Nilai Ekspor Indonesia 2020 USD 163,31 Miliar, Jabar Terbesar

Nilai Ekspor Indonesia
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batuampar, Batam, Kepulauan Riau. (F: joko sulistyo/pelantar.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Batam – Nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-Desember 2020 mencapai USD 163,31 miliar. Provinsi Jawa Barat (Jabar) tercatat sebagai daerah penyumbang ekspor terbesar dengan nilai USD 26,59 miliar atau 16,28% dari total ekspor Indonesia tahun 2020.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip barakata.id, Minggu (17/1/21), nilai ekspor Indonesia pada Desember 2020 mencapai US$16,54 miliar atau meningkat 8,39% dibanding ekspor November 2020.

Untuk ekspor nonmigas Desember 2020 mencapai US$15,52 miliar, naik 7,06% dibanding November 2020. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Desember 2020 terhadap November 2020 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$264,2 juta (11,23%).

“Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan periode Januari-Desember 2020 naik 2,95% dibanding periode yang sama tahun 2019. Demikian juga ekspor hasil pertanian naik 13,98%,” demikian bunyi rilis BPS.

Baca Juga :

Ekspor nonmigas Desember 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$3,32 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,87 miliar dan Jepang US$1,25 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,50%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,27 miliar.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Desember 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$26,59 miliar (16,28%), diikuti Jawa Timur US$20,31 miliar (12,44%) dan Riau US$13,77 miliar (8,43%).

Kinerja industri pengolahan membaik

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) merilis angka kinerja sektor industri pengolahan pada triwulan IV 2020 yang diperkirakan membaik walaupun masih dalam fase kontraksi. Hal ini tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 47,29% yang meningkat dari 44,91% pada triwulan III 2020.

Perbaikan terjadi pada hampir seluruh komponen pembentuk PMI-BI, terutama volume produksi ditopang oleh penerimaan barang input yang lebih cepat, serta jumlah tenaga kerja.

Baca Juga :

Secara sektoral, mayoritas subsektor mencatat perbaikan kinerja pada triwulan IV 2020, terutama subsektor Logam Dasar Besi dan Baja, subsektor Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet dan subsektor Kertas dan Barang Cetakan yang sudah berada pada fase ekspansi.

Pada triwulan I 2021, kinerja sektor Industri Pengolahan diperkirakan meningkat dan berada dalam fase ekspansi. PMI-BI pada triwulan I 2021 diperkirakan sebesar 51,14%, meningkat dari triwulan sebelumnya.

Peningkatan PMI-BI didorong oleh komponen volume total pesanan, volume persediaan barang jadi dan volume produksi yang berada pada fase ekspansi. Pada periode tersebut, beberapa subsektor diperkirakan akan berada pada fase ekspansi, yaitu subsektor makanan, minuman dan tembakau, subsektor semen dan barang galian nonlogam, subsektor pupuk, kimia dan barang dari karet serta subsektor kertas dan barang cetakan.

*****

Editor : YB Trisna

SebelumnyaPedas, Begini Tanggapan Netizen ke Bea Cukai setelah Menembak Mati Haji Permata
SelanjutnyaIngat Ya, Masuk Kepri Harus Tes Antigen dan RT-PCR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin