Pedagang Demo Wali Kota Batam, Emak-Emak Panjat Pagar dan Ancam Bugil

238
Pedagang Pasar Induk Jodoh berdemo di depan kantor Pemko Batam, Kamis (7/11/19).

Barakata.id, Batam – Puluhan pedagang kaki lima di kawasan Pasar Induk Jodoh, Kota Batam menggelar demo di depan gedung Pemko Batam, Jalan Engku Putri, Batam Center, Kamis (7/11/19). Mereka menuntut Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengembalikan hak-hak pedagang yang digusur pemerintah.

Para pendemo yang didominasi emak-emak (ibu) mengecam kebijakan Pemko Batam yang melakukan penggusuran tanpa memberi solusi. Mereka mengaku sudah dua pekan tak bisa berjualan karena tak ada tempat.

“Kami tak bisa berjualan, ekonomi kami suram. Pak Wali, tolong kembalikan hak-hak kami,” seru seorang emak.

Baca Juga : Pasar Induk Jodoh Tegang, Pedagang Bakar Ban dan Blokade Jalan

Ia melanjutkan, gara-gara tak berjualan, keluarganya kini harus super hemat mengeluarkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kalau begini terus, hidup kami bisa terancam, anak-anak kami juga terancam sekolahnya,” kata dia.

Menurut dia, tempat relokasi pedagang yang disiapkan Pemko Batam bukan solusi. Apalagi, tempat itu milik pengusaha sehingga pedagang harus membayar sewa kiosnya.

“Kami ini korban penggusuran, kenapa malah dipindahkan ke tempat yang harus bayar sewa lagi. Untuk kebutuhan hidup saja kami sudah kepayahan, ini disuruh bayar sewa kios pula lagi,” kata emak yang lain.

“Tugas pemerintah itu menggusur kemiskinan bukan menggusur rakyat miskin,” sambungnya.

Aksi para pedagang itu mendapat pengawalan ketat dari puluhan polisi dan Satpol PP. Massa yang sudah datang ke lokasi sejak pukul 10.00 WIB itu membawa berbagai spanduk dan poster.

Petugas yang berjaga terlihat kerepotan saat mengawal aksi emak-emak pedagang tersebut.

Spanduk yang dibawa pendemo.

Bukan hanya berorasi bergantian, sejumlah emak bahkan sempat mengancam akan melakukan aksi telanjang jika sampai waktu yang ditentukan Wali Kota Batam tidak datang menemui mereka yang sedang berdemo.

“Kami tunggu di sini. Kalau Pak Rudi (Wali Kota Batam) tak datang juga, kami akan demo sambil telanjang,” teriak seorang ibu. Mendengar itu, massa yang lain langsung bertepuk riuh.

Beberapa polisi coba menenangkan massa yang mulai mencoba merangsek masuk ke halaman gedung Pemko Batam. Namun upaya petugas percuma, karena akhirnya massa bisa merangsek ke dalam.

Sebelumnya, seorang ibu yang mengenakan baju merah pun tampak nekat memanjat pagar besi pintu gerbang Pemko Batam.

Ibu itu manjat sampai ke pucuk, dengan ketinggian sekitar 2,5 meter. Aksi tersebut menarik perhatian bukan hanya peserta demo tapi juga para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Setelah masuk ke halaman, massa pendemo lalu berjubel di teras pintu utama gedung Pemko Batam.

“Kami akan terus di sini, sampai Pak Wali atau Wakilnya datang menemui kami dan memberi solusi atas masalah ini,” kata Agung Wijaya, koordinator aksi.

Agung mengatakan, pemerintah tak pernah melibatkan pedagang dalam program revitalisasi Pasar Induk Jodoh.

Pendemo menunggu di teras depan kantor Pemko Batam, Kamis (7/11/19).

Begitu pula saat penertiban. Menurut Agung, pedagang tidak mendapat surat pemberitahuan, lalu tiba-tiba digusur paksa.

Baca Juga : Pasar Induk Batam Dirombak, Pedagang Diminta Kosongkan Lapak

Padahal, lanjut Agung, dua bulan sebelum penggusuran, pedagang sudah mengirimkan surat permohonan audiensi dengan dinas terkait. Ia menjelaskan, pedagang saat itu hanya meminta dua kepada pemerintah.

“Pertama, sampai kapan revitalisasi pasar selesai. Kedua, soal rekolasi dan kepastian tempat mereka berjualan,” katanya.

“Seharusnya dua hal itu dijelaskan pemerintah kepada pedagang sebelum melakukan penggusuran,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, para pedagang masih menunggu di teras depan gedung Pemko Batam.

*****

Penulis : Ali Mhd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here