Penemu Password Komputer Fernando Corbato Meninggal

78
Fernando 'Corby' Corbato meninggal dunia di usia 93 tahun, Jumat (12/7/19). (F: YouTube)

Batam – Fernando ‘Corby’ Corbato, penemu password atau sistem kata sandi komputer meninggal dunia di umur 93 tahun, Jumat (12/7/19). Ilmuwan  komputer legendaris itu tutup usia di sebuah panti jompo di Newburyport, Massachusetts.

Menurut Emily Corbato, sang istri, pria kelahiran 1926 itu meninggal karena komplikasi diabetes. Hingga masa-masa terakhirnya, Fernando ‘Corby’ Corbato masih mengajar sebagai profesor emeritus di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Baca Juga : Dari Gubuk Tua, Coco Chanel Tumbuh Jadi Legenda

Dilansir The New York Times, sekitar 1960-an Corbato membuat proyek yang dikenal dengan Compatible Time-Sharing System (C.T.S.S). Sistem itu memungkinkan sejumlah pengguna di lokasi berbeda mengakses satu komputer yang sama secara bersamaan melalui jaringan telepon.

Saat itu, Corbato merasa komputer yang tidak terpakai atau menganggur adalah sebuah pemborosan besar. Menurutnya, dengan sistem pembagian waktu, penggunaan komputer akan dihitung dengan hati-hati sehingga bisa digunakan secara maksimal.

Itu bukan satu-satunya karya Corbato. Dengan pengembangan sistem C.T.S.S ciptaannya, dia juga mampu mengurangi waktu tunggu respons komputer dari jam ke detik sehingga menjadikan teknologi tersebut jauh lebih praktis.

Baca Juga : Lima Mata-Mata Cantik yang Pernah Hebohkan Dunia

Corbato lahir pada 1 Juli 1926 di Oakland, California. Sang ayah, Hermenegildo Corbato, berasal dari Vilarreal dan juga seorang profesor sastra Spanyol.

Corbato, yang dikenal dengan sapaan Corby, mengenyam pendidikan sarjana di University of California, Los Angeles (UCLA) pada 1943. Tujuh bulan belajar, ia langsung direkrut oleh Angkatan Laut AS untuk dilatih sebagai teknisi elektronik.

Saat itu, Perang Dunia II dimulai. Angkatan Laut AS membutuhkan banyak teknisi untuk mengoperasikan peralatan canggih di kapal-kapal militer. Masa-masa itu, kata Corbato, menjadikannya sangat berminat belajar dan melacak kesalahan dan debugging system pada komputer.

Corbato meninggalkan Angkatan Laut AS pada 1946, lalu melanjutkan studi sarjananya di California Institute of Technology. Ia lulus pada 1950 dengan gelar sarjana fisika dan langsung melanjutkan studi pascasarjana di MIT.

Pada 1990, Corbato mendapat A.M Turing Award, sebuah penghargaan di bidang teknologi komputer yang setara dengan Nobel Prize.

*****

Sumber : CNN Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini