Home Jelajah Seni Budaya Pantun Tumbuh Subur di Batam, Jadi Kewajiban Pejabat Ketika Sambutan

Pantun Tumbuh Subur di Batam, Jadi Kewajiban Pejabat Ketika Sambutan

98
Pantun di Batam
Wali Kota Batam Muhammad Rudi menerima penghargaan Wali Kota Peduli Pantun dalam Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia 2020. (F: Humas Pemko Batam)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id- Sebagai warisan budaya takbenda, pantun tumbuh subur di Batam. Pantun selalu hadir dalam kegiatan resmi maupun pemerintahan. Bahkan para pejabat pun diwajibkan untuk berpantun sebelum memberikan kata sambutan.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan budaya berpantun tak asing di Kota Batam. Kewajiban berpantun seorang pejabat saat sambutan tercantum dapam Perda Pokok-pokok Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Batam.


Baca Juga:
Pantun Diakui Jadi Warisan Budaya Dunia Takbenda

“Ini wajib bagi pejabat. Dalam sehari, kadang saya setidaknya 12 kali berpantun dalam sambutan di acara yang saya hadiri,” ujar Rudi, Minggu (27/12/20) malam dalam Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia 2020 di Golden Prawn, Bengkong.

Dedikasinya dalam berpantun membuat Kota Batam pun ditunjuk dalam gelaran anugerah pantun nasional tersebut. Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia 2020 ini diikuti oleh 32 daerah se Indonesia. Pemantun dari Aceh hingga Papua ikut dalam kegiatan yang disiarkan secara virtual tersebut.

Pada malam penganugarahan tersebut, Batam juga menjadi daerah dengan peserta terbanyak di ajang tersebut. Pada kesempatan itu Rudi pun dianugerai penghargaan sebagai Wali Kota Peduli Pantun.

Tak hanya itu, Rudi juga dianugerahi penghargaan sebagai penulis pantun budaya Indonesia. Ada 6 pantun karangan Rudi yang dimuat dalam buku Pantun Mutiara Budaya Indonesia yang diluncurkan dalam acara tersebut. Pantun Rudi rata-rata berisi petuah tentang kehidupan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh masyarakat Kota Batam,” ujar Rudi.

Persoalan pantun memang tengah hangat. Pada 17 Desember 2020 pantun ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO.

Sementara itu Ketua Perkumpulan Rumah Seni Asnur (Perruas) Asrizal Nur sebagai penggagas Anugerah Pantun Mutiara Budaya Indonesia mengapresiasi Wali Kota batam yang dinilainya peduli dengan pantun.

“Bapak wali kota sangat antusias saat ada acara pantun ini. Hanya seorang Wali Kota berbudaya yang peduli kebudayaan,” ujar Asrizal.

Perruas merupakan wadah pembinaan dan pengembangan bagi pemantun di Indonesia. Saat ini, lebih dari 3.000 orang yang tergabung dalam perkumpulan tersebut.

Baca Juga:
Pemantun Pernikahan, Menjaga Tradisi Pantun di Bumi Kepri

“Dalam pembinaan ini, kita menulis pantun, puisi, hingga melahirkan sejarah kolosal,” ujarnya.

Kegiatan pantun nasional itu juga disambut baik oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam Nyat Kadir. Anggota DPR itu mengatakan kegiatan tersebut merupakan ruang untuk berkarya sekaligus melestarikan budaya berpantun.

“Pantun ini mengalami perjalanan panjang. Dulu, pantun digaungkan di acara pernikahan, Kemudian pembukaan ceramah-ceramah agama dan kegiatan yang lain,” ujarnya.

***

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin