Home Kepulauan Riau Batam

Pantau Pilkada Kepri, PWI Minta KPUD Adil dan Lebih Teliti

26
Candra Ibrahim
Ketua PWI Provinsi Kepri, Candra Ibrahim

Barakata.id, Batam – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri menyatakan ikut memantau tahapan dan pelaksanaan Pilkada (pemilihan kepala daerah) 2020 di Kepri. Hal itu demi terwujudnya Pemilu yang adil, bersih, dan transparan.

Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim mengatakan, insan pers sebagai penjaga pilar keempat demokrasi sudah selayaknya ikut memantau jalannya proses pesta demokrasi di Tanah Air.

Peran insan pers diperlukan dalam. Pemilu agar berjalan jujur dan transparans. Karena itu, PWI Kepri berharap penyelenggara Pemilu yakni KPU dan juga Bawaslu di setiap tingkatan mampu bersikap profesional dan adil.

Baca Juga :
Usung Rudi dan Marlin, NasDem Target Menang di Kepri dan Batam

Candra Ibrahim yang didampingi Sekretaris PWI Kepri Novianto, Bendahara Andi Gino, dan jajaran Mappilu (Masyakarat dan Pers Pemantau Pemilu) PWI Kepri, mengatakan, pihaknya menyikapi berbagai perkembangan dan eskalasi yang terjadi selama proses pilkada serentak di beberapa kabupaten/kota dan Provinsi Kepri.

“Penting bagi kita semua, terutama penyelenggara pilkada seperti KPUD dan Bawaslu untuk memastikan bahwa mereka bekerja secara baik, transparans, adil, dan jujur. Ini penting demi menghindari kecurigaan rakyat, agar tercipta pilkada yang jujur dan adil,” kata Candra kepada wartawan di Batam Centre, Senin (2/3/20).

Ia mengatakan, salah satu contoh yang menjadi pantauan PWI Kepri adalah ketika KPU Batam melakukan kekeliruan dalam pembuatan surat resmi.

Menurutnya, protes yang terjadi dalam proses Pilkada Batam, ketika KPU setempat keliru dalam membuat tahun pada kop surat keputusan, sedikitnya telah menimbulkan pertanyaan.

Meskipun sudah diralat, Candra menekankan bahwa kekeliruan itu hendaknya menjadi pelajaran agar KPU Batam lebih berhati-hati. Begitu juga dengan KPU di daerah lain, agar menjadikan masalah itu sebagai pelajaran.

Sebagai informasi, pada berita acara KPUD Batam nomor 23/PP.02.2-BA/KPU/II/2019, berkaitan persyaratan calon independen Pilkada Batam atas nama Ir Zukriansyah dan pasangannya Eka Anita Diana, KPU Batam keliru menulis tahun, yakni 2019. Padahal harusnya 2020.

Surat itu sebenarnya sudah diralat dan diklarifikasi oleh pihak KPU Batam. Namun, kasus ini telah menimbulkan gugatan ke Bawaslu.

“Oleh sebab itu, penting kiranya hal ini menjadi perhatian kita semua. Apalagi bagi KPUD dan Bawaslu, sebab kepada merekalah tugas konstitusi ini diberikan oleh negara,” ujar Candra yang juga Sekretaris Dewan Penasehat SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Provinsi Kepri ini.

Baca Juga :
Munculnya Marlin Rudi Mengubah Peta Pilgub Kepri

Candra yang juga Komisaris Utama Batampos online itu berharap, KPU dan Bawaslu bekerja secara lebih teliti dalam memeriksa seluruh berkas pencalonan dan syarat para balon.

“Komisioner KPU terutama di daerah, kan memang diberi tugas oleh negara. Kalau balonnya (bakal calon) memenuhi syarat, katakan memenuhi syarat. Berlaku untuk jalur partai maupun independen. Sebaliknya, jika balon tak memenuhi syarat, tegaskan saja tidak. PWI Kepri dan Mappilu PWI Kepri akan mendukung,” tegasnya.

Untuk diketahui, pada 23 September 2020 nanti, akan dilaksanakan pilkada serentak. Di Provinsi Kepri, Pilkada digelar untuk Pilgub Kepri, Pilwako Batam, Pilbup Karimun, Pilbup Bintan, Pilbup Natuna, Pilbup Kepulauan Anambas, dan Pilbup Lingga. Dari beberapa daerah itu, mulai nampak balon jalur independen, seperti di Kota Batam dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

*****

Penulis : Ali Mhd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin