Home Kepulauan Riau Pemalsuan Surat Isdianto Sudah Disampaikan ke Polda

Pemalsuan Surat Isdianto Sudah Disampaikan ke Polda

43

Barakata.id, Tanjungpinang – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah memerintahkan Kepala Biro Hukum, Heri Mokhrizal melaporkan surat pemalsuan yang mengatasnamakan Isdianto (Gubernur Kepri yang saat ini cuti, red) ke Polda Kepri.

Surat tersebut berisi permohonan bantuan dana pengamanan pelaksanaan pilkada tertanggal 12 Oktober 2020, dengan tanda tangan serta stempel basah.

“Kami sudah perintahkan Karo Hukum segera memprosesnya. Pemalsuan itu juga sudah disampaikan langsung Pak Isdianto kepada Pak Kapolda,” kata Arif di Tanjungpinang, Sabtu (17/10/20).

Arif mengaku, setelah membaca surat tersebit ia menemui sangat banyak kejanggalan. “Di antaranya, surat berkop gubernur, tapi tanda tangan di bawah atas nama Isdianto sebagai Plt Gubernur. Dan nomor surat ada tulis BKD, sedang sekarang kantor OPD tersebut disingkat BKPSDM” tegas Arif.

Baca Juga :

Lebih janggalnya lagi, Isdianto sejak 26 September 2020, sudah cuti karena ikut pilkada. Lebih lengkapnya lagi, posisi gubernur saat ini, untuk Gubernur Kepri dijabat Bahtiar Baharuddin sebagai Pejabat Sementara.

Bahtiar merupakan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri.

Arif menegaskan, saat surat itu beredar sudah menginformasikan ke media bahwa surat itu palsu dan tidak benar.

“Surat itu tidak benar dan Pemprov Kepri tidak ada sangkut pautnya. Untuk dana NPHD yang diperuntukan bagi keamanan sudah 100 persen dikucurkan dan tidak ada masalah,” kata Arif.

Adapun langkah yang diambil Pemprov Kepri saat ini melalui Biro Hukum Pemprov sudah mempersiapkan bukti-bukti serta akan melampirkan produk hukum yang ada tanda tangan gubernur yang asli (Isdianto,red) untuk data pembanding penyidik nanti.

Sementara itu surat palsu ini sudah sempat beredar kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Kepri. Penjelasan surat itu bernomor: 110/808/2.1BKD dengan surat penting dan segera.

Baca Juga :

Untuk itu Arif kembali menegaskan Isdianto tidak pernah mengirimkan surat itu agar perusahan-perusahaan di Kepri tidak menanggapi surat itu.

Surat ini merupakan pemalsuan yang sengaja dilakukan untuk mencari keuntungan tersendiri dan merugikan Isdianto.

“Intinya pihak perusahaan tidak menanggapi surat itu,” tegas Arif lagi.

Perlu diketahui bersama pemalsuan jenis yang sama juga terjadi di Provinsi Banten. Sama seperti yang dialami Isdianto, surat palsu yang mengatasnamakan Gubernur Banten untuk meminta bantuan dana pilkada juga terjadi di sana.

*****

Penulis : Rinto Situmorang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin