Home Kepulauan Riau

Pasien Covid-19 Kepri Tambah 253 Orang, Tiga Meninggal

Pejabat Positif Covid-19
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19. Satgas Covid-19 Kepri mengkonfirmasi ada tiga pejabat Pemprov Kepri yang saat ini positif terpapar virus corona. (F: dok. pemprov kepri)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Tanjungpinang – Tiga pasien Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dinyatakan meninggal dunia, Kamis (6/5/21). Tiga pasien itu, dua dari Kota Tanjungpinang dan satu pasien dari Kabupaten Karimun.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid 19 Provinsi Kepri, total konfirmasi kasus Covid-19 se-Kepri saat ini berjumlah 2.133 orang atau bertambah 253 orang.

Dari 253 orang yang terpapar Covid 19 tersebut, 72 orang ada di Kota Batam, 61 orang di Tanjungpinang, 41 orang di Kabupaten Kepulauan Anambas, 30 orang di Bintan, 28 orang di Lingga, dan 21 orang di Kabupaten Karimun.

BACA JUGA : Pasien Covid-19 di Kepri Melonjak, 261 Orang Meninggal hingga April 2021

“Dari jumlah itu hari ini ada 3 orang yang meninggal dunia karena Covid 19. Sebanyak 2 orang di Kota Tanjungpinang dan 1 orang di Kabupaten Karimun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri di Tanjungpinang, kemarin.

Bisri mengingatkan masyarakat Kepri agar tetap mematuhi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan selama melakukan aktivitas sehari-hari, terutama saat berada di luar rumah. Ia menegaskan bahwa penyebaran virus corona di wilayah Kepri masih belum bisa dikendalikan.

Antisipasi ruang isolasi

Terpisah, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menginstruksikan para kepala daerah kabupaten dan kota di Kepri segara enyiapkan ruang isolasi tambahan guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

“Kami menginstruksikan ke semua bupati dan wali kota agar mengantisipasi hal terburuk jika memang terjadi lonjakan. Maka rumah sakit dan ruang isolasi harus dipersiapkan dengan baik,” ujar Ansar Ahmad, Kamis (6/5/21).

Gubernur Ansar mengatakan, kapasitas ruang perawatan dan ruang isolasi pasien Covid-19 di Kepri saat ini masih mencukupi. Namun, ia ingin ada langkah antisipasi dini terhadap peningkatan kasus Covid 19.

“Karena itu persiapan untuk kemungkinan yang terburuk harus dilakukan. Hari ini saya juga baru saja meninjau RSKI Pulau Galang untuk memastikan kesiapan prasarana pendukung rumah sakit itu untuk perawatan pasien Covid 19 yang baru masuk termasuk yang dari pekerja migran Indonesia yang kita tangani,” kata dia.

BACA JUGA : Pasien Covid-19 di Kepri Melonjak Lagi

Ansar juga meminta kepala daerah di Kepri segera membentuk Satgas Penanganan Covid-19 sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Kalau perlu, jadikan juga perangkat RT dan RW ujung tombak Satgas penanganan Covid 19 yang secara intensif turun ke masyarakat. Saya juga minta lembaga seperti Posyandu, BKMT, Ormas, organisasi kepemudaan dan lainnya ikut aktif membantu pemerintah menekan penyebaran Covid 19,” kata dia.

Dia juga mengingatkan para tokoh masyarakat dan tokoh agama agar selalu menerapkan protokol kesehatan dalam tiap pelaksanaan kegiatan.

“Dengan adanya kasus-kasus positif serta munculnya klaster baru, mudah-mudahan jadi pelajaran kepada kita semua bahwa penerapan protokol kesehatan itu sangat penting. Karena itu saya berharap para ulama, pemuka agama, tokoh masyarakat, dan semua pihak agar betul-betul menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

*****

Editor : YB Trisna

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin