Home Catatan

Obat Baru Ditemukan, Jangan Abai Protokol Kesehatan

150
Amsakar Achmad
Amsakar Achmad

“Seperti sudah ditakdirkan, kabar gembira mesti diberitakan”

Di penghujung pekan kedua bulan Juni ini, Indonesia mendapat kabar gembira. Berbagai media menulis bahwa tim peneliti Universitas Airlangga Surabaya, bekerja sama dengan Badan Intelejen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), berhasil menemukan 5 kombinasi obat untuk Covid-19. Jutaan orang telah lama menanti berita ini.

Bukan semata untuk menyembuhkan penyakit, penemuan obat ini sekaligus memberi harapan untuk mengatasi runyamnya persoalan yang diakibatkan oleh pandemi.

Seperti kita ketahui bersama, wabah Covid-19 yang melanda dunia sejak akhir tahun lalu, telah meluluhlantakkan hampir semua sendi kehidupan. Penyebaran penyakit yangg terjadi secara cepat dan lintas benua, serta belum ditemukannya vaksin maupun obat penyembuhnya, tentu menjadi kekhawatiran sekaligus ancaman serius bagi semua negara di dunia, tak terkecuali Indonesia.

Dalam beberapa bulan terakhir, Covid-19 telah membuat sektor kesehatan harus berjuang ekstra keras untuk mengendalikan penyakit, sekaligus merawat ribuan orang yg terjangkit. Bahkan, beberapa tenaga medis sendiri, tak sedikit pula yang ikut tertular, hingga ada yang harus kehilangan nyawa.

Sedangkan beberapa sektor lain, seperti pariwisata, perdagangan, jasa, dan industri yang selama ini jadi tumpuan ekonomi Batam, juga tak lepas dari masalah; mengalami kontraksi dan semakin minimnya order yang memberikan konsekuensi pada penurunan produksi.

Pelaku di sektor-sektor tersebut banyak yang tak kuat bertahan, hingga akhirnya tumbang ketika pandemi menerjang. Imbasnya sudah bisa diterka. Banyak sektor usaha yang harus merumahkan pekerjanya, atau mengurangi jumlah karyawan, bahkan yang terburuk, menutup usaha dan mem-PHK pegawainya.

Siapa yg terdampak? Tentu bukan hanya si pengusaha, tapi juga puluhan ribu pekerja tersebut, berikut keluarga yang ditanggungnya.

Karena itu, alangkah menggembirakannya saat informasi penemuan obat itu dipublikasikan.

Ini berarti, secercah harapan untuk terbebas dari wabah, bakal segera menjadi nyata. Dengan begitu, ancaman Covid-19 akan dapat dikendalikan, dan berangsur pola kehidupan masyarakat akan kembali pulih seperti sediakala.

Namun, tunggu dulu. Penemuan 5 kombinasi obat itu belum sempurna. Masih ada tahapan yang harus dilalui, yakni uji klinik. Hal itu diperlukan untuk menguji khasiat suatu obat sebelum digunakan pada manusia, yang mana sebelumnya telah diawali dengan pengujian pada binatang.

Sebenarnya, uji klinik bertujuan untuk memastikan efektivitas, keamanan dan gambaran efek samping yang sering timbul pada manusia akibat pemberian suatu obat.

Yang perlu diingat, uji klinik tak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Karena, ada 4 fase uji klinik yang harus dilalui. Untuk itu, mari tetap bersabar agar obat penemuan dari Tim Unair, BIN dan BNPB tersebut benar-benar bisa digunakan untuk pengobatan Covid-19.

Selama periode menunggu itu pula, mari kita hidup dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan wabah penyakit tersebut. Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, senantiasa menjaga jarak (social distancing), serta sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

Dan yang tidak kalah pentingnya, biasakanlah untuk mengembangkan prilaku hidup bersih dan sehat. Itu adalah bagian dari ikhtiar kita, agar terhindar dari virus corona.

Orang bijak mengatakan; selama ikhtiar ada, selalu ada jalan untuk keluar dari persoalan. Tentu saja, ikhtiar saja belum cukup. Kita juga harus terus berdoa agar corona segera sirna.*

#saya percaya kita bisa bekerja lebih dari biasa

*****

Penulis : Amsakar Achmad
Wakil Wali Kota Batam

Baca Juga :
Beda Pilihan Tanpa Saling Memusuhi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin