Home Gaya Kesehatan Menjaga Kesehatan Fisik dan Kesehatan Mental Remaja

Menjaga Kesehatan Fisik dan Kesehatan Mental Remaja

39
Menjaga Kesehatan Remaja
Ilustrasi. (F: Freepik)
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Kesehatan – Menjaga kesehatan terutama bagi mereka yang masih remaja merupakan hal yang penting untuk dimulai saat umur masih muda. Mengapa kesehatan tidak harus menunggu usia lanjut atau ketika penyakit sudah mehampiri tubuh kita oleh karena itu menjaga kesehatan di usia remaja adalah hal yang penting.

Memasuki masa remaja di usia 12-15 tahun merupakan masa peralihan anak menuju dewasal. Usia remaja akan mengalami beberapa perubahan seperti seperti perubahan fisik, tingkah laku yang cenderung tingkat emosional yang tidak stabil atau biasa kita sebut dengan labil.


Tingkah laku yang cenderung tingkat emosional yang tidak stabil pada anak usia remaja dibutuhkan pendamping seperti orang tua atau orang dewasa yang bertanggung jawab untuk membatu mereka mencari jati diri mereka supaya remaja tidak jatuh ke hal-hal negatif atau menyimpang.

Selain perang orang tua atau orang dewasa remaja juga membutuhkan interaksi sosial kepada orang lain dikarenakan pada dasarnya setiap individu adalah makhluk sosial yang senantiasa hidup dalam lingkup masyarakat baik itu lingkungan fisik maupun lingkungan psikologis yang di dalamnya saling mengadakan hubungan timbal balik antara individu satu dengan individu lainnya.

Baca juga : Tetap Jaga Kesehatan Meskipun Level PPKM Sudah Turun, Ingat! Pandemi Belum Usai

Salah satu ciri bahwa kehidupan sosial itu ada bagi remaja yaitu dengan adanya interaksi, interaksi sosial menjadi faktor utama di dalam hubungan antar dua orang atau lebih yang saling mempengaruhi, di masa remaja juga terjadi banyak perubahan fisik yang mana terjadinya masa pubertas bagi remaja perempuan.

Selama masa pubertas, banyak anak memiliki nafsu makan yang tak terpuaskan karena pertumbuhan yang cepat membutuhkan energi yang banyak pula. Metabolisme dan pertumbuhan yang meningkat dapat melindungi diri dari obesitas hingga batas tertentu. Tapi terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji berkalori tinggi dan gaya hidup yang semakin kurang gerak fisik (banyak duduk) tak dapat diatasi oleh perlindungan metabolik apapun, masa remaja ini masa penting untuk perkembangan otak. Bertepatan dengan otonomi sosial yang baru ditemukan dan kebablasan dalam menentukan pilihan makanan itu sendiri.

Remaja merupakan bagian dari masyarakat dan sebagai generasi bangsa diharapkan memiliki perilaku hidup sehat. Seseorang dikatakan sehat jika sehat fisik, psikologis , sosial maupun spiritual, kesehatan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh manusia karena jika manusia sehat makan aktivitas yang dilakukan akan berjalan lancar.

Kesehatan seseorang sangat ditunjang oleh makanan yang dikonsumsi. Makanan sehat tidak perlu mahal tetapi yang memiliki asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh sehari hari.

Baca juga : Tips Atasi Gangguan Kesehatan Saat WFH, dari Sakit Pinggang hingga Burnout

Adapun cara untuk meminimalisir mengkonsumsi junk food yaitu hendaknya memulai sarapan pagi dengan menu sehat seperti jus buah, susu rendah lemak atau sereal tinggi serat, jangan lupa mengkonsumsi sayuran. Asupan makanan yang mengandung tinggi serat bermanfaat dan dapat membantu memperlambat rasa lapar, sehingga menekan keinginan untuk mengkonsumsi junk food atau makanan rendah-gizi. Selain itu mulailah meluangkan waktu untuk memasak makanan sendiri dirumah untuk makanan utama maupun snack serta membatasi minuman bersoda dan memperbanyak minum air putih dan memanfaatkan minuman jeruk untuk kesehatan (https://barakata.id/lemona-minuman-lemon-siap-antar-badan-sehat-kulit-cantik/).

Kebanyakan dari kalangan remaja mengabaikan perihal penting nya sarapan di pagi hari, sarapan merupakan salah satu aktivitas yang sebenarnya bisa di bilang wajib di lakukan di pagi hari. Mengapa? karena sarapan menjadi sumber energi yang penting untuk menjalankan aktivitas harian penuh, perut kosong dan tubuh memerlukan energi baru setelah tidur yang panjang. Namun di zaman modern saat ini, banyak yang menyepelekan pentingnya sarapan dengan alasan mengejar jadwal pekerjaan atau “program diet“, justru hal tersebut dapat membiasakan diri tidak sarapan pagi setiap hari dapat membahayakan kesehatan tubuh hingga menyebabkan kematian.

Lalu banyak pula dari kalangan remaja masa kini lebih memilih junk food atau makanan rendah-gizi sebagai menu favorit harian remaja, alasan remaja memilih menu junk food selain karena mudah di temukan dan cepat saji, junk food juga dianggap sebagai makanan “kekinian“ yang dianggap dapat meningkatkan gengsi mereka. Makanan rendah-gizi atau junk food adalah konsumen remaja terbesar. Terdapat beberapa penelitian yang mengatakan bahwa terlalu sering mengkonsumsi junk food tidak menimbulkan dampak langsung bagi tubuh manusia, namun akan berdampak di masa yang akan datang akibat terlalu sering mengkonsumsi junk food atau makanan rendah-gizi.

Baca juga : Jaga Diri Tetap “Waras”, Tips Mengatasi Gangguan Kesehatan Mental Saat Pandemi

Sebagian besar para remaja menyepelekan arti penting nya kesehatan bagi diri mereka remaja. Masih banyak dari remaja yang beranggapan bahwa penyakit akan datang dan menyerang saat usia mereka sudah menjelang tua. Pemikiran semacam itu yang merupakan kesalahan besar karena penyakit tidak akan memandang siapa itu dan berapapun usianya. Untuk itu para remaja masih perlu banyak belajar akan penting nya kesehatan bagi kehidupan mendatang yang jauh lebih baik. Kita harus beranggapan bahwa sehat itu mahal, berapa banyak yang harus dikeluarkan ketika kita jatuh sakit. Maka ada pepatah yang mengatakan, Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Tidak hanya mengenai soal biaya, tetapi berapa banyak hal positif yang kita lewatkan kalau kita sampai jatuh sakit. Khususnya bagi para remaja yang selalu aktif dan berproduktif dalam kegiatan sehari-harinya. Sesibuk apapun kegiatan kita sehari hari serta peran orang tua untuk mengetahui apa saja yang di konsumsi anak nya dan ikut membimbing, kita harus menyeimbangkan pola hidup kita. Jangan sampai penyakit menyerang masa depan kita di kemudian hari. Remaja dengan gaya hidup sehat , akan terlihat lebih menarik dan mengundang first impression yang baik pula. (Rizka S – Anggota Perempuan Indonesia Satu).

Kesimpulan

Menjaga Kesehatan Bagi Remaja merupakan hal yang penting, karena jika mengabaikan kesehatan di usia remaja akan berdampak di masa yang akan datang ketika usia memasuki usia lanjut atau usia tua.

5 hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental remaja adalah

1. Interaksi Sosial

interaksi sosial dengan tujuan untuk tetap menjaga kesehatan mental telebih disama corona ini dan kami juga telah menuliskan artikel Tips Menjaga Kesehatan Mental untuk Menangkal Corona (https://barakata.id/6-tips-menjaga-kesehatan-mental-untuk-menangkal-corona/).

2. Pola Makan

Makanan sehat tidak perlu mahal tetapi yang memiliki asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh sehari hari, hindari memakan makan junk food atau makanan rendah-gizi.

3. Lingkungan Sekitar

Tingkah laku yang cenderung tingkat emosional yang tidak stabil cenderung lebih cepat terpengaruh dengan lingkungan sekitar, bagaimana jika anak usia remaja bergaul atau berteman dengan mereka yang membawa dampak negatif pada mereka.

4. Pendampingan Orang Tua

pada anak usia remaja dibutuhkan pendamping seperti orang tua atau orang dewasa yang bertanggung jawab untuk membatu mereka mencari jati diri mereka supaya remaja tidak jatuh ke hal-hal negatif atau menyimpang.

5. Lakukan hal-hal yang positif

Jika kamu adalah anak diusia remaja lakukanlah hal-hal yang positif disekitarmu dengan begitu kamu akan akan dapat mengenal lingkunganmu dengan memili pola pikir yang positif pula hingga kamu dewasa nanti. (Artikel ini telah di edit oleh : Pol G)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin