Home Nusantara Menkeu Ajak Wajib Pajak Segera Lapor SPT Tahunan

Menkeu Ajak Wajib Pajak Segera Lapor SPT Tahunan

28
Wajib Pajak Lapor SPT
Menkeu Sri Mulyani. (F: kemenkeu.go.id)
Himbauan Pemprov Kepri

Barakata.id, Jakarta- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengajak para wajib pajak untuk segera lapor Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan tahun pajak 2020.

Untuk menghindari kerumunan, lapor SPT tetap bisa dilakukan dengan mudah yakni menggunakan aplikasi e-filling. Sri Mulyani sendiri telah meyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasilannya, Senin (8/3/21).

Dilansir dari laman resmi kemenkeu.go.id, tak sendirian, wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan seluruh pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan juga turut menyampaikan SPT secara elektronik.

Baca Juga:

“Jadi tidak perlu harus datang ke kantor pajak, bisa melakukannya secara elektronik,” kata Sri Mulyani.

Ajakannya agar wajib pajak segera lapor SPT tahunan itu dikatakan Sri Mulyani untuk menghindari kepadatan dan error di hari-hari akhir batas penyampaian.

Sebagai informasi, batas akhir penyampaian SPT Tahunan bagi wajib pajak pribadi adalah 31 Maret 2021. Sedangkan untuk wajib pajak badan pada 30 April 2021.

Sri Mulyani mengatakan pembayaran pajak sangat berarti bagi keberlangsungan perekonomian di Indonesia.

“Pajak ini adalah uang rakyat, uang kita semuanya, yang digunakan untuk masyarakat juga,” tuturnya.

Uang pajak itu, disebutnya sebagian untuk pengendalian Covid-19, pembayaran kesehatan, membayar guru, membangun sekolah, membangun infrastruktur, dan lain sebagainya.

“Jadi APBN adalah uang rakyat yang kembali kepada perekonomian sehingga kita bisa mendukung seluruh kehidupan kita bernegara,” ujarnya.

Baca Juga:

Dilansir dari CNN Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah melaporkan SPT Tahunan pada Rabu (3/3/21). Pelaporan itu juga dilakukan melalui aplikasi e-filling.

Jokowi mengatakan pajak yang dibayarkan masyarakat diperlukan negara untuk mendukung program pemulihan dan bantuan sosial di tengah pandemi Covid-19.

“Pajak yang kita bayarkan sangat dibutuhkan untuk mendukung program pemulihan ekonomi, meningkatkan daya beli masyarakat, dan pemulihan kesehatan seperti vaksinasi serta perlindungan sosial di masa pandemi ini,” kata Jokowi.

***

Editor: Asrul R

Advertisement
SebelumnyaSurvei Bank Indonesia: Keyakinan Konsumen Terhadap Ekonomi Menguat
SelanjutnyaDPRD Batam Minta PLN Hentikan Sementara Pembangunan Tower SUTT