Home Kepulauan Riau Batam

Mulai Besok Pelanggar dalam Razia Masker Wajib Tes Rapid

999
Pelanggar Razia Wajib Rapid
Sejumlah warga Batam terjaring razia protokol kesehatan di Tiban Center, beberapa waktu lalu. Mulai besok, Kamis (15/10/20) pelanggar akan langsung diwajibkan tes rapid di tempat. (F: Humas Pemko Batam)

Barakata.id- Mulai besok, Kamis (15/10.20), pelanggar razia masker atau protokol kesehatan (protkes) wajib tes rapid. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam akan menggiatkan razia penegakan protokol kesehatan. Tes rapid itu akan dilakukan di tempat tim menggelar razia.

“Kalau reaktif langsung kita bawa ke RSKI (Rumah Sakit Khusus Infeksi) Pulau Galang,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Jefridin Hamid, Rabu (14/10/2020).

Langkah tersebut, disebutkannya sebagai upaya menyelamatkan masyarakat agar terhindar dari Covid-19. Ia mengaku langkah ini harus ditempuh demi memutus mata rantai penyebaran virus penyerang sistem pernapasan tersebut.

Baca Juga:
Siap-Siap, Ada Razia Masker Serentak di Kepri

Jefridin meminta masyarakat dan semua pihak wajib mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Protokol kesehatan ini satu-satunya cara meminimalisir risiko terjangkit Covid-19. Selain itu, tingkatkan imunitas tubuh dengan rutin berolahraga. Vaksinnya sampai sekarang belum ada,” ujarnya.

Ia mengaku, sudah menginstruksikan tim agar lebih intens dalam merazia pelanggar protokol kesehatan. Langkah ini sebagai kewaspadaan dan upaya Batam benar-benar munutaskan permasalahan Covid-19.

“Kita ingin Covid-19 ini selesai dan perekonomian Batam kembali menggeliat,” kata dia.

Hingga saat ini sanksi terhadap protokol kesehatan memang belum diterapkan. Pelanggar hanya diberi tergura, didata dan menandatangani surat perjanjian tak akan melanggar protokol keseahtan lagi. Denda membayar Rp250 ribu bagi yang tak pakai masker, atau pencabutan izin usaha bagi tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan belum juga diberlakukan.

Baca Juga:
Tim Razia Masker Sudah Jalani Tes Rapid

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum baru mengajukan Perda untuk memberlakukan denda tersebut. Namun, hingga saat ini Perda tersebut masih dalam tahap penggodokan.

Sementara itu, penambahan kasus positif Covid-19 di Batam masih terus terjadi. Meski tak dipungkiri yang sembuh juga sudah banyak. Bahkan angka kesembuhannya di atas rata-rata nasional.

Data Gusus Tugas Covid-19 Batam menyebutkan, hingga 13 Oktober 2020, sudah 1.970 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Dari total pasien itu, 1.665 pasien sudah sembuh, 57 orang meninggal dunia, dan 258 pasien masih dalam perawatan.

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin