Pariwisata Batam Diprediksi Bangkit Mulai Januari 2021

Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata menjadi narasumber dalam sosialisasi CHSE bagi pelaku usaha di Hotel Travelodge, Rabu (25/11/2020). (F: Humas Pemko Batam)

Barakata.id- Pariwisata Batam diprediksi bakal bangkit mulai awal 2021 mendatang. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata (Disbudpar) Batam Ardiwinata.

Menurut dia, prediksi itu bukan tanpa alasan. Sebab, sejumlah usaha dan destinasi di Batam sudah beroperasi. Mayoritas juga sudah menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga:
Hotel dan Resto dapat Dana Hibah, Daftar Sebelum 12 November

“Dengan usaha keras kita selama ini, maka Januari 2021 adalah masa kebangkitan pariwisata Batam,” ujar Ardi, saat menjadi narasumber Pelatihan Sosialisasi Implementasi Program Cleanliness, Health, Safety, and Enviroment Sustainability (CHSE) bagi Pelaku Usaha di Travelodge Batam, Rabu (25/11/2020).

Ardi mengatakan, sejauh ini penanganan Covid-19 di Batam dibagi dalam tiga tahap; tanggap darurat, pemulihan dan normalisasi.

“Tahap tanggap darurat, pemerintah mengalokasikan anggaran hingga menyebar bahan pokok untuk menangani dampak pandemi. Pelaku pariwisata sektor hotel juga diberi kelonggaran pajak,” ujarnya.

Di masa pemulihan, pemerintah mulai membuka sejumlah usaha di sektor pariwisata, seperti hotel, restoran tempat hiburan dan lain-lain.

“Di masa ini pula, Disbudpar Batam membentuk 14 protokol yang harus diterapkan di sektor pariwisata. Masing-masing punya cara dan prosedur bagaimana beraktivitas di masing-masing tempat,” kata dia.

Kemudian, pada masa normalisasi, pihaknya menargetkan dimulai pada awal 2021 seiring masa kebangkitan pariwisata Batam. Untuk itu, pemerintah mengajak semua pelaku usaha di sektor pariwisata untuk memperketat protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga:
32 Hotel dan Resort di Batam Sudah Daftar Sertifikasi CHSE

“Tetap pakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau memakai hand sanitizer. Ini sebagai benteng kita melawan Covid-19,” kata dia.

Demikian pula pengusaha di sektor pariwisata seperti hotel dan restoran diminta melengkapi fasilitas pendukung protkol kesehatan, diperkuat pula dengan protokol Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability (CHSE) yang disusun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

***

Editor: Asrul R

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin