Home Batam Pemko Batam Berikan Subsidi Minyak Goreng di 2 Pasar TPID

Pemko Batam Berikan Subsidi Minyak Goreng di 2 Pasar TPID

Subsidi Minyak Goreng
Wali Kota Batam Muhammad Rudi saat mengujungi Pasar TPID yang menggelar Operasi Minyak Goreng, Rabu (12/1/22). (F: Humas Pemko Batam)

Barakata.id, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan subsidi harga minyak goreng di dua lokasi yakni di Seibeduk dan Sekupang. Subsidi itu diberikan dengan skema operasi pasar minyak goreng murah.

“Sore hari ini kita hadir di Seibeduk untuk operasi pasar minyak makan (goreng). Mungkin secara nasional hari ini ada problem, sehingga pemerintah mengambil alih penjualan dengan subsidi Rp3.000 per liter,” ujar Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Rabu (12/1/22).

Lokasi penjualan minyak goreng murah ini dilakukan di Pasar TPID II Dreamland Kelurahan Tanjung Riau Sekupang dan Pasar TPID III BTC Kelurahan Mangsang Sei Beduk.

Baca Juga:

Rudi mengatakan Operasi Pasar Minyak Goreng ini dalam rangka mendukung program minyak goreng kemasan sederhana yang ber-SNI. Program ini juga sebagai bentuk kepedulian produsen di tengah kenaikan harga minyak goreng di pasaran.

Untuk pelaksanaan program ini, Kemendagri menetapkan PT Synergi Oil Nusantara (SON) sebagai produsen minyak goreng yang berpartisipasi. Kota Batam mendapat kuota sebanyak 30 ribu liter dari total 50 ribu liter kuota yang didapatkan Kepri.

Operasi pasar ini diserbu oleh warga dengan antusias. Masing-masing lokasi bahkan terjual sebanyak 6 ribu liter. Kebijakan dari pemerintah ini untuk menstabilkan harga minyak goreng selama enam bulan ke depan.

Sebelumnya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad meminta Disperindag kabupaten dan kota di Kepri untuk berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait.

“Segera turun ke lapangan, pantau masalah ini, di mana letak permasalahannya. Operasi pasar ini perlu dilakukan segera mengingat harga minyak goreng yang sudah naik beberapa waktu belakangan ini, belum juga mengalami penurunan,” ujar Ansar, Selasa (11/1/22).

Ansar meminta Disperindag untuk mengidentifikasi penyebab kenaikan harga minyak goreng yang tak kunjung turun.

Baca Juga:

“Intinya cepat bertindak, jangan biarkan masyarakat resah akibat ini. Setidaknya kita sudah tahu apa persoalannya ketika masyarakat ingin mengetahui,” pinta Ansar.

Kepala Disperindag Kepri Aris Fhariandi segera mengambil langkah-langkah strategis untuk pelaksanaan operasi pasar di Kepri. Operasi pasar minyak goreng murah ini dimulai dari Batam pada 12-13 Januari 2022 di dua lokasi yakni Pasar TPID II Dreamland dan Pasar TPID III di Tanjungpiayu.

“Kuotanya 24 ribu liter atau 2.000 karton. Minyak goreng dijual dalam kemasan bantal dengan harga 1 liter Rp14 ribu di tingkat konsumen, dengan merek Son Gold, Maha dan Hayat,” kata Aris. (asrul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin