

Kapal tersebut bernama KLM Pratama dan diketahui membawa rokok ilegal sebanyak 50 juta batang rokok dengan nilai barang Rp37,2 miliar. Dari aksi penyelundupan itu, negara diperkirakan menelan kerugian hingga Rp52 miliar

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat menjelaskan, upaya penggagalan penyeludupan rokok itu dilakukan bersama Bea Cukai Batam, Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Tanjungbalai Karimun dan PSO Batam, ketika kapal bermuatan rokok itu sedang melakukan ship to ship ke tiga High Speed Craft (HSC) di perairan tersebut.

Baca Juga :

Syarif mengatakan, kronologi penindakan penyeludupan rokok itu bermula ketika Kapal BC 20007 melakukan patroli laut di perairan Batam.

“Berdasarkan penginderaan radar kapal BC 20007 didapati sebuah kapal yang akan memasuki perairan Indonesia dan tiga buah high speed craft (HSC) yang akan melakukan ship to ship di perairan Berakit, Bintan,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima barakata.id, kemarin.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut diduga melanggar Undang-Undang Kepabeanan. Karena itu, kapal patroli pun berusaha mendekati kapal penyeludup itu.

Ketika posisi kapal patroli mulai merapat, tiba-tiba para pelaku melakukan perlawanan dan tindakan tak terduga.

“Para pelaku sempat melakukan perlawanan dengan menabrakkan kapal mereka ke Kapal Patroli BC 20007,” kata dia.

Baca Juga :

Meski demikian, lanjut Syarif, petugas tak mundur. Setelah memberi tembakan peringatan ke udara, petugas akhirnya berhasil menguasai kapal penyelundup.

“Saat ini kapal sudah kita amankan ke Kanwil DJBC Kepri (di Karimun), dari hasil pemeriksaan kita temukan 50 juta batang rokok ilegal dengan nilai barang Rp37,2 miliar dan kerugian negara mencapai Rp52 miliar,” kata Syarif.

Penyelundupan miras impor 

Sebelumnya pada Selasa (20/10/2020), Satgas Patroli BC juga menangkap sebuah HSC tanpa nama di perairan Pulau Nyamuk. Kapal berkekuatan 6 mesin Suzuki 250PK tersebut kedapatan membawa minuman keras (miras) impor tanpa dokumen kepabeanan dan memasuki wilayah Indonesia tanpa perizinan.

Dari hasil pencacahan yang dilakukan petugas Bea Cukai ditemukan 363 karton berisi 5.484 botol minuman keras ilegal dengan nilai barang mencapai Rp568.482.000 dengan potensi kerugian negara yang timbul jika minuman keras ilegal tersebut beredar mencapai Rp1.856.576.600.

Syarif mengatakan, kasus penyelundupan di perairan Kepri sepertinya masih terus terjadi. Para pelaku melakukan kegiatan ilegal itu dengan metode  ship to ship.

“Karena itu, kami akan terus melakukan patroli bersama instansi terkait untuk mencegah aksi-aksi penyelundupan ini, karena kegiatan tersebut sangat merugikan negara,” ujarnya.

*****

Editor : Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin