Home Jelajah Seni Budaya Menari Berlatar Objek Wisata Batam, Wan Sendari Juarai Fesyar BI

Menari Berlatar Objek Wisata Batam, Wan Sendari Juarai Fesyar BI

Wan Sendari Batam
Sanggar Tari Wan Sendari menari di depan Museum Batam Raja Ali Haji dalam video tari yang dikirimkan ke Festival Syariah Bank Indonesia. (F: Humas Pemko Batam)

Barakata.id, Seni Budaya- Sanggar seni Wan Sendari Batam menjuarai Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) yang tingkat Regional Sumatera. Pemenang lomba diumumkan secara virtual pada Minggu (15/8/21).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia itu, Wan Sendari juara satu kategori lomba video kesenian tari daerah islami. Hadiah yang dimenangkan berupa uang senilai Rp25 juta.

SCROLL UNTUK MEMBACA
SCROLL UNTUK MEMBACA

Wan Sendari menggunakan tiga lokasi objek wisata sebagai latar saat membuat video tari. Tiga lokasi itu yatu Museum Batam Raja Ali Haji, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah dan Rumah Potong Limas (rumah adat khas Melayu) di Nongsa.

Baca Juga:

Pemilik Wan Sendari Nandar mengatakan, pihaknya sengaja memilih objek wisata di Batam karena lokasinya sesuai dengan tema tari yang dilombakan. Selain itu juga bisa sekaligus mempromosikan tempat wisata yang ada di Batam.

“Lomba yang kami ikuti bentuknya video, jadi kita bisa promosi juga,” ujarnya, Senin (23/8/21).

Tarian yang ditampilkan Wan Sendari mengangkat tema Syariful Anam. Nandar mengatakan Syariful Anam adalah prosesi cukur rambut bayi yang berusia 40 hari sampai 2 tahun. Prosesi ini merupakan salah satu warisan budaya tak benda dari tanah Melayu.

Tema itu ditarikan oleh lima penari dengan hasil video berdurasi lima menit.

Nandar mengaku bangga dan merasa terkejut karena tahun ini saingannya lebih banyak dan dari kalangan akademisi.

“Tetapi berkat ketelatenan penari dan pelatih dalam dua minggu latihan dapat memenangkan lomba ini,” ucapnya.

Sementara itu, pemilik Wan Sendari lainnya, Dhory mengatakan Fesyar ini merupakan yang kedua kalinya diikuti oleh Wan Sendari. Di tahun 2020 lalu, Wan Sendari berhasil menjadi juara ketiga tingkat regional Sumatera.

Tahun ini, pihaknya menggarap konsep yang mengangkat kearifan lokal dalam konteks kekinian.

“Lomba ini diikuti peserta usia 15 sampai 22 tahun, dengan harapan anak seusia tersebut dapat mengenal tradisi,” terangnya.

Tak hanya mengenalkan tiga objek wisata, Wan Sendari juga menggunakan pelamin dan peterakne (pelaminan atau panggung yang dipakai dalam perkawinan atau tepuk tepung tawar dalam adat Melayu) yang ada di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam.

“Kostum yang dipakai busana kurung Melayu,” kata Dhory menambahkan.

Dia mengatakan konsep tarian tersebut sesuai dengan tema yang diangkat. Di Rumah Limas Potong bermakna tempat mempersiapkan acaranya. Sedangkan di peterakne sebagai tempat acara syukurannya.

Pencapaian Wan Sendari dalam Fesyar ini diapresiasi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Ardiwinata.

Baca Juga:

“Luar biasa, saya sangat senang, saat pandemi ini Wansendari membawa berita membanggakan mendapat juara satu lomba video tari kesenian daerah,” katanya.

Materi tari yang ditampilkan Wan Sendari ini disebutnya menjadi kegiatan yang sangat positif. Selain itu juga menjadi cara yang baik untuk berpromosi di tengah pandemi Covid-19.

Dia berharap Wan Sendari sebagai salah satu sanggar binaan Disbudpar Batam dapat terus mempertahankan tradisi dan budaya Melayu.

***

Editor: Asrul R

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin