Home Kepulauan Riau

Pendapatan Daerah Batam Baru Terealisasi 20 Persen

63
Sekda Kota Batam, Jefridin

Batam – Pendapatan daerah Kota Batam pada triwulan I 2019 baru mencapai 20 persen. Realisasi paling rendah dari sektor retribusi, hanya 13,25 persen.

“Normatifnya itu 25 persen, ini baru terealisasi 20 persen, baik itu dari pajak, dana perimbangan maupun retribusi,” kata Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin di Kantor Pemerintah Kota Batam, Batam Centre, Rabu (24/4/19).

Jefridin mengatakan, dari sektor retribusi, capaian terendah adalah perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA). Dari target Rp45 miliar, hingga Maret 2019 baru tercapai 5,6 persen.

“Tapi capaian itu karena ada perubahan aturan sejak diberlakukannya online single submission (OSS),” ujarnya dikutip dari mediacenter.batam.go.id.

Menurut Jefridin, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sudah mengarahkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil untuk melakukan langkah konkret guna menggenjot pendapatan daerah. Diharapkan, pada pertengahan tahun nanti, realisasi pendapatan daerah berjalan sesuai target.

Untuk realisasi pajak daerah, lanjut Jefridin, capaiannya sudah cukup baik yakni 23 persen. Namun, untuk pajak restoran, hiburan, dan hotel masih belum terlalu memuaskan.

Menurut dia, kondisi itu disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, turunnya angka kunjungan wisatawan di awal tahun, dan kenaikan tarif tiket pesawat.

“Ditambah lagi, saat ini kan sedang pelaksanaan pemilu, jadi kunjungan wisatawan ke Batam memang agak sepi. Tapi saya optimistis target pendapatan bisa tercapai sampai di atas 90 persen di akhir tahun nanti,” katanya.

Pendapatan dari PBB dan BPHTB

Berdasar catatan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini ditargetkan sebesar Rp1,35 triliun. Pada triwulan pertama tahun ini, sudah terealisasi Rp226,16 miliar.

Realisasi triwulan I tahun ini cukup baik dibanding periode sama tahun 2018 yang sebesar Rp219,5 miliar. Tahun lalu, target PAD Batam sebesar Rp1,25 triliun.

Khusus capaian pendapatan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) juga menunjukkan peningkatan dibanding tahun lalu. Jika pada triwulan pertama 2018 capaiannya Rp9,3 miliar dari target keseluruhan Rp158,5 miliar, maka tahun ini mencapai Rp11,8 dari target akhir Rp165 miliar

Sektor andalan lain PAD Batam adalah Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Berdasar data BP2RD, triwulan pertama 2019 BPHTB tercapai Rp67,44 miliar dari target akhir Rp380 miliar. Dibanding periode sama tahun 2018, capaian BPHTB sebesar Rp62 miliar dari target akhir yang sama.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin