Home Kepulauan Riau

Nurdin Basirun Minta Dibebaskan dari Kasus Gratifikasi, Pengacara: Kegiatan Keagamaan Kok Dikriminalisasi?

Sidang Nurdin Basirun
Gubernur Kepri Nonaktif, Nurdin Basirun membacakan pledoi dengan teleconference dalam Rutan KPK pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (2/4/20). (F: Istimewa)

Asrun mengatakan, sifat melawan hukum dalam perkara ini telah hilang karena telah memenuhi syarat hilangnya sifat melawan hukumnya. Para OPD ikut memberikan bantuan sosial kepada masyarakat adalah bukan atas perintah atau imbauan maupun kehendak terdakwa, namun karena mereka melihat sikap sosial terdakwa pada saat kunjungan kerja.

“Terdakwa melakukan aksi sosial yang mereka anggap sebagai amal,” kata dia.

Baca Juga :
Nurdin Basirun Tegaskan Tak Pernah Terima Uang dari Edy dan Kock Meng

Dengan demikian, sifat melawan hukum dari perbuatan terdakwa menjadi hilang.

“Karena terdakwa tidak menikmati uang yang didakwakan kepadanya, negara tidak dirugikan, dan kepentingan masyarakat terlayani. Terdakwa tidak menikmati uang pemberian dari para OPD dan uang tersebut tidak digunakan untuk memperkaya diri sendiri,” tegas Andi.

“Permohonan kami adalah berdasarkan fakta persidangan, analisis fakta, analisis yuridis,” lanjutnya.

Baca Juga :
Sidang Nurdin Basirun: Dua Saksi Ahli Sebut Tak Ada Penyalahgunaan Wewenang

Dari kesimpulan di atas, kata Andi, Tim Penasehat Hukum Nurdin Basirun mohon kepada majelis hakim memutuskan menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan kesatu dan kedua.

Kemudian, membebaskan terdakwa dari dakwaan kesatu dan kedua atau setidak-tidaknya melepaskan terdakwa dari seluruh tuntutan JPU.

“Ketiga adalah membebaskan terdakwa dari rumah tahanan KPK, segera setelah putusan ini dibacakan,” pungkas Andi.

*****

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin