Home Kepulauan Riau

Pemko Batam Evaluasi Aturan Parkir Gratis 15 Menit

171
Aturan tentang drop-off parkir di Bandara Hang Nadim Batam. Pemko Batam berencana mengevaluasi aturan ini karena membuat turun pendapatan daerah.

Batam – Realisasi pendapatan Pemerintah Kota Batam dari retribusi parkir hingga akhir Mei 2019 baru mencapai Rp3,7 miliar atau sekitar 28,76 persen dari target Rp13 miliar. Rendahnya realisasi itu membuat Pemko Batam berencana mengevaluasi aturan perparkiran terutama tentang parkir gratis di bawah 15 menit.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin mengatakan, Pemko Batam akan mengajukan evaluasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir kepada DPRD Batam, tahun depan.

Poin aturan yang ingin dievaluasi adalah soal drop-off atau menurunkan penumpang pada lokasi parkir khusus seperti di mal, rumah sakit, pelabuhan, bandara. Pada Perda itu disebutkan, kendaraan yang masuk ke area parkir kurang dari 15 menit tidak dikenai biaya.

Menurut Jefridin, aturan tersebut cukup mempengaruhi realisasi pendapatan asli daerah dari pajak parkir

“Sesuai aturan, Perda bisa dievaluasi setelah jalan dua tahun. Berarti tahun depan kita usulkan ke DPRD,” katanya di Batam Centre, Rabu (12/6/19).

Baca Juga : PAD Batam Baru Terealisasi 30 Persen

Kebijakan gratis parkir di bawah 15 menit itu, dianggap sebagai salah satu yang membuat down (capaian rendah) realisasi retribusi parkir Kota Batam.

“15 menit baru bayar parkir di mal, itu berpengaruh sekali. 15 menit itu lama, di bandara sudah bisa putar-putar, malah tak kena. Di mal, belanja 15 menit, bayar, bisa gratis parkir,” kata dia.

Baca Juga : Batam Uji Coba Parkir Elektronik, Jukir Dibekali Ponsel Gratis

Menurut Jefridin, idealnya sampai Mei 2019, realisasi dari retribusi parkir Batam sudah mencapai kisaran 42 persen. Tapi yang tercapai sekarang tak sampai 29 persen.

“Salah kita kemarin. Insya Allah tahun depan diusulkan untuk ditinjau ulang drop off ini,” kata mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Batam itu.

Sempat berpolemik

Penerapan drop-off atau parkir gratis pada 15 menit pertama di kawasan parkir khusus di Batam sebelumnya sempat menimbulkan polemik. Bahkan, di awal-awal pemberlakuan Perda 3/2018 itu, ada beberapa pengelola parkir khusus yang harus berurusan dengan hukum lantaran dianggap melakukan pungutan liar.

Hal itu karena pengelola parkir belum menjalankan aturan perda perparkiran mengenai drop-off tersebut. Banyak pihak yang menilai Pemko Batam terlalu terburu-buru, dan minim sosialisasi.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin