Beranda Kepulauan Riau Batam

Pemko Batam Operasi Minyak Goreng, Harganya Rp10 Ribu/Liter

77
0
Operasi Minyak Goreng Batam
Pemko Batam menggelar Operasi Pasar Minyak Goreng di Kecamatan Batam Kota. Minyak goreng mendapat subsidi sehingga harganya hanya Rp10 ribu/liter. (F: Humas Pemko Batam)
- Advertisement -
DPRD Batam

Barakata.id, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar operasi pasar minyak goreng di Villa Pesona Asri, Batam Kota, Kamis (20/1/22). Dalam kegiatan ini, Pemko Batam memberikan subsidi terhadap minyak goreng sehingga harganya lebih murah, yaitu Rp10 ribu.

Program subsidi minyak goreng ini disambut baik oleh warga sekitar. Dwi Ari Mawanti, salah satu warga Batam Kota mengatakan program ini sangat bagus dan membantu masyarakat.

- Advertisement -

“Rp10 ribu perliter itu sangat terjangkau dan kami sangat terbantu. Satu paket isinya 4 liter, kami cukup bayar Rp40 ribu,” katanya.

Baca Juga:

Operasi pasar ini menurutnya telah tepat. Bentuk kehadiran pemerintah seperti ini memang sangat diperlukan.

Menyikapi mahalnya harga minyak goreng yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan kebijakan minyak goreng satu harga, yakni senilai Rp14 ribu per liter pada Selasa (18/1/22) malam.

Namun, Pemko Batam tetap mensubsidi harga minyak goreng tersebut dalam Operasi Pasar Minyak Goreng. Sehingga harganya hanya Rp10 ribu per liter.

Operasi Pasar Minyak Goreng itu juga dilakukan untuk mendukung program minyak goreng kemasan sederhana yang berstandar nasional Indonesia (SNI). Selain itu juga sebagai bentuk kepedulian produsen di tengah kenaikan harga minyak goreng di pasaran.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, Pemko Batam mengambil langkah lebih maju dengan menggelar Operasi Pasar Minyak Goreng dengan harga yang lebih murah, yaitu Rp10 ribu perliter. Harga itu diluncurkan setelah sebelumnya dibahas bersama para pelaku usaha.

Baca Juga:

“Untuk bantu masyarakat kita, maka dapat kesepakatan angka Rp 10 ribu untuk diterapkan di operasi pasar,” kata Amsakar.

Ia berharap kebijakan ini akan membuat komoditas tersebut menjadi normal. Operasi pasar ini telah dimulai sejak beberapa waktu lalu, sejak sebelum ada kebijakan dari Kementerian Perdagangan.

Kecamatan Batam Kota ini menjadi titik terakhir yang menjadi lokasi Operasi Pasar tersebut. Jumlah yang diluncurkan dalam program ini sebanyak 6 ribu liter dari total 30 ribu liter se Kota Batam. (asrul)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini