Home Gaya Tekno

Peneliti Temukan Gunung Berapi Aktif di Planet Venus

48
Tangkapan layar dari gunung berapi aktif yang ditemukan di Planet Venus. (F: NASA via usra.edu)

Barakata.id, Batam – Tim peneliti dari Universities Space Research Association (USRA) menemukan fakta baru tentang Planet Venus. Di planet terdekat kedua dari Matahari setelah Merkurius itu, peneliti menemukan adanya gunung berapi aktif.

Hasil penemuan itu mengarah pada kesimpulan bahwa Venus adalah satu-satunya planet, selain Bumi, yang memiliki aktivitas erupsi gunung.

Magma yang keluar dari gunung berapi tersebut diperkirakan baru berusia beberapa tahun.

Hasil penelitian tersebut dirilis pada 3 Januari 2020, dan dimuat dalam jurnal Science Advances.

Baca Juga :
NASA Siapkan Misi Baru Daratkan Orang ke Bulan

Baca Juga :
NASA Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Biayanya Rp839 Miliar

Kepala Penelitian dari USRA sekaligus ilmuwan dari Lunar and Planetary Institute (LPI), Dr Justin Filiberto mengatakan, jika (gunung berapi di Venus) aktif, maka Venus menjadi tempat yang baik untuk dikunjungi dalam rangka memahami interior sebuah planet

Ia mengatakan, praktisi luar angkasa bisa mencari tahu mengapa beberapa planet berkondisi dingin dan beberapa planet lain seperti Bumi dan Venus memiliki gunung berapi.

“Misi pada masa mendatang harus terkait dengan perubahan pada permukaan planet dan mengumpulkan bukti-bukti konkrit,” kata Justin seperti dikutip dari SciTechDaily, Minggu (5/1/20).

Temuan-temuan sebelumnya

Venus

Hasil penelitian dari USRA itu bukan pertama dan satu-satunya Yang menyebut adanya gunung berapi aktif di Venus.

Mengutip Kompas, Senin (6/1/20), pada tahun 1990, gambar radar dari pesawat luar angkasa Magellan milik NASA, telah memperlihatkan  permukaan Venus memiliki potensi adanya gunung berapi aktif.

Venus Express milik European Space Agency (ESA), sekitar tahun 2000 juga memperkirakan adanya gunung berapi

Berdasarkan data infrared pada malam hari di planet yang memiliki periode orbit 225 hari itu, Venus Express milik European Space Agency (ESA), sekitar tahun 2000 juga memperkirakan adanya gunung berapi.

Baca Juga :
Jepang Sukses Luncurkan MOMO-3 ke Luar Angkasa

Baca Juga :
Leonardo DiCaprio Dituduh Sebagai Pembakar Hutan Amazon

Namun, sampai sekarang belum diketahui usia pasti aliran magma pada gunung berapi tersebut.

Dr Filiberto dan rekan-rekan ilmuannya membuat stimulasi atmosfer Venus di sebuah laboratorium. Hal tersebut untuk membuktikan bagaimana mineral pada permukaan Venus berubah seiring waktu.

Hasil eksperimen mereka menunjukkan bahwa mineral yang terdapat dalam basalt, olivine, bereaksi cukup tinggi terhadap atmosfer.

Dalam hitungan minggu, olivine  dilapisi oleh mineral iron-oxide serta  magnetite dan hematite.

Hal tersebut meyakinkan para ilmuwan bahwa temuan Venus Express pada tahun 2000 bisa berubah cepat seiring berjalannya waktu.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin