Home Kepulauan Riau Batam

Moya Resmi Kelola Air Batam, Gantikan ATB

130
BP Batam dan PT Moya Indonesia menggelar Konfrensi pers, Senin (14/9/20). (F: Asrul R)

Barakata.id- PT Moya Indonesia resmi kelola air Batam. Perusahaan asal ibukota ini menggantikan PT Adhya Tirta Batam (ATB) yang selama ini memegang konsesi sebagai pengelola air di Batam. Kontrak antara BP Batam- PT Moya disepakati dengan penandatanganan kerjasama, Senin (14/9/20).

Seperti diketahui konsesi ATB berakhir pada 14 November mendatang. Oleh karena itu BP Batam menunjuk Moya untuk melanjutkan pengelolaan sementara Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam.

Penunjukan Moya ini, menurut Rudi sudah melewati proses yang terbuka. BP Batam mengundang 4 perusahaan pengelola air yang dinilai berpengalaman.

Baca Juga:
Terkait Pengelolaan Air Batam, Ombudsman: Pelayanan ke Pelanggan Jangan Terganggu

“Kami undang 4 perusahaan, PT ATB, PT Moya Indonesia, PT Pembangunan Perumahan Infrastruktur dan PT Suez Water Treatment Indonesia,” kata Rudi dalam jumpa pers di BP Batam, Senin (14/9/20).

Namun, di perjalanan ATB mengundurkan diri, disusul dengan Suez yang tak melengkapi berkas. Sehingga kontestan tersisa Moya dan PP Infrastruktur. Dari hasil penilaian, Moya mengantongi skor 92 persen, lebih unggul daripada PP Infrastruktur yang mendapat skor 82 persen.

Oleh sebab itu, terpilihlah Moya untuk melanjutkan konsesi ATB yang telah berakhir untuk masa transisi selama 6 bulan. Pekerjaan Moya akan dimulai pada 15 November sampai 15 Mei 2021. Namun sebelum masa kontrak habis, BP Batam akan mengadakan tender pada Januari 2021.

Kendati Moya kini memegang masa transisi, Rudi menyebut kesempatan Moya dan perusahaan pengelola air lainnya sama. Nantinya jika ingin meneruskan konsesi untuk 25 tahun, semuanya harus ikut tender.

“Semua mau masuk boleh, termasuk ATB mau masuk lagi juga boleh. Semua terbuka,” kata Rudi.

Rudi berharap dengan pengelolaan air di tangan Moya akan lebih baik daripada sebelumnya. Sehingga persoalan air tak mengganggu investasi di Batam. Kebutuhan masyarakat akan air pun tercukupi dengan baik.

“Bukan berarti yang lama tidak bagus, tapi semoga jadi lebih bagus. Tak ada lagi air mati bergilir,” kata Rudi.

Sementara itu CEO Moya Indonesia Mohammad Selim mengatakan keikutsertaannya dalam tata kelola air di Batam ini adalah wujud dukungan terhadap pemerintah khususnya BP Batam untuk melayani masyarakat.

“Intinya tak ada maksud lain, kami mendukung BP Batam untuk memberikan pelayanan lebih baik,” kata Selim.

Pihaknya mengaku senang bisa ekspansi ke Batam. Sebelumnya Selim mengaku, Moya sudah terbiasa berhubungan dengan pemerintah, khususnya di daerah Jawa.

“Insha Allah berdasarkan pengalaman yang kami punya, kami akan memberikan pelayanan yang terbaik, dalam hal ini untuk mengelola masalah air di Batam. Mulai dari air baku, produksi dan suplai ke pelanggan,” tuturnya.

Baca Juga:
Isdianto Minta PDAM dan ATB Beri Air Gratis untuk Rumah Ibadah dan Panti Asuhan

Ditanya soal gambaran keuntungan yang bakal didapat selama 6 bulan mengelola air di Batam, Selim enggan menyebutkannya. Namun, dia mengaku bicara bisnis pasti ada keuntungannya.

“Sebagai ilustrasi di Semarang kami menang dengan harga Rp2.900, kalau harga pemerintah sebelumnya Rp 3.250. Orang semua tak percaya tapi kami punya rahasianya,” kata dia.

Ilmu yang dimiliki itu, kata Selim akan ditularkan ke Batam. Sehingga akan memberikan keuntungan yang besar.

“Saya kira akan menjadi luar biasa untungnya untuk BP Batam dan sedikit untuk Moya,” kata dia.

****

Editor: Asrul R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin