Home Gaya Tekno

Pemerintah Ingin Gantikan BBM dengan Biofuel dari Sagu

33
biofuel dari sagu
Ilustrasi. Sagu/pertanian.go.id

Barakata.id- Pemerintah ingin menggantikan bahan bakar minyak (BBM) dengan sumber energi terbarukan berupa biofuel atau vioaftur dari sagu.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdalifah Machmud mengatakan salah satu potensi yang mungkin perlu diinisiasi adalah bagaimana memanfaatkan sagu sebagai sumber bahan bakar untuk bioful, subsitusi premium dalam negeri bahkan jadi bioavtur.

Baca Juga:
Premium dan Pertalite Dihapus Pemilik Kendaraan Untung, Kok Bisa?

“Sagu berpotensi menggantikan bahan nabati lainnya seperti singkong, sebagai kandidat bahan baku biofuel,” ujarnya dalam dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (11/12/20).

Musdalifah sempat mengkaji singkong sebagai kandidat bahan baku biofuel. Namun, singkong gugur karena tak memenuhi syarat ekonomis. Selain singkong, tebu juga pernah diupayakan.

“Tebu pernah diupayakan dengan mengambil sari gulanya (molasses),” kata dia.

Sayangnya produksi molasses tebu Indonesia tak banyak. Hanya sekitar 800 ribu ton. Tebu pun dianggap tak cocok jadi bahan baku buofuel.

“Ini berbeda dengan sagu yang memiliki potensi produksi besar di tengah minimnya pemanfaatan,” ujarnya.

Saat ini hutan sagu di Indonesia seluas 5,5 juta hektare. Sementara yang sudah ditanami baru sekitar 314 ribu hektare. Itu artinya baru sekitar 5 persen lahan sagu yang ditanami.

Baca Juga:
1.800 Armada Pertamina Sudah Digital, Monitoring BBM Lebih Efisien

Namun, untuk mewujudkan harapan itu, pemerintah masih harus memperbaiki infrastruktur di Indonesia Timur tempat mayoritas lahan sagu berada.

Diakuinya, infrastruktur jadi kendala terbesar dalam industri pengolahan sagu, karena sebagain besar pohon sagu berada di wilayah hutan yang masih sulit diakses.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin