Home Warta Nusantara

Penyedia Jasa Salon Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

43
Ilustrasi. Merawat kecantikan di salon saat pandemi memang beresiko. Namun dengan menerapkan protokol kesehatan baik pengunjung maupun penyedia jasanya, maka penyebaran Covid-19 dapat di cegah. (F : piqsels.com)

Barakata.id – Pengelola salon, barbershop dan jasa perawatan lainnya diminta untuk mengkuti protokol kesehatan. Sebab perawatan kesehatan dan kecantikan menjadi kebutuhan yang rutin dilakukan masyarakat. Sayangnya tempat-tenpat itu adalah area publik yang rawan penularan Covid-19.

Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan untuk menjaga fasilitas dan pelayanan tetap aman, protokol kesehatan perlu diterapkan.

“Pelaku usaha wajib menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk. Sediakan pula sabun atau hand sanitizer. Semua yang akan masuk diwajibkan cuci tangan dahulu,” ujarnya, Sabtu (27/6) dilansir dari laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca Juga:
Ikuti Kebiasaan Baru di Pasar Agar Terhindar dari Covid-19

Pengelola jasa layanan itu juga harus memeriksa suhu tubuh di pintu masuk. Jika ditemukan pekerja atau pengunjung dengan suhu di atas 37,3 derajat Celcius serta memiliki gejala penyakit dilarang masuk.

Pekerja juga wajib mengenakan masker atau face shield, pelindung mata dan celemek. Dianjurkan tak ada alat yang digunakan untuk berasama, seperti handuk, celemek atau alat potong rambut. Sementara itu untuk alat yang harus dipakai berulang, wajib disanitasi. Peralatan itu dapat dicuci dengan deterjen dan disterilkan dengan disenfektan.

Para pelaku usaha juga wajib selalu menjaga kualitas usaha. Caranya dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan cahaya matahari yang masuk. Termasuk membersihkan filter AC dengan rutin.

Baca Juga:
Mandi Ketika Sampai Rumah, Cegah Penyebaran Covid-19

Lingkungan tempat jasa salon kecantikan, potong rambut dan lain sebagianya juga harus diperhatikan. Bersihkan dengan disenfektan benda-benda yang sering dipegang pekerja maupun pengunjung.

“Terutama bagian-bagian permukaan meja, kursi, pegangan pintu dan lain-lain. Budayakan juga jaga jarak minimal satu meter,” kata dr Reisa.

Agar tetap aman saat merawat diri pengunjung juga wajib pakai masker. Jangan dilepas selama perawatan berlangsung. Dr Reisa juga mengimbau agar transaksi menggunakan non tunai. Tapi jika terpaksa harus menggunakan uang tunai, segera cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setelah bertransaksi.

***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin