Home Warta Nusantara

Noer Muhammad Iskandar, Kiyai Asal Banyuwangi Itu Telah Berpulang

24
KH Noer Muhammad, Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta wafat. F: detik.com

Barakata.id, Jakarta- Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, KH Noer Muhammad Iskandar SQ, meninggal dunia. Para santri dan alumni diharapkan mengikhlaskan kepergian Sang Kiai.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummahjurni fi mushibati wakhluf li khairan minha. Telah wafat guru, Abah kami tercinta: Abah Dr. K.H Noer Muhammad Iskandar, SQ, Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah,” demikian kabar duka yang disampaikan akun Instagram Ponpes Asshiddiqiyah, Minggu (13/12/2020).

Baca juga: 

KH Noer Muhammad wafat di Rumah Sakit (RS) Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sekitar pukul 13.41 WIB tadi. Segenap keluarga besar Pesantren Asshiddiqiyah berbela sungkawa atas berpulangnya KH Noer Muhammad.

“Untuk para alumni, santri, dan khalayak umum, kami meminta keikhlasan do’a, semoga beliau husnul khatimah dan semua perjuangan beliau berkhidmah untuk umat diridhai Allah SWT. Semoga keluarga besar Pondok Pesantren Asshiddiqiyah diberikan ketabahan dan hati yang lapang. Aamiin,” demikian imbau Ponpes lewat akun Instagramnya.

Pihak Ponpes memohonkan maaf atas semua kesalahan KH Noer Muhammad. Perjuangan Sang Kiai harus dilanjutkan bersama-sama supaya sukses dunia-akhirat.

Baca juga: 

KH Noer Muhammad mendirikan Ponpes Asshiddiqiyah pada Rabiul Awal 1406 Hijriah atau 1985 Masehi. Ponpes ini beralamat di Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Namun ada 11 pesantren Asshiddiqiyah yang tersebar di beberapa daerah, yakni Batu Ceper, Tangerang; Cimalaya, Karawang; Serpong, Tangerang; Cijeruk, Bogor; Musi Bayuasin, Sumsel; Way Kanan, Lampung; Gunung Sugih, Lampung; hingga Cianjur, Jawa Barat.

Biografi singkat tentang KH Noer M Iskandar

Dikutip dari situs Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Minggu (13/12/2020), KH Noer M Iskandar dikenal sebagai salah satu dai (pendakwah) di saluran televisi nasional.

Baca juga:

Noer M Iskandar dilahirkan di Sumber Beras, Banyuwangi, 5 Juli 1955 dari orang tua Kiyai Iskandar dan Nyai Rabiatun. Pendidikannya dimulai di pesantren Jawa Timur dan akhirnya sekolah di Jakarta.

Dia menikah di usai 27 tahun, yakni pada 1982. Istrinya adalah Hj Siti Nur Jazilah.

Noer M Iskandar lantas mendirikan yayasan Al Muchlisin di Pluit. Yayasan pendidikan yang berawal dari kegiatan remaja masjid Al Muchlisin ini berkembang menjadi Madrasah Dinniyah.

Pada periode ini, Noer M Iskandar mulai mendapat berbagai undangan ceramah.

Mulai merintis Ponpes Asshiddiqiyah

Pada tahun 1983, dia bertemu kawan lama yang sudah menjadi Asisten Menteri Agama bernama H Rosyidi Ambari. Olehnya, dia diminta mengelola sebidang tanah 2 ribu meter persegi untuk dijadikan lembaga pendidikan Islam di Kedoya, Jakarta Barat. Inilah yang kemudian menjadi Pondok Pesantren Asshidiqiyah pada Rabiul Awal 1406 Hijriyah atau Juli 1985 Masehi.

Baca juga:

Dalam bidang politik, KH Noer M Iskandar pernah duduk di PKB. Dikutip dari buku ‘Abdurrahman Wahid dan Hubungan dengan PKB’ terbitan Tempo Publishing, Noer M Iskandar termasuk orang yang dekat dengan Gus Dur. Dalam catatan pemberitaan detikcom tahun 2004, Noer M Iskandar SQ adalah anggota DPR Fraksi PKB.

Sebagaimana diberitakan detikcom pada 3 Oktober 2007, Noer M Iskandar saat itu sudah pindah partai ke PPP. Kala itu dia menjadi Ketua Dewan Pakar DPP PPP.

Selamat jalan Kiyai!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin