Home Kepulauan Riau Tanjungpinang

Pemohon Bantuan Sembako di Tanjungpinang 26 Ribu KK, Pemko Mampunya 12 Ribu KK

79
Amrialis Tanjungpinang
Kepala Dinsos Kota Tanjungpinang, Amrialis menyatakan, pemohon bantuan sembako melebih dari kemampuan anggaran Pemko Tanjungpinang. (F: dok. Pemko Tanjungpinang)

Barakata.id, Tanjungpinang – Pemohon bantuan sembako di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), jauh melebihi dari kemampuan pemerintah daerah. Pemko Tanjungpinang pun harus melakukan verifikasi ulang data warga penerima bantuan.

Dari data yang masuk hingga Rabu (15/4/20), jumlah pemohon bantuan sembako di Tanjungpinang sebanyak 26.988 kartu keluarga (KK). Sementara, kemampuan pemerintah hanya untuk 12 ribu KK.

Baca Juga :
Isdianto Apresiasi UMKM yang Aktif Produksi Masker Kain

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tanjungpinang, Amrialis mengatakan, pengajuan bantuan sembako penanganan dampak Covid-19 ke Pemko Tanjungpinang sudah melebihi kemampuan yang dianggarkan. Karena itu, untuk mengatasi masalah ini, pihaknya kini sedang melakukan validasi serta verifikasi data warga penerima.

“Diverifikasi lagi, mana warga yang memang berhak menerima bantuan dan yang tidak,” kata Amrialis di Tanjungpinang, Kamis (16/4/20) dilansir dari laman Pemko Tanjungpinang, Minggu (19/4/20).

Amrialis mengatakan, Pemko Tanjungpinang telah menganggarkan Rp4 miliar untuk bantuan sembako. Anggaran tersebut diambil dari anggaran penanganan Covid-19 di Tanjungpinang. Menurutnya, Dinsos tidak dapat menambah jumlah penerima dikarenakan anggaran terbatas dan dibagi dua periode pembagian, April dan Mei.

“Anggaran Rp4 miliar, jika dibagikan untuk dua bulan, maka setiap bulannya Rp2 miliar. Nah, anggaran segitu hanya bisa dibagikan ke 12 ribu warga saja, tidak bisa lebih,” ujar Amrialis.

Baca Juga :
Pemko Batam Mulai Bagikan Sembako, Ini Jadwalnya

Dalam perencanaan angagran sebelumnya, Pemko Batam akan menyiapkan bantuan sembako untuk 12 ribu KK. Masing-masing KK akan menerima Rp225 ribu yang akan dibagikan pada April dan Mei 2020.

Penyaluran mengacu kepada data terpadu Kementerian Sosial (DTKS) sebanyak 15 ribu KK. “Makanya harus dilakukan validasi dan verifikasi,” kata dia.

Terkait masalah banyaknya kelebihan calon pemohon bantuan, Amrialis mengatakan pihaknya akan kembali melakukan pembahasan bersama Wakil Wali Kota Tanjungpinang dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tanjungpinang. Ia berharap ada kebijakan penambahan anggaran agar dapat lebih banyak lagi mengakomodir masyarakat yang membutuhkan bantuan,

“Tidak berjanji, namun kita akan membicarakan hal ini kepada pimpinan,” pungkasnya.

*****

Editor : Yuri B Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin