Home Kepulauan Riau Batam

PAD Batam Terjun Bebas Dihantam Covid-19

79
Jefridin Hamid
Sekda Batam, Jefridin Hamid

Barakata.id, Batam – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam, Kepulauan Riau, terjun bebas dalam waktu empat bulan terakhir. Turunnya PAD tak lepas dari hantaman gelombang wabah virus corona atau Covid-19.

“Empat bulan terakhir ini, kita risau karena PAD Batam terjun payung,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid di Batam Centre, akhir pekan lalu.

PBB P2 Kota Batam misalnya, sampai Juni 2020 tercatat Rp34.237.021.609. Capaian tersebut baru sekitar 16.62 persen dari yang ditargetkan yakni Rp206.000.000.000.

Baca Juga :
Ekonomi Batam Diprediksi Tumbuh 5 Persen pada 2021

Jefridin mengatakan, rendahnya capaian PBB-P2 Kota Batam semester pertama tersebut tidak lepas dari dampak pandemi Covid-19.

Dari semua sektor pajak daerah yang ada di Batam, lanjut Jefridin, hanya Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang normal. Selebihnya tak bisa mengelak dari pukulan wabah virus corona.

“Apalagi hotel, restoran, hiburan. Paling tinggi (yang sudah terkumpul) hanya 25 persen,” ujarnya.

Padahal, tiga sektor pajak daerah tersebut merupakan sumber pajak kita yang besar.

“Ini merisaukan kita semua. Jadi, perlu upaya kita semua untuk memaksimalkan ini,” katanya.

Dengan kondisi itu, lanjut Jefridin, Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menggeber pemasukan dengan cara memaksimalkan semua potensi pendapatan yang ada.

Jefridin mengaku telah menginstruksikan semua PNS Pemko Batam untuk tidak berdiam diri menghadapi kenyataan ini. Selama enam bulan tersisa, seluruh jajaran Pemko Batam harus mengerahkan semua potensi untuk meraih target pendapatan.

Baca Juga :
Pendapatan Batam Tahun 2020 Diproyeksi Rp2,854 Triliun

Pemko Batam melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) kini langsung turun ke lapangan membuka layanan di perumahan. Hal itu dilakukan guna memberikan kemudahan bagi masyarakat atau wajib pajak untuk membayar PBB-P2.

Menurut Kepala BP2RD Kota Batam, Raja Azmansyah, dengan adanya layanan di perumahan-perumahan tersebut tidak hanya memudahkan wajib pajak tapi juga dapat mendongkrak pendapatan daerah. Dengan demikian, diharapkan pembangunan bisa berjalan sesuai dengan perencanaan.

“Saat ini kita sudah kerja sama dengan perumahan Marcelia, perkiraan dua hari tapi tergantung animo masyarakat. Setelah itu nanti juga akan gerak ke perumahan lainnya yang berminat,” kata dia.

*****

Editor : YB Trisna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin