Home Catatan Opini Menebak Politik Orang Minang: Pilih Siapa di Kota Batam dan Kepri

Menebak Politik Orang Minang: Pilih Siapa di Kota Batam dan Kepri

377
Orang Minang Batam
Hendri Rahman

Ada relasi dua kepentingan yang ada di dalam masyarakat Minangkabau di dalam konteks budaya politiknya. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari adat yang dianut oleh masyarakat Minangkabau itu sendiri, dimana peranan lareh atau ”aliran” yang ada sangat berperan besar dalam menentukan arah kebijakan yang diambil.

Penulis : Hendri Rahman
Direktur Batam Reseach Center

Pilkada Kota Batam dan Kepri tentunya menjadi harapan para kandidat mengambil hati 27 persen suara minang. Setidaknya ada clue dan panduan bagi kandidat untuk mengatur strategi meraup suara Minang.

PERTAMA

Tahun ini menjadi moment kebangkitan orang Minang di kancah politik. Organisasi besar IKSB sebagai rumah politik Minang sedang berencana membangun Rumah Gadang tempat berkumpulnya orang Minang dalam berbagai acara.

Kandidat yang berani membuat fakta integritas menyelesaikan pembangunan Rumah Gadang dipastikan akan dipilih orang Minang di Batam dan Kepri.

KEDUA

Pada tahun 2025, saat pilkada serentak legislatif dan eksekutif sudah saatnya putra terbaik Minang diberi kesempatan di Kota Batam menjadi Wakil Wali Kota Batam mendampingi putra putri terbaik Melayu tempatan. IKSB sudah mulai melakukan Personal Branding terhadap dua kandidat terpilih untuk terjun ke masyarakat. Menjaring aspirasi dan ikut dalam setiap ivent besar kota batam. Telah dibuat program nyata dalam bentuk fondation dan kegiatan sosial

KETIGA

90 persen orang Minang berdagang kaki lima di pasar dan tempat keramaian. Kandidat yang berani menawarkan program meningkatkan taraf hidup orang Minang dan membina pengusaha kecil akan dipilih oleh pemilih Minang.

Di mana-mana, orang Padang terkenal ulet berbisnis. Yang menandinginya hanya orang Cina. Kecenderungan orang Padang hidup merantau, melambangkan mereka suka dengan tantangan.

KEEMPAT

Kandidat yang dipilih orang Minang harus berani membuat fakta integritas menjadi bapak angkat atau pembina/penasehat orang Minang di rantau. Orang Minang sangat piawai menyesuaikan diri kepada alam di mana dia berada. Anda bisa melihat orang Minang ada di mana-mana. Di mana saja dia berada, dia mampu menyesuaikan diri dengan tingkah laku masyarakat setempat.

Orang Minang pergi merantau bukan membawa orangtua, bukan membawa karib kerabat, tetapi di rantau itulah dia mencari orangtua dan mencari karib kerabat. Pepatah Minang mengatakan, ”Ditinggalkan orangtua di kampung, haruslah dicari pula orangtua di rantau orang”.

Pantun Minang mengatakan: Kalau Anda pergi ke pekan, hiu beli belanak beli, Ikan Padang beli dahulu. Kalau Anda pergi berjalan (merantau), Ibu cari, dunsanak (famili) cari, induk semang cari dahulu.

Kandidat yang akan menjadikan suara Minang di Kepri dan Batam silakan berdiskusi untuk mencari titik temu. Insyaallah kandidat yang sesuai kriteria itu akan didukung.

*****

Baca Juga :
* Dari Jendela SMP, Sinetron Tidak Mendidik?

* Munculnya Marlin Rudi Mengubah Peta Pilgub Kepri

* Mengapa Adnan Kasim untuk Bandara Tambelan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin