PeduliLindungi Akan Diterapkan di Seluruh Mal di Batam

44
PeduliLindungi Diterapkan di Mal
Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata mengecek persiapan Mega Mall dalam penerapan QR code PeduliLindungi, Kamis (23/9/21). (F: Disbudpar Batam)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Batam- Quick Response (QR) code PeduliLindungi akan diterapkan di seluruh mal di Batam. Salah satunya di Mega Mall Batam Center.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam mengecek langsung kesiapan mal tersebut dalam penerapan QR code PeduliLindungi, Kamis (23/9/21).


Ardi mengatakan sesuai Surat Edaran (SE) Wali Kota Batam Nomor 53 Tahun 2021, pusat perbelanjaan diizinkan beroperasi 50 persen. Jam operasional mulai pukul 10.00-21.00 dengan aplikasi PeduliLindungi dan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Baca Juga:

“Kita ingin memastikan mal sudah mempersiapkannya (QR Code PeduliLindungi),” kata Ardi.

Dalam aplikasi tersebut, terdapat empat warna yang menunjukkan status saat melakukan scan QR code di pintu masuk. Ke empat warna itu adalah hijau, kuning, merah dan hitam.

Warna hijau menunjukkan orang tersebut telah mendapat dua dosis vaksin. Warna kuning mendapatkan satu dosis vaksin. Warna merah belum divaksin, dan warna hitam berarti dalam status terkonfirmasi positif Covid-19.

Bagi pengunjung yang setelah discan berwarna hijau dan kuning sudah dipastikan bisa masuk mal. Bagi yang warna merah bisa masuk tapi denan menunjukkan bukti surat keterangan dari rumah sakit bahwa kondisinya sehat. Jika warna hitam maka tak boleh masuk.

Baca Juga:

Ardi mengatakan, meskipun aplikasi PeduliLindungi diterapkan namun protokol kesehatan tetap harus diterapkan dengan ketat. Di antaranya pengecekan suhu tubuh dan menyediakan hand sanitizer bagi pengunjung yang akan masuk ke pusat perbelanjaan.

Dia berharap dengan beroperasinya pusat perbelanjaan, pariwisata di Batam kembali bergairan dan ekonomi pun pulih. Saat ini pusat perbelanjaan sudah mulai punya event untuk pengunjungnya. Di antaranya bazar kuliner dan pameran usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Semoga Covid-19 tidak ada lagi di Kota Batam,” harap Ardi. (asrul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin