Home Gaya Kesehatan

5 Panduan Menggunakan Toilet Umum di Saat Pandemi

85
Ilustrasi Toilet Umum
Foto ilustrasi. Menggunakan toilet umum di masa pandemi juga harus memperhatikan beberapa protokol kesehatan. (F: net)

Barakata.id – Di masa pandemi Covid-19, memang lebih baik di rumah saja. Tapi ini tidak berlaku untuk semua orang, sebab banyak juga yang harus berada ditempat umum untuk bekerja atau keperluan lain.

Anda mungkin sudah menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak. Tapi bagaimana jika mendadak harus menggunakan toilet umum?

Apakah aman jika harus menggunakan toilet yang dipakai bergantian dengan banyak orang?

Baca Juga : Tanda-Tanda Hubungan Sehat yang Harus Diketahui

Toilet umum bisa saja kotor, tapi kemungkinan mendapatkan penularan Covid-19 mungkin rendah. Virus dapat ditularkan dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi.

Akan tetapi penularan yang lebih umum adalah melalui tetesan pernapasan (droplet).

“Meskipun virus dapat ditularkan dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi, belum tentu virusnya menyebar di seluruh toilet umum,” kata Dr. Amesh Adalja, seorang dokter penyakit menular dan sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security.

Berikut ini merupakan panduan menggunakan toilet umum yang perlu diketahui saat menggunakan toilet umum menurut para ahli dilansir dari Buzzfeed, Minggu (7/6/20):

Menggunakan Toilet Umum
Menggunakan toilet di masa pandemi aman jika tetap mengikuti panduan kesehatan. (F: medicalnewstoday.com)

1. Selalu cuci tangan

Protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker dan merupakan tindakan untuk mengurangi risiko terinfeksi Covid-19. Jangan hanya mengandalkan tempat yang akan dikunjungi.

Robin Patel, Pimpinan American Society for Microbiology menyarankan untuk membawa handsanitizer sendiri untuk berjaga-jaga. Siapa tahu toilet umum kehabisan persediaan.

2. Antre dan tetap jaga jarak

Robin juga menyarankan untuk menunggu orang lain meninggalkan kamar mandi sebelum masuk. Masing-masing harus menjaga jarak minimal 2 meter.

3. Siapkan lap atau tisu untuk dudukan toilet

Menurut Rosie Redfield, seorang ahli mikrobiologi dan profesor di Departemen Zoologi Universitas British Columbia virus Covid-19 tidak menular melalui kulit. Maka peluang tertular virus dari toilet duduk sangat rendah.

Kecuali, jika ada orang terinfeksi menggunakan toilet duduk dan partikel virus dari mereka menempel di dudukan toilet. Kemudian orang lain yang sehat menggunakan toilet itu dan menyentuh dudukan toilet, lalu orang itu menyentuh wajahnya dengan tangan.

Barulah kemungkinan orang sehat tersebut bisa tertular.

Oleh karena itu, tak ada salahnya menyiapkan lap atau tisu sekali pakai untuk menyeka dudukan toilet. Lebih bagus jika menyemprotkan disinfektan atau toilet set sanitizer sebelum menggunakan toilet duduk tersebut.

4. Hindari menyentuh permukaan toilet

Salah satu cara mengurangi risiko terkena virus atau bakteri adalah dengan menghindari menyentuh permukaan. Dr Greg Polandia, seorang profesor kedokteran dan penyakit menular di Klinik Mayo mengatakan, beberapa orang memencet tuas dengan kaki, tetapi cara ini malah membuat tuas lebih kotor untuk orang berikutnya karena bakteri, partikel virus, dan urine yang menempel di sepatu mereka dari lantai kamar mandi.

Di masa seperti ini, menyentuh flusher dengan tangan kosong juga beresiko. Maka akan lebih baik jika menyentuhnya dengan mengalasi tangan dengan kertas toilet.

“Semakin sedikit kontak dengan permukaan sentuhan semakin baik,” ujar Dr. Richard Jackson, seorang profesor di UCLA Fielding School of Public Health.

Baca Juga : Bunda Perlu Coba, Ini 5 Posisi Bercinta Penghilang Stres

5. Gunakan tisu

Pengering tangan telah terbukti menghancurkan bakteri feses di udara. Maka para ahli sepakat menggunakan tisu.

“Pengering udara sangat efektif mencium apapun yang ada di tangan Anda. Sehingga apa yang ada di sekitar kamar mandi bisa kembali ke wajah Anda,” kata Polandia.

Penelitian terbaru menemukan, virus yang menyebabkan Covid-19 muncul dalam urin dan feses orang yang terinfeksi. Meskipun penelitian telah menunjukkan bahwa virus dalam kotoran manusia berpotensi menular, belum jelas apakah seseorang benar-benar dapat terinfeksi virus dalam kotoran.

Meskipun begitu kita patut berjaga-jaga dan tidak ceroboh saat berada di toilet umum.

*****

Editor : Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin