Sapuring Untuk Pakan ternak

*) Sapuring Alternatif Campuran Pakan Ternak Mulai Dipasarkan

Barakata.id, BATAM – PT Pengembangan Manajemen Sumberdaya Tanjungpinang, awal Agustus sudah memperkenalkan dan memasarkan sagu parut kering atau sapuring di Kepri khususnya Batam dan Bintan.

Sapuring merupakan campuran (bahan baku) pakan ternak yang memiliki kadar energi tinggi yang dibutuhkan ternak.

Direktur Utama PT PMS, Petrus M. Sitohang, di sela-sela kunjungan technical service ke beberapa peternak di Batam mengatakan sapuring dibuat dari bagian dalam batang sagu yang diparut dan dikeringkan.

Pembuatan sapuring ini dimotori oleh BUMDES Bersama Rumbio Nusa Mandiri Kecamatan Merbau Kabupaten Meranti bekerjasama dengan PT Pengembangan Sumberdaya Manajemen Tanjungpinang dan dilakukan di beberapa desa di Kabupaten Kepulauan Meranti Riau.

“Dari hasil analisa laboratorium atas sampel sapuring menunjukkan bahwa setiap kilogram sapuring mengandung energi sebanyak 3.676 kilo kalori. Sebagai perbandingan jagung hanya menghasilkan 3.300 kilo kalori dan dedak halus 1.630 kilo kalori.

Baca Juga : Sapuring Bahan Pakan Tepat Untuk Sapi dan Kambing

Sehingga sapuring menjadi sumber energi bagi ransum pakan ternak yang sangat bagus dan lebih ekonomis,” kata Petrus, Minggu (13/9).

Petrus dalam kunjungannya ke beberapa peternak yang telah menggunakan sapuring juga mengikut sertakan tenaga ahli kesehatan peternakan dari Sumatera Utara yakni drh. Nometta Sembiring, M.Pt. Turut hadir juga anggota DPD RI asal Kepri Haripinto Tanuwijaya yang didampingi beberapa stafnya.

Dalam kesempatan technical service tersebut selain diisi dengan melihat kandang-kandang ternak secara langsung, juga diadakan dialog antara para peternak dengan drh. Nometta Sembiring, M.Pt. mengenai cara beternak yang baik.

Nometta Sembiring menekankan untuk mendapatkan hasil ternak yang baik ditentukan oleh tiga faktor yaitu bibit ternak, pakan dan perawatan kesehatan ternak. Ketiga faktor tadi semua penting.

Namun dari ketiga faktor itu menurut Nometta pakan ternak adalah yang paling mahal yakni mencapai 70-80 persen dari keseluruhan biaya ternak.

Oleh karena itu kehadiran sapuring sebagai campuran pakan yang organik adalah langkah baik karena mengandung energi yang tinggi, sifatnya yang organik dan supply yang terjamin.

Dari beberapa simulasi ransum pakan yang menggunakan sapuring sebagai salah satu komponen pakan yang dilakukannya bersama timnya untuk ayam dan bebek dia bisa mendapatkan penghematan harga sampai 15 persen setiap kilogram dibandingkan pakan pabrikan yang ada di pasaran saat ini.

Namun demikian dia menyarankan agar para peternak harus sering berkonsultasi dengan pakar di bidang pakan dalam meramu ransum pakan yang tepat.

Karena dalam meramu ransum ternak apakah itu jenis unggas, ruminansia dan monogastrik harus selalu memperhatikan usia ternak, berat ternak, jenis ternak (petelur atau pedaging) dan kondisi ternak.

Dalam kesempatan itu Petrus M. Sitohang mengatakan, ke depan pihaknya akan melakukan kegiatan semacam ini secara kontinu guna memberikan edukasi cara beternak yang baik dan menguntungkan dan juga untuk mendapatkan umpan balik dari para peternak atas penggunaan sapuring ke ternak-ternak.

Dia juga menjelaskan bahwa saat ini beberapa orang sudah mencoba membuat pakan jadi dengan komponen sapuring. “Sampel pakan jadi yang dibuat dari bahan sapuring dan bahan-bahan lainnya seperti dedak, jagung, kepala ikan dan lain-lain sudah kita kirimkan ke Balai Penelitian Ternak di Ciawi untuk dianalisa kandungannya.

Kalau komposisi kandungannya sudah memenuhi kebutuhan ternak untuk tumbuh sehat dan produktif, maka tidak lama lagi Kepri akan mulai mampu memproduksi pakan ternak sehingga dapat menyediakan pakan ternak yang lebih murah,” demikian Petrus Sitohang mengakhiri. (Redaksi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin