Home Kepulauan Riau Pejabat Dinkes Bintan Positif Corona Usai Divaksin, Gama AF: Tak Benar Itu

Pejabat Dinkes Bintan Positif Corona Usai Divaksin, Gama AF: Tak Benar Itu

60
Dinkes Bintan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, dr. Gama menjawab pertanyaan wartawan terkait virus corona, Rabu (4/3/20). (F: barakata.id/IST)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Bintan – Seorang pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan diinformasikan terpapar virus corona usai menjalani vaksinasi. Bukan hanya sekali, pejabat tersebut tercatat sudah dua kali disuntik vaksin Covid-19.

Informasi yang beredar di masyarakat Bintan itu langsung dibantah Kepala Dinkes Bintan, Gama AF Isnaeni.

Ia menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan salah satu stafnya yakni Kasubag Keuangan Dinkes Bintan terpapar corona usai dua kali disuntik vaksin adalah tidak benar.

BACA JUGA : Bupati Minta Diskominfo dan Dinkes Bintan Gencar Sosialisasi Risiko Corona

“Informasi itu tidak benar. Yang benar, hasil tes usap PCR pertama, Bang Yan (panggilan Kasubag Keuangan Dinkes Bintan), negatif Covid-19,” ujar Gama di Bintan, Kamis (25/3/21).

Ia menjelaskan dua anggota keluarga Yan, yakni ibu dan istrinya memang terkonfirmasi terinfeksi virus corona. Adapun Yan sendiri, memang mengalami batuk, tapi tidak ikut terinfeksi.

“Kita lihat nanti hasil tes usap kedua di Tanjungpinang, apakah beliau sehat atau terinfeksi Covid-19,” ucapnya.

Gama mengakui, isu yang beredar bahwa Yan sudah dua kali disuntik vaksin tapi masih terinfeksi virus corona sangat meresahkan. Pasalnya, kabar itu dapat menurunkan semangat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi.

“Padahal itu isu yang tidak benar,” tegasnya.

Meski demikian, Gama tetap mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa vaksinasi tidak mutlak dapat meningkatkan kekebalan tubuh 100 persen dari serangan Covid-19.

BACA JUGA : Jangan Lengah, Kepri Belum Bebas dari Covid-19

Imun tubuh setelah vaksinasi kedua meningkat 65 persen, dengan demikian orang yang sudah disuntik vaksin bisa saja terkonfirmasi Covid-19. Namun, dengan gejala yang ringan.

Gama menyontohkan, Vaksinasi BCG yang diberikan kepada anak-anak untuk mencegah penyakit TBC, tidak 100 persen meningkatkan kekebalan tubuh dari virus TBC. Artinya, anak yang sudah diberi Vaksin BCG tetao harus berhati-hati, menghindari pasien TBC.

Menurut dia, vaksinasi adalah usaha atau ikhtiar yang harus dilakukan setiap warga di masa pandemi ini. Selain itu, semua orang harus tetap menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas.

“Jangan sampai merasa kuat setelah divaksin. Tetap harus menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak saat berinteraksi dan rajin mencuci tangan dengan sabun,” pungkasnya.

*****

Editor : YB Trisna

Sumber : kominfo.kepriprov.go.id

Advertisement
SebelumnyaKini, Rekam dan Cetak KTP Bisa di Kantor Camat Pulau Rakyat
SelanjutnyaSurvei Tras N Co, Marketplace Terbanyak Diulas di Internet