Home Kepulauan Riau Natuna

Pemkab Natuna Bahas Imbauan Tidak Menggelar Salat Tarawih dan Idul Fitri Berjamaah

29
Bupati Natuna
Bupati Natuna, Hamid Rizal memimpin rakor di Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Rabu (8/4/20) pagi.

Barakata.id, Natuna – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna bersama Polres, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Imam Besar Masjid Agung Natuna, menggelar rakor penanggulangan virus corona (Covid-19). Di antara yang dibahas adalah tentang imbauan tidak melaksanakan salat tarawih saat bulan Ramadan dan salat Idul Fitri berjamaah di masjid.

Dalam rakor yang dihelat di Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Rabu (8/4/20) pagi itu, Bupati Natuna, Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si., menyampaikan, pertemuan antar lintas sektoral tersebut untuk membahas mengenai adanya Surat Edaran Pemerintah Pusat Nomor : SE/6/2020 tentang Panduan Ibadah di Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah (2020) di tengah kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kabupaten Natuna.

Hamid Rizal menuturkan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama telah memberikan panduan soal pelaksanaan ibadah sesuai syariat Islam, dalam rangka mencegah, menghindari dan menekan penyebaran Covid-19.

“Semua ini bertujuan untuk melindungi masyarakat maupun para pegawai pemerintahan,” katanya.

Baca Juga :
Sekda Natuna Minta Kepala OPD Fokus Tangani Virus Corona

Menjelang maupun masuknya bulan suci Ramadan tahun ini, masyarakat muslim diimbau untuk tetap mematuhi imbauan pemerintah, terkait pelaksanaan ibadan salat berjamaah di masjid maupun musala.

Pemkab Natuna
Bupati Hamid Rizal memimpin rakor di Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Rabu (8/4/20) pagi

Dalam surat edaran tersebut, sambung Hamid Rizal, terdapat beberapa poin yang mengatur mengenai pelaksanaan ibadah bagi umat muslim di Indonesia. Salah satu poinnya adalah meniadakan salat berjamaah di masjid maupun musala untuk sementara waktu, selama Covid-19 masih menjadi ancaman. Di antaranya salat fardhu 5 waktu, salat Jumat, salat tarawih dan salat Idul Fitri.

Polres Natuna

Menurut Bupati, langkah ini diambil pemerintah guna melindungi warganya dari resiko terpaparnya salah satu virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut. Untuk itu beliau berharap agar masyarakat muslim di Kabupaten Natuna, terutama para tokoh agama, dapat memahami dan mengerti atas kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah saat ini.

“Meskipun saat ini Natuna masuk dalam zona hijau pandemi Covid-19 (nihil kasus corona), tapi alangkah baiknya jika kita semua dapat mencegah guna memutus mata rantai jenis virus tersebut,” kata Hamid Rizal.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin