Home Nusantara Penyekatan PPKM Darurat Pakai Hantu Pocong, Warga Balik Arah

Penyekatan PPKM Darurat Pakai Hantu Pocong, Warga Balik Arah

166
Penyekatan memakai Keranda Mayat dan Hantu Pocong sangat efektif untuk membatasi mobilitas warga di masa PPKM Darurat. (Foto: istimewa).
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Tulungagung (Jatim) – Satlantas Polres Tulungagung bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung  memberlakukan satu arah (one way) di sejumlah ruas jalan protokol.

Kebijakan ini untuk membatasi mobilitas warga selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.


Sosialisasi yang dilaksanakan di simpang empat TT dimanfaatkan untuk kampanye protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga : Kondang, Polres Tulungagung Berhasil Amankan 104 Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Ada tiga pocong, keranda jenazah dan manekin pasien juga dilibatkan dalam kampanye ini. Tujuannya untuk mengingatkan masyarakat agar menjaga diri dan keluarga dari Covid-19.

“Dengan begitu ada yang langsung balik arah, sehingga mobilitas warga berkurang. Kemudian kami harapkan agar semua elemen peduli dengan protokol kesehatan. Karena angkanya semakin meningkat,” terang Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Bayu Agustyan kemarin.

Ruas jalan yang diterapkan Satu arah yakni di Jalan A Yani Timur, hanya bisa dilalui kendaraan dari arah timur ke barat, Sementara kendaraan dari simpang empat TT tidak bisa belok ke utara, ke arah alun-alun. Semua kendaraan akan diarahkan ke selatan, ke arah Jalan Diponegoro.

Baca Juga : Bobol Kartu ATM Milik Majikan, Warga Nganjuk Mendekam di Mapolres Tulungagung

“Harapannya masyarakat jadi malas karena jalannya jadi jauh, sehingga mereka tinggal di rumah,” ujar AKP Bayu.

Kemudian, mulai hari ini Kamis (8/7/2021), jalur satu arah atau one way akan diberlakukan 24 jam selama PPKM Darurat.

Selain one way, imbuhnya, Jalan Diponegoro juga akan ditutup dari pukul 20.00 WIB hingga 04.00 WIB.

“Semua akses ke alun-alun sudah kami tutup, sehingga tidak ada aktivitas di sana. Sekarang kami tambah di ruas Jalan Diponegoro,” terang Kasat Lantas.

Baca Juga : Lagi Asyik Nyabu, Empat Pemuda Diborgol Polisi

Jalan Diponegoro merupakan akses dari Selatan menuju ke pusat kota, seperti alun-alun, pendopo kabupaten dan Kantor DPRD Tulungagung.

Penutupan wilayah seputar alun-alun juga diklaim berhasil menurunkan mobilitas warga. Di area sekitarnya yang selalu ramai dengan aktivitas warga, kini sepi. Ditambah lampu di sekitarnya juga dimatikan pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB.

“Kalau kami lihat, tingkat kepatuhan masyarakat udah bagus. Semua pengendara memakai masker,” pungkas dia.(*).

Penulis : Achmad Zunaidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin