Home Kepulauan Riau Batam

Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru Bikin Industri MICE Berangsur Pulih

42
Industri MICE
Wali Kota Batam Muhammad Rudi melakukan pertemuan dengan asosiasi pariwisata untuk membahas pariwisata yang menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru, beberapa waktu lalu. (F: Istimewa)

Barakata.id- Industri Meeting, Incentive, Conference and Exhibition (MICE) di Batam berangsur pulih. Hal itu merupakan dampak diterapkannya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Banyak tamu dan rombongan dari daerah-daerah luar yang berencana berkunjung ke Batam.

Salah satunya adalah rencana kunjungan Sekretariat DPRD Tanah Datar, Suamtera Barat. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Ardiwinata mengatakan rombongan itu rencananya akan menyambangi Batam Selasa (28/7/20) mendatang.

“Tak hanya itu, rombongan dari Kabupaten Bantaeng juga dari Lingga rencananya juga akan berkunjung ke Batam dalam waktu dekat,” ujar Ardi, Minggu (26/7/20).

Baca Juga:
Disbudpar Awasi Pub, Jangan Sampai Langgar Protokol Kesehatan

Menurut Ardi, rencana kedatangan para tamu tersebut menunjukkan keputusan Wali Kota Batam Muhammad Rudi terkait penerapan AKB pada 15 Juni lalu berdampak positif. Sejak awal, Ardi menilai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 di Batam sangat konsen. Termasuk dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Penanganan Covid-19 di Batam bahkan diapresiasi pemerintah pusat. Seperti mendapat Dana Insentif Daerah (DID) tambahan sebesar Rp14,9 miliar. Sebelumnya Batam juga jadi juara favorit terkait inovasi kesiapan AKB,” kata Ardi.

Ardi mengaku pihaknya terus berbenah setelah AKB diterapkan. Protokol kesehatan juga diterapkan di industri pariwisata. Mulai dari hotel, restoran, pusat perbelanjaan dan usaha dan jasa pariwisata lainnya.

Baca Juga:
Asosiasi Pariwisata Batam Minta Kedatangan Turis Asing Dipermudah

“Tak heran jika banyak konsumen lokal mulai tertarik dengan pariwisata Batam. Tidak hanya industri MICE, tapi juga olahraga seperti golf,” kata dia.

Secara khusus Disbudpar memiliki tim pengawasan dan pembinaan di usaha pariwisata. Sehingga wisatawan yang datang dapat merasakan langsung penerapan protokol kesehatan di Batam. Satu wisatawan yang datang ke Batam dan merasakan serta melihat sendiri penerapan protokol kesehatan itu akan membuatnya berpromosi kepada wisatawan lainnya.

“Promosi terbaik itu mouth to mouth, dengan melihat langsung keadaan Batam orang akan mengatakan bahwa Batam aman. Dari bandara sampai ke hotel dan pusat perbelanjaan semuanya menerapkan protokol kesehatan,” kata Ardi.

****

Editor : Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin