Home Kepulauan Riau Tanjungpinang

Pengembangan Pulau Penyengat Butuh Rp130 Miliar

3
Pemprov Kepri sedang mengembangkan Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mencoba metode QRIS untuk transaksi usai peresmian Pulau Penyengat sebagai Pulau Digital, Tanjungpinang, Sabtu (9/4/22). (F: barakata.id/ist)

Barakata.id, Tanjungpinang – Pemprov Kepri sedang mengembangkan Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang. Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp130 miliar.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, dari rotal kebutuhan anggaran tersebut, saat ini sudah digelontorkan Rp30 miliar. Dana itu berasal dari berbagai sumber yakni APBN Rp10 miliar, APBD Rp5 miliar, dan bantuan dari Islamic Development Bank sebesar Rp15 miliar.

Rincian pemanfaatannya adalah, Rp10 miliar dari APBN untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan penataan kawasan kumuh, Rp15 miliar bantuan dari Islamic Development Bank untuk menata kawasan serta infrastruktur terutama jalan, serta Rp5 miliar dana APBD untuk revitalisasi Masjid Raya Sultan Riau.

Baca juga : Isdianto Bakal Bangun Museum Bahasa di Pulau Penyengat

“Semua dilaksanakan dengan izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Batu Sangkar, serta restu tim cagar budaya Provinsi Kepri. Dengan kebutuhan keseluruhan mencapai 130 miliar secara bertahap Pulau ini akan kita kembangkan,” kata Ansar di acara peluncuran Pulau Penyengat sebagai Pulau Digital di Masjid Raya Sultan Riau, Penyengat, Tanjungpinang, Sabtu (9/4/22).

Pada kesempatan itu, Ansar pun memperkenalkan konsep 3S untuk pengembangan Pulau Penyengat. Yaitu Spiritual, Serenity, serta Sustainability.

Baca juga : Dalam Sehari Rudi Mendapat Dua Anugerah Kehormatan

“Spritual, dimana Pulau Penyengat akan tetap menjadi pusat wisata religi. Kemudian Serenity atau ketenangan dimana Pulau Penyengat akan dikembangkan menjadi wisata hijau, serta Sustainabilty dimana pembenahan seluruh situs di Pulau Penyengat akan terus berkelanjutan,” kata dia.

Seperti diketahui, Pulau Penyengat merupakan kawasan wisata yang sarat sejarah Kerajaan Melayu serta agama Islam. Kawasan ini termasuk destinasi wisata unggulan di Kepri.

Pulau ini dapat ditempuh dari pusat Kota Tanjung Pinang dengan menggunakan perahu bermotor atau lebih dikenal pompong yang memerlukan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Baca juga : Disbudpar Gelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata Di Kota Tanjungpinang

Di pulau ini terdapat berbagai peninggalan bersejarah yang di antaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi. (ybt)

Dapatkan update berita setiap hari di Barakata.id. Yok! bergabung di Grup Telegram "KATA BARAKATA", caranya klik link https://t.me/SAHABATKATA, kemudian join. Juga ikuti Barakata.id di Google Berita. Lihat selengkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin