Home Gaya Membandingkan Perpustakaan Sekolah di Indonesia Vs Inggris, Australia, dan China

Membandingkan Perpustakaan Sekolah di Indonesia Vs Inggris, Australia, dan China

Perpustakaan Sekolah
Ilustrasi : Perpustakaan Sekolah, Foto : Vintage photo created by freepik
Himbauan Pemprov Kepri

Ikuti kami di Google Berita

Barakata.id, Perpustakaan – Sebagian masyarakat Indonesia mengenal perpustakaan sebagai salah satu fasilitas di bangku sekolah. Namun, perpustakaan sekolah pun kerap sepi pengunjung. Faktornya beragam, dari kurang lengkapnya koleksi buku di perpustakaan sekolah hingga minat baca yang masih kurang di kalangan pelajar.

Untuk menggemakan kembali fungsi perpustakaan sebagai pusat informasi dan pengetahuan di sekolah, dunia merayakan International School Library Day atau Hari Perpustakaan Sekolah Internasional setiap tanggal 18 Oktober.

Hari peringatan ini diharapkan mampu mendorong para pelajar dan orangtua untuk meningkatkan minat baca, sekaligus membangun budaya membaca sejak dini.

International School Library Day awalnya diperingati pada 18 Oktober 1999 dan merupakan hasil inisiatif dari Dr. Blanche Wolls, President International Association of School Librarianship (IASL).

Internasional ini kembali ditegaskan pada tahun 2005, oleh Peter Genco, presiden IASL. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pihak perpustakaan memahami tentang pentingnya sarana pengembangan yang harus ada dalam perpustakaan.

Perpustakaan sekolah di dunia

Sebenarnya penurunan minat pelajar untuk datang dan memanfaatkan perpustakaan sekolah tengah terjadi di hampir semua negara di dunia. Oleh karenanya, banyak sekolah yang menyulap perpustakaan menjadi ruang baca yang nyaman dengan desain yang unik serta kekinian.

Salah satu sekolah di Brisbane, Australia, All Hallows’ School memiliki perpustakaan yang bernama Potter Library. Perpustakaan satu ini sengaja dirancang sebagai area bersosialisasi bagi para siswa.

Mereka menghabiskan waktu di sini ketika jam istirahat atau setelah pulang sekolah. Bahkan, pihak sekolah kerap menyelenggarakan nobar film di malam hari, workshop pengembangan diri, serta kegiatan Bookclub.

Adapun di Inggris terdapat sekolah yang mendesain perpustakaannya dengan nuansa alam. Cordwalles Junior School memiliki perpustakaan yang “hijau”, dengan fak buku, kursi, hingga wallpaper bernuansa alam menawan, ditambah karpet berlumut.

Masing di Inggris, Rosendale Primary School membuat Library Bus yang diparkir di area halaman sekolah. Bus tingkat ini bisa diakses oleh anak dan orangtua. Perpustakaan ini juga pernah dinobatkan sebagai Library Bus terbaik pada School Library Association Library Design Award 2011 silam.

China juga tak mau ketinggalan. Di Beijing Jingshan School yang terletak di jalan Dengshikou di Beijing, terdapat perpustakaan yang memiliki desain minimalis dan modern.

Sekolah menengah dan dasar yang berdiri tahun 1960 dan merupakan pusat koneksi untuk Rencana Pendidikan Baru Asia UNESCO ini merenovasi total perpustakaan sekolah mereka dengan sangat megah dan nyaman.

Lebih dari itu, desain interior perpustakaan ini sangat Instagramable sehingga menjadi tempat paling favorit di sekolah tersebut. Semua rak buku yang ada disini disusun dengan sangat rapi dan sangat menyesuaikan dengan bentuk ruangan sehingga sangat nyaman untuk para siswa.

Pilihan bukunya cukup lengkap, para siswa pun bebas memilih berbagai pilihan bacaan buku yang mereka suka. Terdapat area lesehan untuk duduk-duduk, ada pula tempat duduk yang berdekatan dengan rak buku. Siswa bisa membaca buku di manapun, dengan nyaman.

Pencahayaan di setiap area rak buku cukup terang sehingga sangat memudahkan para siswa menemukan buku-buku yang mereka cari. Tinggi rak juga disesuaikan dengan badan rata-rata siswa untuk memudahkan mereka mencari buku.

Perpustakaan sekolah di Tanah Air

Lalu bagaimana dengan perpustakaan di dalam negeri? Beberapa sekolah mungkin sudah mulai melakukan inovasi agar perpustakaan bisa menjadi ruang yang menyenangkan bagi siswa.

Meski demikian, saat ini yang masih menjadi perhatian adalah ketersediaan perpustakaan di sekolah-sekolah. Pasalnya, masih banyak sekolah yang belum memiliki ruang perpustakaan.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) melaporkan, perpustakaan sekolah di jenjang Sekolah Dasar (SD) berjumlah 119.268 yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia per tahun ajaran 2020/2021.

Provinsi terbanyak penyedia perpustakaan SD adalah Jawa Tengah dengan jumlah 15.794 unit. Disusul oleh Jawa Timur sebanyak 14.784 dan Jawa Barat sebanyak 13.232 unit perpustakaan.

Sementara itu di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), secara total terdapat 40.777 perpustakaan yang telah tersebar di seluruh Indonesia. Paling tinggi, jumlah perpustakaan sekolah ada di Jawa Barat, sebanyak 5.127 unit yang diikuti oleh Jawa Timur sebanyak 4.699 unit. Sedangkan, Jawa Tengah sebanyak 3.662 unit.

Adapun di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), terhitung jumlah perpustakaan sebanyak 15.010 unit. Jawa Barat kembali menduduki peringkat teratas dengan 1.742 unit perpustakaan.

Sedangkan Jawa Timur sebanyak 1.570 unit dan selanjutnya Sumatera Utara sejumlah 1.134 unit perpustakaan.

Selain jenjang SMA, ternyata jenjang Sekolah Menengah Kejuruan juga turut memperbanyak jumlah perpustakaan yang ada di Indonesia.

Jawa Timur memiliki 2.033 perpustakaan dan Jawa Tengah sebanyak 1.685 unit. Sedangkan Jawa Barat kembali menjadi perpustakaan terbanyak dengan total 2.838 unit.

SebelumnyaJumlah Warga Miskin Meningkat Selama Pandemi, Terburuk Selama 30 Tahun Terakhir
SelanjutnyaNyimas Aliah: Memang Harus ada Sosok Perempuan yang Mampu Melindungi Kaumnya dan anak dari Tindak Kekerasan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sin