Nguyen Thao, Miliarder Cantik Pemilik VietJet Air

608
Nguyen Thi Phuong Thao (F: VietJet Air)

Batam – Maskapai VietJet Air sudah resmi melayani rute penerbangan dari Ho Chi Minh City ke Denpasar, Bali setelah terbang perdana pada 29 Mei 2019 lalu. Akhir tahun nanti, rencananya maskapai asal Vietnam itu juga akan melayani rute ke Jakarta.

Saat terbang perdana ke Denpasar, maskapai low cost carrier (LCC) itu membawa 180 penumpang. Pesawat VietJet Air bertolak dari Ho Chi Minh City pukul 08.15 waktu setempat, dan mendarat di Bandara internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 13.05 Waktu Indonesia Tengah (WITA).

Pembukaan rute dari Vietnam ke Tanah Air itu sempat ramai menghiasi media pemberitaan di Indonesia. Semua itu tak lepas dari citra VietJet Air yang terkenal dengan pramugrarinya yang kerap tampil dengan bikini.

Soal pramugrari yang tampil seksi dengan mengenakan bikini di penerbangan VietJet Air, Managing Director VietJet Air, Do Xuan Quang punya argumen.

Dia bilang, pramugari berbikini itu sebenarnya bukan untuk semua penerbangan. Para perempuan-perempuan berparas manis berpenampilan menggoda tersebut hanya ada untuk rute-rute khusus dan perdana, dan untuk tujuan penerbangan ke kawasan wisata yang memiliki pantai.

Namun, apapun alasannya, kebijakan Vietjet itu langsung mencuri perhatian dunia, dan membuat nama maskapai tersebut melejit.

Akibat kebijakan itu, VietJet sempat mendapat hukuman denda dari otoritas penerbangan Vietnam. Tapi manajemen VietJet tak bergeming, dan ngotot untuk tetap mempertahankan ide nyeleneh tersebut.

Pertanyaannya, siapa yang berada di balik gagasan kontroversi itu? Mungkin tak banyak yang tahu.

Ide menggunakan pramugari berbikini itu adalah buah pikir seorang perempuan cantik bernama Nguyen Thi Phuong Thao, sang CEO VietJet Air.

Sekilas perjalanan Nguyen Thao


Nguyen Thi Phuong Thao mengunjungi Da Nang SOS Children’s Village pada peringatan Hari Buruh Sedunia, 1 Mei 2019. (F: VietJet Air)

Mengutip Maxim.com, Nguyen Thao kini masuk dalam daftar miliarder dunia. Ia dikenal sebagai pengusaha wanita Vietnam yang cerdas, disiplin dan bekerja keras untuk mewujudkan gagasannya.

Thao sudah mampu menghasilkan uang jutaan dolar di usianya yang baru 21 tahun. Ketika itu, ia menjual mesin faks dan karet lateks. Sejak itu, langkah Thao semakin kencang, dan kekayaannya terus melonjak.

Nguyen Thao masuk pertama kali ke dunia bisnis ketika masih menyandang status mahasiswa tahun kedua di Moskow pada tahun 1998. Ia mengambil bidang keuangan dan ekonomi.

Di sela aktivitasnya menuntut ilmu, bermodalkan sedikit uang, Thao menjalankan profesi sebagai distributor perdagangan. Ia menerima pakaian, peralatan kantor dan barang-barang konsumen secara kredit dari pemasok di Jepang, Hong Kong dan Korea Selatan, lalu menjualnya di Rusia.

“Saya mendapatkan kepercayaan dari pemasok. Saya selalu berusaha bekerja keras, saya juga selalu jujur ​​pada mereka,” katanya.

“Saya tidak punya banyak uang, dan mereka (pemasok) memberi saya banyak produk dengan persyaratan kredit yang lebih lama. Saya harus bekerja keras sambil menjaga kepercayaan itu,” sambung Thao.

Putri dari pasangan guru dan apoteker ini, kemudian melangkah lebih dalam ke dunia bisnis. Setelah cukup sukses di bidang yang digelutinya itu, dengan menghasilkan jutaan dolar, tiga tahun kemudian Thao menjajal bisnis penjualan mesin, baja, dan pupuk.

Mendirikan VietJet Air dan ide pramugari berbikini

Penampilan pramugari VietJet di salah satu rute penerbangan. (net)

Thao semakin serius berbisnis. Ia kembali ke Vietnam dan ikut menanamkan uangnya di Techcombank atau dikenal juga dengan Vietnam Technological and Commercial Joint-Stock Bank.

Tak lama, Thao mengajukan aplikasi untuk menjalankan maskapai penerbangan yang diberi nama VietJet Air. Ia memutuskan terlibat dalam persaingan dengan maskapai penerbangan nasional, Vietnam Airlines.

Lewat VietJet Air yang mengusung slogan Enjoy Flying, kekayaan Thao terdongkrak luar biasa. Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Thao terus merangkak naik hingga mencapai US$ 1,37 miliar. Saat itu usianya 45 tahun.

Beberapa tahun beroperasi, VietJet Air berhasil menangguk keuntungan lebih dari 30 persen pangsa pasar maskapai penerbangan di Vietnam. Kesuksesan VietJet tak lepas dari kehebohan yang diciptakan Thao dengan menampilkan pramugari berbikini di maskapai penerbangannya.

Para pramugari berpenampilan seksi itu digunakan untuk melayani rute penerbangan dengan tujuan resort-resort dan pantai di kawasan Vietnam dan sekitarnya. Kehebohan pecah. VietJet dan Nguyen Thao sebagai sosok pencetus ide itu menjadi buah bibir dunia.

Manajemen VietJet pun mendapat sorotan dari otoritas penerbangan Vietnam. Hasilnya, VietJet dihukum membayar denda.

Tapi Nguyen Thao tak goyah. Ia tetap melanjutkan layanan pramugari berbikini. Dan memang terbukti sukses.

“Anda berhak mengenakan apa pun yang Anda suka, baik bikini atau pakaian tradisional ao dai,” katanya.

Nguyen Thao berkeyakinan idenya itu tidak bermasalah. Ia merujuk pada tunik longgar tradisional Vietnam yang dikenakan di celana.

Ia pun kembali menunjukkan kecerdasannya dalam berbisnis. Kontroversi bikini tersebut dimanfaatkannya untuk meraup keuntungan.

Perempuan yang di kalangan pengusaha Vietnam dikenal sebagai sosok pendiam itu lantas menerbitkan kalender para pramugari seksi, yang disambut hangat oleh masyarakat.

“Kami tidak keberatan orang mengasosiasikan maskapai dengan gambar bikini. Jika itu membuat orang bahagia, maka kita bahagia,” ujarnya.

Nama Nguyen Thao terus berkibar. Sejumlah media melaporkan, Thao kini juga tercatat sebagai wakil ketua bank komersial swasta, yang memiliki 225 cabang dengan 10 ribu pekerja.

Tahun lalu, perusahaan itu mencatatkan total aset sekitar 4,6 miliar dolar Amerika Serikat. Thao pun disebut juga memiliki saham mayoritas di tiga resor di Vietnam yakni, Furama Resort Danang, Evason Ana Mandara Nha Trang, dan An Lam Ninh Van Bay Villas.

*****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here