Home Nusantara Pascaledakan Bom Bunuh Diri di Makassar, Polda Jateng Siapkan Pasukan Khusus Antiteror

Pascaledakan Bom Bunuh Diri di Makassar, Polda Jateng Siapkan Pasukan Khusus Antiteror

41
Kabid Humas Polda Jateng
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna. F: Barakata.id / ist
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Semarang – Polda Jateng perketat pengamanan tempat ibadah, pasca terjadinya ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi telah menginstruksikan agar menghadirkan kepolisian di tengah masyarakat. Termasuk pengamanan Gereja menjelang Hari Raya Paskah.


“Kita juga telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait yakni institusi TNI untuk melakukan kerjasama dalam hal pengamanan,” ungkap Kapolda melalui Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Senin (29/3/2021) seperti dikutip dari paman resmi Polri.

Baca juga: 

Pola pengamanan yang dilakukan yakni secara stasioner menempatkan anggota kepolisian. Kemudian melakukan patroli di tempat-tempat dianggap rawan kriminalitas, pelanggaran hukum. Pihaknya juga menghimbau pada warga masyarakat jawa tengah tetap tenang dan tidak panik.

Saat ini, terang Kapolda Jateng yang disampaikan melalui Kabid Humas Polda Jateng, jajaran Inteligen Polda Jawa Tengah dan Kodam IV Diponegoro tengah menggencarkan monitoring / memantau tempat-tempat ibadah , wisata, pusat perbelanjaan, dan t-empat-tempat keramaian lainnya.

Baca juga:

“Jawa Tengah tidak boleh kecolongan oleh aksi-aksi terorisme dan radikalisme, ini negara hukum yang penuh dengan aturan-aturan yang diatur oleh hukum dan Undang-Undang, jadi semua warga negara wajib dan patuh pada hukum yang berlaku,” tegas Kabid Humas Polda Jateng.

Dikatakan Kabid Humas, untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polda Jateng telah menyiapkan pasukan khusus anti teror bilamana akan terjadi aksi teror di Jawa Tengah.

Baca juga:

Saat ini setiap gereja yang akan mengadakan Paskah telah menerapkan protokol kesehatan. Jamaah yang akan hadir dibatasi dan telah terekam barcode yang telah disiapkan kepada jamaah, sehingga tidak setiap orang boleh dan bebas masuk ke dalam gereja.

“Yang tidak tertampung bisa mengikuti secara virtual,” tandasnya.

****

Editor: Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin