Home Kepulauan Riau Batam Penyelesaian Legalitas 37 Kampung Tua di Batam Digesa

Penyelesaian Legalitas 37 Kampung Tua di Batam Digesa

71
Wamen ATR/BPN Surya Tjandra saat meninjau program Kotaku di Tanjunguma, Sekupang, Kamis (2/9/21). (F: Humas Pemko Batam)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Batam- Penyelesaian legalitas 37 kampung tua di Batam digesa. Komitmen menggesa penyelesaian persoalan kampung tua ini diungkapkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad saat berada di Kampung Tua Tanjungriau, Sekupang, Kamis (2/9/21).

Komitmen itu juga didengar langsung oleh Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra yang turut hadir di kampung tua tersebut.


“Mumpung ada Pak Wamen, saya sampaikan bahwa penyelesaian kampung tua ini tidak bisa sepihak, ada BP Batam, Pemko Batam, juga BPN,” kata Rudi.

Baca Juga:

Rudi mengungkapkan beberapa permasalahan kampung tua yang tak segera selesai adalah akibat sudah adanya Penetapan Lokasi (PL) yang dikeluarkan BP Batam, sebelum Rudi menjabat Kepala BP Batam.

Untuk mengelesaikan tumpang tindih lahan itu harus melalui pengadilan.

“Namun, ada enam lokasi (dilakukan pencabutan PL) yang sudah selesai melalu proses kekeluargaan,” kata Rudi.

Salah satu kampung tua yang legalitasnya sudah selesai adalah Tanjungriau. Saat ini bahkan masuk dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Masuknya Kampung Tua Tanjungriau dalam program Kotaku mendapat apresiasi dari Wakil Menteri ATR Surya Tjandra di sela peninjauan Kotaku di Tanjungriau.

Surya mengatakan program Kotaku adalah program yang menarik. Sebab, dengan program tersebut kawasan-kawasan kumuh di perkotaan dapat ditata dengan baik.

Menurut Surya, program Kotaku menarik karena kolaborasi dengan leading sektornya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang melibatkan banyak kementerian, termasuk Kementerian ATR/BPN serta pemerintah daerah.

Program Kotaku menjadi model kerja sama lintas sektor pemerintah bersama masyarakat karena masyarakat.

Baca Juga:

“Kita mencoba dorong model kerjasama kolaboratif dari berbagai kelompok masyarakat, pemerintah pusat dan daerah. Batam merupakan contoh terbaik yang saya lihat dari daerah-daerah lain yang sudah jadi hanya di Kota Batam”, ujarnya.

Selain mengunjungi kampung tua yang menjadi program Kotaku, dalam kesemaptan itu Wakil Menteri ATR/BPN juga menyerahkan sejumlah sertifikat hal pakai untuk aset Pemko Batam. Di antaranya Rumah Susun Mukakuning, Kantor Lurah Batumerah, SDN 012 Batubesar, SMPN 30 Bengkong Sadai, Kantor Camat Bengkong, Kantor Camat Batuampar, Balai Pertemuan Seipelunggut, Puskesmas Sambau, dan SDN 01 Sambau.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin