Home Kepulauan Riau Batam

Pemko Minta 60 Bus Trans Batam ke Pusat

69
Bus Trans Batam
Pemko Batam mengurangi jadwal pelayanan atau operasional bus Trans Batam untuk menekan penyebaran virus corona.

Barakata.id, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengajukan penambahan 60 bus Trans Batam. Penambahan bus tersebut untuk mengakomodir kebutuhan transportasi murah dan nyaman untuk warga termasuk bagi wisatawan.

Meski demikian, dari jumlah 60 unit bus yang diminta ke pusat, kemungkinan besar yang dikabulkan tidak seluruhnya. Jika itu terjadi, Pemko Batam berencana membeli kekurangannya dengan uang sendiri.

“Paling dikasih di bawah 60 unit. Kemungkinan dapat 20 unit saja. Tapi kalau tak ada (bantuan pusat), kita (Pemko Batam) beli sendiri,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi kepada wartawan di Kantor Pemko Batam, Batam Centre.

Untuk diketaui, pada tahun 2018 lalu, Pemko Batam sudah mendapat bantuan 10 unit bus dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

Baca Juga :
Bukit Daeng, Bimbar dan Tewasnya Calon Pengantin

Menurut Rudi, pihaknya akan berkomunikasi dengan Plt Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto terkait penambahan armada bus Trans Batam. Komunikasi itu juga untuk mengantisipasi kemungkinan tidak dipenuhinya permintaan Pemko Batam kepada pemerintah pusat.

Saat ini, bus Trans Batam yang beroperasi sekitar 82 unit. Bus-bus yang didominasi warna biru itu melayani transportasi warga Batam, dengan melewati 8 koridor atau 8 trayek di jalur-jalur utama.

Wali Kota Batam
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Rustam Effendi mengatakan, selain meminta penambahan armada, pihaknya juga sudah menambah rute baru untuk Trans Batam. Bus itu kini telah melewati Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, dan Teluklengung, Kecamatan Nongsa.

Ia berharap, pengajuan tambahan bus Trans Batam dapat disetujui pemerintah pusat. Dengan demikian, layanan transportasi massal yang murah, aman dan nyaman di kota ini bisa terwujud.

Baca Juga :
Masjid Agung Batam Dipugar, Pemko Siapkan Anggaran Rp172 Miliar

Kebutuhan transportasi massal di Batam memang cukup mendesak. Sebagai kota persianggahan yang ramai, pertumbuhan penduduk di Batam termasuk yang tertinggi bukan hanya di Provinsi Kepri tapi juga di Indonesia.

Tingginya pertambahan penduduk di Batam bukan semata-mata dari angka kelahiran, tapi dari banyaknya pendatang yang merantau ke kota industri, perdagangan, jasa, alih kapal dan pariwisata ini.

Secara nasional, laju pertumbuhan penduduk Indonesia pada tahun 2018 sebesar 1,33 persen. Sementara laju pertumbuhan penduduk Batam di tahun yang sama sebesar 3,63 persen, atau lebih dari dua kali lipat nasional.

Dari total penduduk di Kepri, sekitar 62 persen tinggal di Batam. Dan sekitar 59,78 persen penduduk di Batam merupakan warga pendatang atau perantau yang kemudian menetap seumur hidup sambil melahirkan generasi-generasi baru Batam.

*****

Penulis : Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin